Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Menurut Nidom, hingga saat ini masih belum ada standard operating procedure (SOP) yg pasti. Paling tidak seperti singa yg dikarantina di New York, Amerika Serikat, supaya virusnya keluar & mati di luar, ujar dia saat dihubungi, Senin, 2 Agustus 2021.
Sementara, dia melanjutkan, bagi hewan kesayangan yg terinfeksi Covid-19, sebaiknya dimasukkan ke dalam kandang atau tidak dilepas, supaya tidak kontak dengan hewan lain. Sama seperti manusia yg terinfeksi Covid-19, obat untuk hewan yg terinfeksi juga belum ada.
Obat spesifik untuk hewan yg terinfeksi Covid-10 pada prinsipnya tidak ada. Ya kalau dibawa ke dokter hewan untuk kontrol lebih baik, tutur Guru Besar Ilmu Biokimia & Biologi Molekular Unair itu.
Selain itu, Nidom juga menyarankan supaya hewan yg dipelihara di rumah ikut tes Covid-19 ke laboratorium minimal 3-4 minggu, khususnya bagi pemiliknya yg pernah terpapar. Kecuali kalau tidak ada gejala.
Mengenai komorbit atau penyakit bawaan pada hewan, menurut Nidom masih belum ada studi lebih lanjut yg menjelaskan mengenai dampaknya. Tapi, dapat jadi penyakit yg ada sebelumnya memperparah infeksi Covid-19 pada hewan, ujar Nidom yg juga Ketua Tim Laboratorium Profesor Nidom Foundation (PNF) itu.
Sebagai informasi, dua harimau sumatera yg terinfeksi Covid-19 itu bernama Tino berusia 9 tahun, & Hari berusia 12 tahun. Tino diketahui mengalami gejala Covid-19 pada 9 Juli, dengan gejala klinis sesak napas, bersin, keluar lendir dari hidung, & penurunan nafsu makan. Selang dua hari, Hari juga mengalami gejala yg sama dengan Tino.
Pada 14 Juli, Tino & Haru dites swab yg sampelnya dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Hasilnya keluar 15 Juli yg menyatakan bahwa kedua satwa terpapar Covid-19.
Sumber: Tempo Hari ini 20:52