Jakarta - Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan bahwa soal mundur atau tidak mundurnya dia dari jabatan Jaksa Agung, semuanya tergantung dari Presiden.
"Karena yang mengangkat dan menurunkan saya, bapak Presiden," katanya di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menuntut Jaksa Agung dan Kapolri untuk mundur dari jabatannya seiring sejumlah oknum pejabat di lembaga penegak hukum tersebut, masuk dalam rekaman rekayasa penetapan tersangka dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non-aktif, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah.
Sejumlah LSM tersebut menilai kedua pimpinan lembaga penegak hukum itu, tidak mampu menjadi pemimpin yang baik terkait adanya anak buah yang disebut-sebut namanya dalam rekaman tersebut.
Hendarman menambahkan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden terkait jabatannya itu.
"Jadi saya terserah beliau (Presiden), kalau saya dimundurin berarti Tuhan telah menghendaki saya untuk istirahat," katanya.
Berita Lengkap
http://www.lebihcepat.com/nasional/34-berita-nasional/7749-hendarman-mundur-tergantung-dari-presiden.html
"Karena yang mengangkat dan menurunkan saya, bapak Presiden," katanya di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menuntut Jaksa Agung dan Kapolri untuk mundur dari jabatannya seiring sejumlah oknum pejabat di lembaga penegak hukum tersebut, masuk dalam rekaman rekayasa penetapan tersangka dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non-aktif, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah.
Sejumlah LSM tersebut menilai kedua pimpinan lembaga penegak hukum itu, tidak mampu menjadi pemimpin yang baik terkait adanya anak buah yang disebut-sebut namanya dalam rekaman tersebut.
Hendarman menambahkan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden terkait jabatannya itu.
"Jadi saya terserah beliau (Presiden), kalau saya dimundurin berarti Tuhan telah menghendaki saya untuk istirahat," katanya.
Berita Lengkap
http://www.lebihcepat.com/nasional/34-berita-nasional/7749-hendarman-mundur-tergantung-dari-presiden.html