yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Permasalahan sampah di Ibu Kota semakin mengkhawatirkan. Tak hanya menumpuk, sampah yang terdiri dari berbagai jenis tersebut mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan, tampak keluar belatung di antaranya.
Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kesehatan warga yang berada di sepanjang keberadaan sampah tersebut. Kondisi demikian yang terjadi di Kali Kecil yang melintasi lima RT, yaitu RT 01, RT 02, RT 03, RT 08, RT 10 dan dua RW, yaitu RW 01, RW 06, Kelurahan Batuampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sudah satu bulan lebih warga sekitar kali tersebut dibuat tidak nyaman atas tumpukan sampah yang memanjang sekitar 1 Km.
"Kondisi kayak gini sudah dari puasa. Pertama terhambatnya di RT 02, lama kelamaan terus merambat sampai ke RT lainnya, sampai di atas. Ada kali jaraknya 1 kilometer-an," ujar Suhari, Ketua RT 002 RW 01, kepada Kompas.com di sekitar lokasi, Selasa (11/9/2012).
Ia menjelaskan, Kali Kecil tersebut mengalir dari daerah Pasar Induk, Kramat Jati, dan berujung di Sungai Ciliwung. Sepanjang aliran kali, terdapat saluran pembuangan limbah manusia dari warga sepanjang kali.
Sampah pun mulai tampak di kali tersebut seiring semakin banyak pemukiman yang berdiri di bantaran. Sejak menjadi Ketua RT selama 10 tahun terakhir, Suhari tak bosan-bosan mengimbau warganya untuk tidak lagi membuang sampah di kali tersebut. Namun, nyatanya masih banyak warga yang tak mengindahkan imbauan tersebut. Terlebih, banyak bukan warga setempat yang dengan enteng membuang sampah ke kali kecil itu.
"Malem-malem, orang naik motor bawa sampah, enak aja main buang di sini. Kalau saya mah kejam, pernah itu saya suruh ambil lagi sama plastik-plastiknya. Susah orang sekarang," keluhnya.
Menurut Suhari, pihak RT telah melakukan berbagai upaya, mulai dari melakukan komunikasi dengan pihak kelurahan, maupun swadaya warga untuk mengeruk sendiri sampah tersebut. Bahkan, di beberapa titik, warga terpaksa membakar timbunan sampah itu. Namun, upaya warga tampaknya tak sebanding dengan derasnya sampah yang semakin menumpuk.
Meski kondisi tidak nyaman tersebut telah berlangsung lama, belum ada warganya, atau warga di RT lain, terutama anak-anak, yang menderita penyakit. Namun, jika kondisi demikian tidak segera diatasi, Suhari yakin sampah-sampah itu akan menimbulkan penyakit.
Berdasarkan pantauan, kali selebar lima meter tersebut penuh dengan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah rumah tangga hingga sampah kayu. Saking menumpuknya sampah, aliran air sudah tak terlihat lagi. Bahkan, di bagian bawah sampah, terlihat kering sehingga bisa dibuat berpijak di atasnya.
Yang paling membuat tidak nyaman, akibat dari tumpukan tersebut, muncul bau tak sedap serta di beberapa bagian muncul belatung. Sementara, warga tampak beraktivitas seperti biasa di sekitar kali tersebut.