yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A Johansyah, mengungkapkan, RDG tambahan ini untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi makro ekonomi, moneter, dan sistem keuangan.
"RDG mencermati ketidakpastian global yang masih tinggi, ekspektasi inflasi dan persepsi terhadap kesinambungan transaksi berjalan," kata Difi di Gedung BI, Jakarta.
Dalam RDG tersebut, Difi menjelaskan, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut, karena tekanan di pasar keuangan global yang terjadi hampir di seluruh negara pasar sedang berkembang (emerging market).
Pada 28 Agustus 2013, rupiah ditutup pada level Rp10.945 per dolar AS, atau terdepresiasi sebesar 11,9 persen secara point to point dibanding posisi Desember 2012.
"BI menilai, kondisi tingkat nilai tukar sudah sesuai dengan fundamentalnya, serta mendukung kegiatan ekspor impor dalam proses penyesuaian terhadap defisit transaksi berjalan," tegasnya.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Difi mengatakan, menunjukkan indikasi perlambatan sebagai dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Hingga semester I-2013, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,9 persen, turun dari kinerja 2012 yang mencapai 6,2 persen.
"Kecenderungan perlambatan ekonomi diperkirakan masih berlangsung pada semester II-2013. Terutama, pada investasi non bangunan dan konsumsi swasta," ungkap Difi.
Secara keseluruhan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2013 sekitar 5,8 hingga 6,2 persen.