• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

HIV/AIDS "Serang" Ibu Rumah Tangga

T!T!~ch@/\/

IndoForum Banned
No. Urut
1035
Sejak
11 Mei 2006
Pesan
21.523
Nilai reaksi
1.324
Poin
113
Semarang (ANTARA News) - Penularan HIV/AIDS telah meluas di kelompok masyarakat umum, bukan saja pekerja seks atau pengguna narkoba suntik, tetapi juga menyerang ibu rumah tangga.

"Jumlah penderita tertinggi kedua adalah ibu rumah tangga setelah wiraswastawan. Umumnya, istri dari suami yang mengaku sebagai wiraswasta," kata Spesialis Penyakit Dalam RSUP dr. Kariadi Semarang, Muchlis Achsan Udji Sofro, di Semarang, Kamis.

Muchlis menyebutkan, saat ini sudah ada 170 penderita yang berobat rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang dan empat di antaranya dirawat karena dinyatakan positif AIDS.

Ia menjelaskan, untuk pengobatan penderita ditanggung pemerintah karena sudah ada anggaran dari APBD 2008 sebesar Rp470 juta.

Menurutnya jika penderita membayar maka setiap bulan pengobatan harus mengeluarkan Rp600 ribu atau Rp7 juta dalam satu tahun.

"Hasil pemantauan, angka kematian kasus HIV/AIDS di Jateng terus mengalami penurunan," kata Muchlis tanpa meyebutkan secara rinci angka yang dimaksud.

Sebelumnya, Griya Prevention of Mother to Child HIV/AIDS Transmission (PMTCT)-Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Semarang melakukan pendampingan terhadap lima ibu hamil yang positif mengidap HIV/AIDS.

Lima ibu hamil tersebut berasal dari beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Pemalang, Wonogiri, Ambarawa, dan Kota Semarang.

Para ibu hamil tersebut, sebenarnya merupakan ibu rumah tangga biasa, namun tertular HIV/AIDS dari suaminya yang termasuk berisiko tinggi terserang HIV/AIDS.(*)

gmana menurut kalian /sob kasian ibu ibu dan jabang bayi yang tidak berdosa /sob
 
ato ada kemungkinan tertular dari benda benda lain /hmm
 
Tidak harus dari sexual kan? Gimana kalo dari transfusi darah? alat suntik dokter yang gak steril? Justru dari hal-hal kaya gini yang penularannya hampir 100% berhasil. Tapi karena dari hubungan sex paling banyak kasusnya maka public beranggapan penularan sex paling gampang lewat sex.
 
lho tadi kan dibilang yang paling mungkin terkena HIV adalah wiraswasta pria

Para ibu hamil tersebut, sebenarnya merupakan ibu rumah tangga biasa, namun tertular HIV/AIDS dari suaminya yang termasuk berisiko tinggi terserang HIV/AIDS

makanya saya berasumsi klo bapaknya itu yang tukang jajan
 
Aduh om.... gini loh... saya tanya si Om...

Si Om kalo pangkas di salon atau tukang cukur.... biasanya di cukur pake alat cukur gak untuk rambut rambut di wajah, seperti kumis dan jenggot? Iya kan.....

Nah... yakin pisau cukurnya diganti?

Bagimana bisa si tukang pangkas hanya 'pusa-pura' ganti piso cukur.... pura pura pake silet baru. Karena yang pangkas sebelum si Om rambut-rambut di wajahnya dikit.... sayang kan silet/piso cukurnya?... wong masih tajam kok.....

Nah... gimana kalo yang pangkas sebelum si Om, laki-laki yang bulu wajahnya dikit itu, ternyata pengidap HIV yang belum terdeteksi....????? Karena HIV menjadi AIDS butuh waktu 10 - 12 tahun. Siapa tahu.

Om bukan orang yang suka jajan... mungkin si bulu wajah dikit itu yang tukang jajan... tapi kemungkinan orang setelah dia terkena HIV bisa 100% om.... Mustahil tidak ada pori-pori kulit yang luka (walau luka renik) yang ujung-ujungnya si virus HIV nempel di piso/silet cukur bekas itu. Dan, saat cukur lagi ke orang lain pake piso yang sama. Sudah pasti luka juga (indikasinya, rasa panas pada kulit = ada luka).

Gimana?

Dalam kasus yang dituliskan Bu RT, suami yang membawa HIV/Aids... saya lihat juga begitu.... Tapi... belum tentu karna suka jajan....

Om Torer sejak saya kasih tahu kemungkinan ini, tidak mau lagi dicukur saat pangkas. jadinya, saya sering kebagian tugas nyukurin kumis jenggotnya... mesra loh.... wekekekekeke
 
^
Sip2, memang ada kemungkinan seperti itu...
sebaiknya kalo ke tempat umum hati2 ya
 
ada jugayang katanay kejadian d bioskop yang ada sengaja naruh bekas jarum ODHA gmana tuh /swt

jadi ngeri deh ah /omg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.