Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Selamat datang kembali di thread ane gan.
Saat ini salah satu acara televisi yg sedang naik ratingnya adalah Masterchef Indonesia Season 7 di RCTI. Program lomba memasak antar koki amatir tersebut berhasil menarik hati jutaan pemirsa di Indonesia terlebih karena harap melihat reaksi para juri yg mencicipi makanan yg dihasilkan oleh para kontestan.
Seperti yg diketahui kalau Masterchef Indonesia perdana kali digelar sejak 2011 hasil adaptasi franchise Masterchef yg aslinya berasal dari Inggris. Program ini sukses akbar di Indonesia. Melalui program inilah Chef Juna & Chef Arnold jadi terkenal. Mereka berdua terkenal "kejam" dalam menilai makanan yg dimasak oleh para kontestan. Konsep Masterchef memang demikian.
Akan tetapi sebenarnya ada satu lagi acara lomba memasak yg jauh lebih sadis dari Masterchef yaitu Hell's Kitchen. Program ini berawal di Inggris & sekarang versi yg paling terkenal adalah versi US yg headchef-nya adalah Gordon Ramsay. Versi Indonesianya sendiri sejauh ini cuma satu season yaitu pada 2015 di mana Chef Juna berperan sebagai head chef di Hell's Kitchen. Program ini dikatakan lebih kejam dari Masterchef.
Quote:
Konsep Unik
Jika Masterchef para kontestan yg mengikuti kompetisinya adalah koki amatir, maka para peserta Hell's Kicthen adalah orang-orang yg memang sudah berkecimpung di dunia kitchen & harap naik level dengan jadi "kru" kicthen yg dipimpin oleh chef profesional kelas satu dalam hal ini seperti Gordon Ramsay untuk versi US & Juna Rorimpandey di Indonesia. Mereka akan dibagi jadi dua regu & saat restoran Hell's Kitchen dibuka & para tamu undangan memesan makanan, mereka akan bekerja di bawah arahan head chef secara langsung.
Quote:
Menggambarkan Suasana Kitchen Yang Sesungguhnya
Bagi orang yg bekerja di kicthen baik itu sebuah hotel ataupun restoran pasti setuju kalau suasana kerja di kitchen memang tidak jauh berbeda dengan yg ada dalam acara ini. Nuansanya keras & sama sekali tidak ramah. Teriakan, makian, akan terus keluar dari mulut head chef untuk memastikan makanan yg disajikan memenuhi standar bagi para tara tamu yg datang. Banyak meja, berarti banyak tamu, banyak tamu berarti banyak pesanan, banyak pesanan berarti semua yg ada di kitchen sibuk tiada tara. Itulah yg kerap terjadi dalam Hell's Kitchen. Coba deh agan tonton cuplikan Hell's Kitchen US di Youtube.
Quote:
Hell's Kicthen Indonesia
Masterchef sukses di Indonesia. Mungkin karena itu SCTV pada 2015 membeli license Hell's Kitchen sekaligus menggaet Juna Rorimpandey sebagai head chef. Tayang di sore hari program ini sebenarnya lumayan banyak yg nonton sekaligus memperkenalkan bagaimana suasana kerja di kitchen pada masyarakat Indonesia. Sayangnya selang beberapa episode, program ini malah digeser jam tayangnya ke malam hari yg bukan jam prime time. Ada yg menduga karena ratingnya yg kalah dengan sinetron & ada yg menduga karena program ini tidak cocok ditonton oleh anak-anak karena terdapat adegan marah-marah & makian yg kurang pantas untuk disaksikan.
Dalam program ini Chef Juna cukup sadis & lebih galak pada saat dia jadi juri di Masterchef. Dia tak segan membuang makanan peserta yg dianggap tak layak & melemparkan piringnya.
Quote:
Juna Rorimpandey Berharap RCTI Lisence Hell's Kitchen
Dalam satu video di Youtube di channel-nya Arnold Poernomo, video tersebut menampilkan tanya jawab (Q&A) bersama Chef Juna & ada satu pertanyaan yg ditanyakan oleh Netizen pada Chef Juna yaitu "Hell's Kicthen atau Masterchef?" Chef Juna memilih Hell's Kitchen & kemudian berkata "RCTI, beli dong license Hell's Kicthen." Videonya dapat agan tonton di Channel Chef Arnold.
Semoga saja RCTI mau membeli lisensinya karena ini kesempatan yg tepat. Popularitas lomba memasak di Indonesia sedang berada di puncak begitu juga dengan Chef Juna. Akan ada banyak meme baru yg diciptakan oleh netizen kalau Hell's Kicthen Indonesia ada lagi.
Gimana gan, setuju enggak kalau Hell's Kicthen Indonesia ada lagi?
Quote:
Referensi:
)
Hari ini 21:05
Saat ini salah satu acara televisi yg sedang naik ratingnya adalah Masterchef Indonesia Season 7 di RCTI. Program lomba memasak antar koki amatir tersebut berhasil menarik hati jutaan pemirsa di Indonesia terlebih karena harap melihat reaksi para juri yg mencicipi makanan yg dihasilkan oleh para kontestan.
Seperti yg diketahui kalau Masterchef Indonesia perdana kali digelar sejak 2011 hasil adaptasi franchise Masterchef yg aslinya berasal dari Inggris. Program ini sukses akbar di Indonesia. Melalui program inilah Chef Juna & Chef Arnold jadi terkenal. Mereka berdua terkenal "kejam" dalam menilai makanan yg dimasak oleh para kontestan. Konsep Masterchef memang demikian.
Akan tetapi sebenarnya ada satu lagi acara lomba memasak yg jauh lebih sadis dari Masterchef yaitu Hell's Kitchen. Program ini berawal di Inggris & sekarang versi yg paling terkenal adalah versi US yg headchef-nya adalah Gordon Ramsay. Versi Indonesianya sendiri sejauh ini cuma satu season yaitu pada 2015 di mana Chef Juna berperan sebagai head chef di Hell's Kitchen. Program ini dikatakan lebih kejam dari Masterchef.
Quote:
Konsep Unik
Jika Masterchef para kontestan yg mengikuti kompetisinya adalah koki amatir, maka para peserta Hell's Kicthen adalah orang-orang yg memang sudah berkecimpung di dunia kitchen & harap naik level dengan jadi "kru" kicthen yg dipimpin oleh chef profesional kelas satu dalam hal ini seperti Gordon Ramsay untuk versi US & Juna Rorimpandey di Indonesia. Mereka akan dibagi jadi dua regu & saat restoran Hell's Kitchen dibuka & para tamu undangan memesan makanan, mereka akan bekerja di bawah arahan head chef secara langsung.
Quote:
Menggambarkan Suasana Kitchen Yang Sesungguhnya
Bagi orang yg bekerja di kicthen baik itu sebuah hotel ataupun restoran pasti setuju kalau suasana kerja di kitchen memang tidak jauh berbeda dengan yg ada dalam acara ini. Nuansanya keras & sama sekali tidak ramah. Teriakan, makian, akan terus keluar dari mulut head chef untuk memastikan makanan yg disajikan memenuhi standar bagi para tara tamu yg datang. Banyak meja, berarti banyak tamu, banyak tamu berarti banyak pesanan, banyak pesanan berarti semua yg ada di kitchen sibuk tiada tara. Itulah yg kerap terjadi dalam Hell's Kitchen. Coba deh agan tonton cuplikan Hell's Kitchen US di Youtube.
Quote:
Hell's Kicthen Indonesia
Masterchef sukses di Indonesia. Mungkin karena itu SCTV pada 2015 membeli license Hell's Kitchen sekaligus menggaet Juna Rorimpandey sebagai head chef. Tayang di sore hari program ini sebenarnya lumayan banyak yg nonton sekaligus memperkenalkan bagaimana suasana kerja di kitchen pada masyarakat Indonesia. Sayangnya selang beberapa episode, program ini malah digeser jam tayangnya ke malam hari yg bukan jam prime time. Ada yg menduga karena ratingnya yg kalah dengan sinetron & ada yg menduga karena program ini tidak cocok ditonton oleh anak-anak karena terdapat adegan marah-marah & makian yg kurang pantas untuk disaksikan.
Dalam program ini Chef Juna cukup sadis & lebih galak pada saat dia jadi juri di Masterchef. Dia tak segan membuang makanan peserta yg dianggap tak layak & melemparkan piringnya.
Quote:
Juna Rorimpandey Berharap RCTI Lisence Hell's Kitchen
Dalam satu video di Youtube di channel-nya Arnold Poernomo, video tersebut menampilkan tanya jawab (Q&A) bersama Chef Juna & ada satu pertanyaan yg ditanyakan oleh Netizen pada Chef Juna yaitu "Hell's Kicthen atau Masterchef?" Chef Juna memilih Hell's Kitchen & kemudian berkata "RCTI, beli dong license Hell's Kicthen." Videonya dapat agan tonton di Channel Chef Arnold.
Semoga saja RCTI mau membeli lisensinya karena ini kesempatan yg tepat. Popularitas lomba memasak di Indonesia sedang berada di puncak begitu juga dengan Chef Juna. Akan ada banyak meme baru yg diciptakan oleh netizen kalau Hell's Kicthen Indonesia ada lagi.
Gimana gan, setuju enggak kalau Hell's Kicthen Indonesia ada lagi?
Quote:
Referensi:
)
Hari ini 21:05