• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

HOAX PKI Mendadak Bertebaran DI Tengah Wabah Corona

Angela

IndoForum Junior A
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
3.175
Nilai reaksi
2
Poin
0
HOAX PKI Mendadak Bertebaran DI Tengah Wabah Corona

Kasus logo palu-arit kembali mencuat ke publik usai temuan bendera logo komunisme itu ditemukan di Makassar. Sebagian kasusnya terkait dengan ketidaksengajaan, kepentingan keilmuan, hoaks demi memicu keresahan, kriminalisasi, hingga upaya menghidupkan politik identitas.

Diketahui, pelarangan paham komunisme & logonya tercantum dalam TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.

Kasus terbaru adalah soal penemuan bendera merah-putih berlogo palu-arit di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, pada April. Polisi pun sudah memeriksa sejumlah saksi.

Salah satunya adalah Wakil Rektor III Kemahasiswaan Arsunan Arsin yg perdana kali memerintahkan penurunan bendera itu. Kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

Kasus tersebut bukanlah kejadian perdana penemuan logo atau simbol palu arit di Indonesia. Tercatat, kepolisian pernah mengusut beberapa kasus terkait logo yg erat dikaitkan dengan komunisme tersebut.

Pada 2015, dua mahasiswa Universitas Negeri Jember, Jawa Timur sempat diamankan oleh pihak kepolisian lantaran mengecat gambar palu-arit di pagar tembok kampus.

Menurut polisi, mahasiswa itu mengecat simbol komunis tersebut di tembok pagar Fakultas Kedokteran Gigi di Jalan Mastrip, di pagar tembok PKM Universitas Negeri Jember, & di 20 titik lainnya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku tidak memiliki niat untuk menumbuhkan ideologi komunis lewat gambar palu arit tersebut. Mereka pun kemudian dibebaskan & dikenakan wajib lapor.

Pada 2016, personel gabungan Polri-TNI mengamankan seorang pemilik toko karena menjual kaus bergambar palu-arit. Pemilik toko yg berada di wilayah Blok M, Jakarta Selatan, itu kemudian dibawa ke Polsek Kebayoran Baru untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan, polisi tak menemukan indikasi makar terkait penjualan kasus tersebut. Pemilik toko, mengatakan polisi, mengaku tak tahu menahu & menyebut bahwa kaus tersebut tidak laku selama dijual.

Di tahun yg sama, aparat Polsek Tanah Abang menyita enam buku berlogo palu arit dalam acara pameran di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Dari hasil pengecekan, diketahui buku tersebut diterbitkan oleh penerbit asal Malaysia.

Kasus logo palu-arit ini sejalan dengan isu komunisme & PKI yg terus dihidupkan kalangan tertentu di momen-momen krusial, seperti Pilpres & masa pandemi Virus Corona. Kini, isu kembali hidup terkait dengan RUU Haluan Ideologi Pancasila.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sudjito menilai isu komunisme yg terus dihidupkan setiap tahun tak relevan lagi. Sebab, komunisme, khususnya PKI, sudah tak lagi berkembang di Indonesia.

"Faktanya tidak mungkin PKI berkembang, wong sudah ditetapkan sebagai masa lalu. Dan, beberapa negara di dunia komunisme bukan opsi ideologi mereka lagi," mengatakan dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, pada Senin (1/10/2019).

Arie mengatakan masyarakat harus lebih mewaspadai elite-elite politik lama yg berupaya memanfaatkan isu bukti diri seperti kebangkitan komunisme untuk mencapai kepentingan politiknya.

"Jadi itu yg mesti diperhatikan, bukan reproduksi hantu PKI-nya, itu kan reproduksi [kelompok-kelompok bekas] Orba," mengatakan dia.

Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri menilai isu PKI bakal terus 'ditunggangi' kelompok tertentu tiap tahunnya kalau pemerintah belum sanggup mengungkap kebenaran di balik tragedi 1965.




Hari ini 03:45
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.