yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
"Di Pasar Johar ada tiga titik yaitu di dekat hotel Metro, Kauman dan dekat pasar buah. Pemadam ambil di dekat Hotel Metro," katanya pada Tribun Jateng, kemarin.
Sedangkan dua hidran sisanya tidak bisa dibuka karena besi pilar hidran terlanjut panas. Karena itu tidak bisa digunakan. Pemadam pun lebih memilih ambil air di Kali Semarang.
Ia menyatakan, sebenarnya sudah menyerahkan alat untuk membuka hidran pada paguyuban pasar. Sehingga saat kebakaran bisa dipakai. Namun, ia tidak tahu kelangsungan alat yang sudah diserahkan sejak zaman Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip.
Tidak hanya di Pasar Johar, pihaknya menjamin hidran berfungsi di beberapa pasar lainnya yaitu Pasar Peterongan dan Pasar Jatingaleh. Ruas jalan utama pun jadi perhatiannya. Ia menyebut, beberapa hidran di pusat kota yaitu jalan Pandanaran sempat rusak yaitu di dekat gereja Katedral dan Taman Pandanaran. Namun, keduanya sudah diperbaiki.
"Terus jalan Kokrosono rusak juga sudah diperbaiki. Sebagian besar yang rusak di daerah rob, seperti jalan bom lama, kakap, dan sebagainya," jelasnya.
Hidran di beberapa daerah perkotaan lainnya yaitu di jalan Dr Soetomo, Simpanglima, dan Menteri Supeno masih dalam kondisi baik.
Hidran di jalan Suyudono, dari tiga titik, dua di antaranya rusak karena spendel hilang dicuri.
Pantauan Tribun Jateng, hidran di pusat kota terbanyak di jalan Pandanaran yang mencapai lima titik. Sedangkan sepanjang jalan Gajahmada tidak ada hidran. Jalan Pahlawan pun hanya ada satu di dekat kantor Gubernur.
"Penempatan hidran berdasarkan keramaian, kalau di Gajahmada banyak gedung bertingkat yang sudah ada hidrannya," jelasnya.
Ia menyebutkan di ruas jalan yang ramai jarak ideal antarhidran seharusnya 50 meter sampai 100 meter. Dengan begitu, antisipasi kebakaran bisa lebih efektif.
Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengakui belum semua pasar tradisional di Kota Semarang mempunyai hidran. Hanya sebagian pasar, khususnya yang dibangun pemkot, yang terdapat hidran semisal di Pasar Bulu atau Peterongan. "Misalnya di Pasar Karangayu, memang tidak ada hidran di kompleks pasar. Kami mengandalkan hidran di pinggir jalan," katanya pada Tribun, Senin (25/5/2015).
Ia berujar, jenis pasar yang belum ada hidran yaitu pasar tradisional yang belum direvitalisasi semisal Pasar Karangayu, Pasar Mijen, Pasar Ngaliyan dan beberapa pasar tradisional lainnya. Namun, untuk pasar yang sudah direvitalisasi sudah terdapat hidran. Pria berkumis itu menyebut beberapa pasar yang sudah direvitalisasi antara lain Pasar Rasamala, Jrakah, Sampangan, Rejomulyo hingga Pasar Klitikan.
"Meski beberapa pasar belum ada hidran tapi kami lengkapi dengan APAR (alat pemadam api ringan) kok," jelasnya.