Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hallo para penggemar mie instan, kali ini ane harap membahas mengenai konsekuensi alias bahaya dari mengonsumsi mie instan untuk jangka panjang.
Mie instan merupakan salah satu makanan favorit dari jutaan anak kos yg ada di Indonesia, bahkan yg sedang kuliah di luar negeri sekalipun (dengar-dengar mereka juga suka 'nyetok').
Harganya yg terjangkau, cara masaknya yg praktis, & cita rasanya yg menggiurkan, menjadikan mie instan jadi wajar kalau disebut sebagai makanan terfavorit versi anak kos (apalagi kalo ditambah nasi, & telor ceplok dua beh!) fix, mie instan sulit sekali dijauhkan dari kehidupan kita semua. Bahkan pada saat panic buying efek COVID19, mie instan salah satu yg diborong habis-hadapatn.
https://dl.kaskus.id/cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bunk/images/panic-buying.jpg
Kepraktisan & kenikmatan yg disajikan mie instan, tentu menciptakan kita sering kali enggan mendengarkan larangan-larangan atau bahkan sekedar mengurangi konsumsi mie instan, meski begitu kita wajib tahu konsekuensi dari konsumsi mie instan tersebut!
1. Menganggu Proses Penyerapan Nutrisi
Seorang dokter bernama Dr. Braden Kuo dari Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat mengerjakan sebuah eksperimen mengpakai kamera super kecil yg kemudian dimasukkan ke dalam perut seorang pasien yg baru saja mengonsumsi mie instan.
Pada rekaman video yg sudah diunggah ke internet tersebut, dapat kita saksikan bahwa sangat sulit bagi usus kita untuk mencerna mie instan dengan baik, bahkan setelah lebih dari dua jam kondisi mie instan tetap terlihat utuh.
Usus yg bekerja lebih ekstra, sedangkan mie yg begitu sulit dicerna menciptakan tubuh kita mengalami kesulitan dalam menyerap nutrisi.
Terutama bagi anak-anak, mi instan dapat menghambat kemampuan mereka untuk menyerap nutrisi. Setelah sering mengonsumsi mi instan, banyak anak-anak balita mengalami kesulitan menyerap nutrisi dari makanan yg tepat.
2. Meningkatkan Risiko Kanker
Bahaya mie instan paling utama yg paling ditakuti adalah meningkatnya risiko kanker bila terlalu sering mengonsumsinya.
Mie instan yg diproses terlalu cepat dapat mengganggu kadar gula darah sera pelepasan insulin dalam tubuh.
Selama usus bekerja keras untuk mencerna mie instan yg terjebak dalam lambung, selama itupula tubuh kita mengalami gangguan dalam penyerapan nutrisi. Lebih ngerinya lagi, selama proses pencernaan mie instan, tubuh akan ikut menyerap senyawa kimia yg terkandung dalam mie instan.
Proses mencerna yg kurang baik juga meningkatnya paparan zat kimia berbahaya seperti Butylated hydroxyanisole(BHA) dant-butylhydroquinone(TBHQ).
Kedua zat tersebut adalah zat pemicu penyakit kanker dalam tubuh.
Senyawa kimia tersebut adalah Tersier Butil Hidroksi Quinolin(TBHQ), zat yg lebih diketahui dengan zat racun, satu gram yg TBHQ masuk ke dalam tubuh, maka tubuh akan bereaksi mual, muntah, halusinasi, sensasi mirip tercekik. Sedangkan kalau mencapai lima gram, maka dapat menyebabkan kematian.
3. Dapat Menyebabkan Obesitas, Diabetes Tipe 2, Bahkan Serangan Jantung, Terutama Bagi Para Perempuan!
Ngomong-ngomong tentang bahaya mie instan, rupanya perempuan berisiko lebih tinggi alami gangguan kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, bahkan serangan jantung dibanding kaum pria.
Telah dikonfirmasi seberapa berbahayanya makanan kemasan siap saji. Dikabarkan olehPopsugar (15/3/17), studi dalam Journal of Nutrition mengaitkan konsumsi mie instan dengan risiko penyakit jantung, khususnya pada perempuan.
Studi menyebutkan wanita yg sering mengonsumsi mie instan lebih mungkin mengalami sindrom metabolik. Kelompok faktor risiko termasuk obesitas, tekanan darah, kolesterol, & gula darah tinggi, serta meningkatkan risiko penyakit jantung.
Efek berbahaya tersebut didominasi oleh wanita, bukan pria. Ada bagian studi yg menyebutkan wanita, bukan pria, yg makan mie instan paling tidak 2 kali seminggu. Menunjukkan punya risiko 68% lebih tinggi akan sindrom metabolik', yaitu sindrom yg dapat meningkatkan risiko sakit jantung & stroke.
Walaupun memang punya kadar garam tinggi, penyebab utama bahaya ini adalah produk mie itu sendiri.
Selain itu, konsumsi mie instan juga dapat menganggu siklus menstruansi perempuan sehingga jadi tidak lancar, hal ini disebabkan karena mie instan mengandung zat sodium yg sangat tinggi, yg dapat mengakibatkan terganggunya hormon perempuan. Terganggunya hormon inilah yg kemudian memicu gangguan menstruansi pada perempuan.
4. Tak Lengkap Jika Tanpa Micin! Bahaya MSG Pada Otak & Saraf
Faktor terbesar cita rasa mie instan yg begitu adiktif, sangat dipengaruhi oleh penyedap rasa yg tak lain adalah "micin" (alias vetsin). Masalahnya adalah Monosodium Glutamate(MSG) mengandung molekul beracun, excitotoxin yg menciptakan sel-sel saraf bekerja terlalu berlebihan sehingga dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, alzheimer, parkinson, bahkan kematian.
5. Mengandung Zat Berbahaya yg Mengendap
Kandungan lain dalam mie instan yg berbahaya yaitu propylene glycol yg merupakan zat untuk mencegah mie instan supaya tak mengering.
Setiap makan mie instan, zat tersebut akan mengendap & terkumpul di jantung, hati, serta ginjal.
Artinya, semakin sering mengonsumsi mie instan, semakin akbar pula bahaya mie instan untuk anak, remaja, maupun orang dewasa.
Tak berhenti hingga di situ, zat-zat kimia dalam mie instan juga dapat merusak & melemahkan sistem imun tubuh, waduh jama covid gini, mending kurang-kurangin dulu deh gan!
Lantas bagaimana tips untuk mengurangi risiko mengonsumsi Mie Instan tersebut?
Dr. Frank B. Hu, profesor tentang nutrisi & epidemiologi di Harvard, mengatakan sekali atau 2 kali sebulan makan mie instan tidak jadi masalah. Tetapi kalau beberapa kali dalam seminggu dapat timbulkan masalah kesehatan.
Selain itu, cobalah untuk mengonsumsi Mie Instan dengan menambahkan banyak sayur hijau, telur, & makanan olahan lainnya. Hal ini kita lakukan supaya nutrisi & gizi yg tak sanggup dicukupi oleh mie, dapat terpenuhi.
Sekian dulu Thread ane kali ini, intinya mah kalo mau makan Mie ya makan aja asal tidak berlebihan, & diikuti dengan konsumsi makanan bernutrisi tinggi yg dibutuhkan oleh tubuh.
Referensi : ini, ini, & opini pribadi
Gambar : Google
Hari ini 13:25