Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Heboh Warga Rembang Putuskan Tidak Beragama, Demo Tunggal Usul Kolom Agama di KTP Dihapus
Sutejo jalan seorang diri berdemonstrasi menyuarakan penghapusan kolom agama. (suaramerdeka-muria.com/Dokumen)
REMBANG, suaramerdeka-muria.com Seorang wargaRembangbernama Sutejo, yg tinggal di JalanRembang-Blora, dekat kawasan GOR Mbesi bikin heboh masyarakat.
Penyebabnya adalah lelaki berusia 42 tahun itu memutuskan untuk tidak lagi memeluk agama sejak sekira setahun lalu.
Sebelumnya, pemilik warung sosial (warsos) itu adalah pemeukAgamaIslam.
Namun sejak sekira setahun lalu, ia memutuskan tidakberagamadan jadi umat Pancasila.
Atas keputusannya itu, bapak enam anak ini, sekira lima atau enam bulan lalu mengusulkan penghapusankolomagama padaKTPmiliknya jadi strip alias kosong ke Dinas Kependudukan & Catatan Sipil (Dindukcapil).
Namun, Dindukcapil tidak mengabulkan permohonan Sutejo sebelum memenuhi sejumlah syarat.
Saat dihubungi suaramerdeka-muria.com, Selasa 9 Agustus 2022 Sutejo menjelaskan, untuk dapat menghapuskolomagama padaKTP, terlebih dahulu harus bergabung ke dalam komunitas yg merekomendasikan majlis luhur.
Sedangkan majlis luhur tidak dapat memberikan rekomendasi sebelum bergabung ke dalam komunitas.
Alasan yg dihinggakan kepada Sutejo adalah kalau suatu saat ada kematian & warga sekitar tidak mengurus, nanti komunitas yg disalahkan.
Atas kondisi itu, Sutejo selanjutnya menggelar aksidemonstrasiseorang diri pada Senin 8 Agustus 2022 kemarin.
Ia mendatangi Kantor Dindukcapil, Bupati & DPRDRembangberjalan kaki seorang diri.
Di depan kantor tiga instansi itu, ia membacakan dua suara hati.
Pertama adalah, supaya negara memberikan kebebasan masyarakat mengapuskolomagama padaKTP.
Sedangkan tuntutan yg kedua adalah supaya negara tidak bertindak diskriminatif soal pencatatan aktanikah.
Menurut Sutejo, selama ini kalau agama mayoritas pencatatannikahdi Kantor KementerianAgamaatau KUA.
Sedangkan agama minoritas di Kantor Dindukcapil.
Ia meminta supaya pencatatan aktanikahmenjadi satu pintu saja, di Kemenag atau Dindukcapil saja.
Kemarin saya menyuarakan hati saja, bukan tuntutan. Pertama memberikan kebebasan masyarakat yg mau mengubahkolomagama jadi strip atau menghapuskolomagama tanpa syarat apa pun. Kedua saya menyuarakan negara harus menghentikan disktriminasi aktanikahyang selama ini terpisah.Agamalain aktanikahdi Dindukcapil, kalau mayoritas terbit dari Kemenag, jelas dia.
Sutejo meyakini, banyak masyarakat yg merasa seperti dirinya.
Namun, mereka tidak berani menyuarakan diri.
Saya sebelumnya pemelukIslam, memutuskan menghapuskolomagama & jadi umat Pancasila. Umat Pancasila tidak harusberagamakan mas. Yang penting adalah sila perdana Ketuhanan yg Maha Esa. Manusia berketuhanan tidak harusberagama, tandas dia.
Patut didukung nih
Kemarin 22:55
Sutejo jalan seorang diri berdemonstrasi menyuarakan penghapusan kolom agama. (suaramerdeka-muria.com/Dokumen)
REMBANG, suaramerdeka-muria.com Seorang wargaRembangbernama Sutejo, yg tinggal di JalanRembang-Blora, dekat kawasan GOR Mbesi bikin heboh masyarakat.
Penyebabnya adalah lelaki berusia 42 tahun itu memutuskan untuk tidak lagi memeluk agama sejak sekira setahun lalu.
Sebelumnya, pemilik warung sosial (warsos) itu adalah pemeukAgamaIslam.
Namun sejak sekira setahun lalu, ia memutuskan tidakberagamadan jadi umat Pancasila.
Atas keputusannya itu, bapak enam anak ini, sekira lima atau enam bulan lalu mengusulkan penghapusankolomagama padaKTPmiliknya jadi strip alias kosong ke Dinas Kependudukan & Catatan Sipil (Dindukcapil).
Namun, Dindukcapil tidak mengabulkan permohonan Sutejo sebelum memenuhi sejumlah syarat.
Saat dihubungi suaramerdeka-muria.com, Selasa 9 Agustus 2022 Sutejo menjelaskan, untuk dapat menghapuskolomagama padaKTP, terlebih dahulu harus bergabung ke dalam komunitas yg merekomendasikan majlis luhur.
Sedangkan majlis luhur tidak dapat memberikan rekomendasi sebelum bergabung ke dalam komunitas.
Alasan yg dihinggakan kepada Sutejo adalah kalau suatu saat ada kematian & warga sekitar tidak mengurus, nanti komunitas yg disalahkan.
Atas kondisi itu, Sutejo selanjutnya menggelar aksidemonstrasiseorang diri pada Senin 8 Agustus 2022 kemarin.
Ia mendatangi Kantor Dindukcapil, Bupati & DPRDRembangberjalan kaki seorang diri.
Di depan kantor tiga instansi itu, ia membacakan dua suara hati.
Pertama adalah, supaya negara memberikan kebebasan masyarakat mengapuskolomagama padaKTP.
Sedangkan tuntutan yg kedua adalah supaya negara tidak bertindak diskriminatif soal pencatatan aktanikah.
Menurut Sutejo, selama ini kalau agama mayoritas pencatatannikahdi Kantor KementerianAgamaatau KUA.
Sedangkan agama minoritas di Kantor Dindukcapil.
Ia meminta supaya pencatatan aktanikahmenjadi satu pintu saja, di Kemenag atau Dindukcapil saja.
Kemarin saya menyuarakan hati saja, bukan tuntutan. Pertama memberikan kebebasan masyarakat yg mau mengubahkolomagama jadi strip atau menghapuskolomagama tanpa syarat apa pun. Kedua saya menyuarakan negara harus menghentikan disktriminasi aktanikahyang selama ini terpisah.Agamalain aktanikahdi Dindukcapil, kalau mayoritas terbit dari Kemenag, jelas dia.
Sutejo meyakini, banyak masyarakat yg merasa seperti dirinya.
Namun, mereka tidak berani menyuarakan diri.
Saya sebelumnya pemelukIslam, memutuskan menghapuskolomagama & jadi umat Pancasila. Umat Pancasila tidak harusberagamakan mas. Yang penting adalah sila perdana Ketuhanan yg Maha Esa. Manusia berketuhanan tidak harusberagama, tandas dia.
Patut didukung nih
Kemarin 22:55