Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hikmah di Balik Corona
Oleh: Gita Lubis
Saat ini dunia sedang kewalahan menghadapi kenakalan virus yg sangat meresahkan. Lebih dari seratus negara dapat diterobosnya, tak terkecuali negara-negara adidaya dengan proteksi pertahanan yg super ketat, termasuk Amerika, Inggris, Rusia, Italia, & lainnya. Virus ini tak lagi mengenal banyaknya uang, tingginya jabatan, bahkan usia, ia dapat masuk ke dalam tubuh siapa pun.
Corona semakin terkenal di Indonesia pada awal tahun 2020. Bahkan virus ini jadi tranding topic, mengalahkan virus-virus yg lain. Kehadirannya yg tak diundang nyaris menciptakan semua orang kalang kabut sambil menutup pintu rumah rapat-rapat. Aktivitas tak lagi bebas seperti biasa, seolah tembok pembatas sering ada di depan mata.
Satu persatu tenaga medis yg jadi garda terdepan jatuh berguguran, layaknya musim gugur. Ini bukan peperangan mengpakai pistol atau pun pisau, bahkan musuh yg dihadapi pun tak kasat mata.
Sifat-sifat manusia yg tamak pun langsung tampak seketika. Puluhan kotak masker bahkan ratusan langsung diborong tanpa rasa bersalah. Seolah cuma dirinya sendiri yg membutuhkan, tak lagi memikirkan yg lain. Karena takutnya dengan Corona.
Akhirnya semua jadi susah karena Corona. Banyaknya toko-toko yg ditutup menciptakan para karyawan di-PHK. Pengangguran semakin bertambah, ekonomi semakin melambat layaknya siput berjalan.
Bukan cuma para pekerja saja yg terkena imbas. Pelajar maupun mahasiswa tak luput dari korbannya. Belajar online mengharuskan sinyal yg kuat, tak jarang menciptakan beberapa mahasiswa yg tinggal di desa rela memanjat pohon cuma untuk mendapatkan jaringan. Bahkan ada yg rela berjalan hingga berkilo-kilometer cuma untuk mengikuti pelajaran.
Meski begitu, sering ada hikmah yg dapat kita petik dalam setiap keadaan, tak terkecuali Covid-19. Beberapa hikmah yg dapat saya uraikan yakni:
1. Masyarakat jadi lebih kreativ.
Sulitnya mendapatkan masker sehingga harganya melambung tinggi, menimbulkan kreativitas para warga untuk menciptakan masker sendiri. Bahkan potongan kain yg tak terpakai pun jadi berguna. Alhasil, kain yg bakal jadi sampah diolah jadi barang yg berharga.
2. Lebih peduli kepada kebersihan
Covid-19 ini mengajarkan kita untuk lebih peduli lagi kepada kebersihan. Selalu mengpakai masker ke mana pun pergi, mencuci tangan setelah memegang sesuatu yg dari luar. Tidak sembarangan bersentuhan dengan orang lain. Mungkin ada beberapa dari kita yg sebelum mengenal Corona kebersihan jadi nomor urut yg entah ke berapa. Namun, setelah menyaksikan keganasan Covid-19, masyarkat jadi ekstra hati-hati.
3. Waktu bersama keluarga lebih banyak.
Di masa pandemi ini, work from house lebih digalakkan. Anak-anak sekolah pun di rumahkan. Pertemuan antara ayah, ibu & anak pun jadi lebih sering dibandingkan sebelumnya. Kebersamaan keluarga jadi lebih hangat & terasa.
Itulah beberapa hikmah yg dapat saya petik selama hadirnya Covid-19. Jangan merasa terlalu takut apa lagi hingga tertekan, tetapi jangan pula terkesan meremehkan atau menganggap enteng. Ikuti protokol kesehatan dari pemerintah supaya kita dapat mengalahkan Covid-19.
Sedikit curahan isi hati saya tentang Corona
Corona ....
Namamu begitu indah layaknya seorang putri
Namun saat masih terdengar cirimu saja, orang-orang jadi ketakutan
Sudah cukup hadirmu memperingatkan
Baik itu tentang kebersihan, keangkuhan, pergaulan & segala aspek kehidupan
Mari kita berdamai dengan mengibarkan bendera putih
Sekarang pulanglah ke negri asalmu
Indonesiaku sudah rindu kehidupan normal
Berjumpa dengan sanak saudara, & teman-teman tanpa rasa takut.
Doaku di penghujung Juli
Semoga bendera merah putih dapat berkibar pada tujuh belas Agustus dengan meriah seperti tahun kemarin. Hari ini 15:17
Oleh: Gita Lubis
Saat ini dunia sedang kewalahan menghadapi kenakalan virus yg sangat meresahkan. Lebih dari seratus negara dapat diterobosnya, tak terkecuali negara-negara adidaya dengan proteksi pertahanan yg super ketat, termasuk Amerika, Inggris, Rusia, Italia, & lainnya. Virus ini tak lagi mengenal banyaknya uang, tingginya jabatan, bahkan usia, ia dapat masuk ke dalam tubuh siapa pun.
Corona semakin terkenal di Indonesia pada awal tahun 2020. Bahkan virus ini jadi tranding topic, mengalahkan virus-virus yg lain. Kehadirannya yg tak diundang nyaris menciptakan semua orang kalang kabut sambil menutup pintu rumah rapat-rapat. Aktivitas tak lagi bebas seperti biasa, seolah tembok pembatas sering ada di depan mata.
Satu persatu tenaga medis yg jadi garda terdepan jatuh berguguran, layaknya musim gugur. Ini bukan peperangan mengpakai pistol atau pun pisau, bahkan musuh yg dihadapi pun tak kasat mata.
Sifat-sifat manusia yg tamak pun langsung tampak seketika. Puluhan kotak masker bahkan ratusan langsung diborong tanpa rasa bersalah. Seolah cuma dirinya sendiri yg membutuhkan, tak lagi memikirkan yg lain. Karena takutnya dengan Corona.
Akhirnya semua jadi susah karena Corona. Banyaknya toko-toko yg ditutup menciptakan para karyawan di-PHK. Pengangguran semakin bertambah, ekonomi semakin melambat layaknya siput berjalan.
Bukan cuma para pekerja saja yg terkena imbas. Pelajar maupun mahasiswa tak luput dari korbannya. Belajar online mengharuskan sinyal yg kuat, tak jarang menciptakan beberapa mahasiswa yg tinggal di desa rela memanjat pohon cuma untuk mendapatkan jaringan. Bahkan ada yg rela berjalan hingga berkilo-kilometer cuma untuk mengikuti pelajaran.
Meski begitu, sering ada hikmah yg dapat kita petik dalam setiap keadaan, tak terkecuali Covid-19. Beberapa hikmah yg dapat saya uraikan yakni:
1. Masyarakat jadi lebih kreativ.
Sulitnya mendapatkan masker sehingga harganya melambung tinggi, menimbulkan kreativitas para warga untuk menciptakan masker sendiri. Bahkan potongan kain yg tak terpakai pun jadi berguna. Alhasil, kain yg bakal jadi sampah diolah jadi barang yg berharga.
2. Lebih peduli kepada kebersihan
Covid-19 ini mengajarkan kita untuk lebih peduli lagi kepada kebersihan. Selalu mengpakai masker ke mana pun pergi, mencuci tangan setelah memegang sesuatu yg dari luar. Tidak sembarangan bersentuhan dengan orang lain. Mungkin ada beberapa dari kita yg sebelum mengenal Corona kebersihan jadi nomor urut yg entah ke berapa. Namun, setelah menyaksikan keganasan Covid-19, masyarkat jadi ekstra hati-hati.
3. Waktu bersama keluarga lebih banyak.
Di masa pandemi ini, work from house lebih digalakkan. Anak-anak sekolah pun di rumahkan. Pertemuan antara ayah, ibu & anak pun jadi lebih sering dibandingkan sebelumnya. Kebersamaan keluarga jadi lebih hangat & terasa.
Itulah beberapa hikmah yg dapat saya petik selama hadirnya Covid-19. Jangan merasa terlalu takut apa lagi hingga tertekan, tetapi jangan pula terkesan meremehkan atau menganggap enteng. Ikuti protokol kesehatan dari pemerintah supaya kita dapat mengalahkan Covid-19.
Sedikit curahan isi hati saya tentang Corona
Corona ....
Namamu begitu indah layaknya seorang putri
Namun saat masih terdengar cirimu saja, orang-orang jadi ketakutan
Sudah cukup hadirmu memperingatkan
Baik itu tentang kebersihan, keangkuhan, pergaulan & segala aspek kehidupan
Mari kita berdamai dengan mengibarkan bendera putih
Sekarang pulanglah ke negri asalmu
Indonesiaku sudah rindu kehidupan normal
Berjumpa dengan sanak saudara, & teman-teman tanpa rasa takut.
Doaku di penghujung Juli
Semoga bendera merah putih dapat berkibar pada tujuh belas Agustus dengan meriah seperti tahun kemarin. Hari ini 15:17