• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hati2 Wat Para Lelaki Yg Suka "jajan"

LoVe_ChiKa

IndoForum Junior A
No. Urut
8777
Sejak
17 Nov 2006
Pesan
3.571
Nilai reaksi
379
Poin
83
Resistensi antibiotik terhadap Gonorrhoea meningkat

Kalbefarma - Gambaran terbaru ditunjukkan 14 Oktober 2006 oleh Health Protection Agency (UK) yang menyebutkan bahwa kadar antibiotik telah mengalami resistensi terhadap penyakit Gonorrhoea (GO), sehingga mengakibatkan infeksi bakteri akibat hubungan sexual tersebut semakin meningkat kejadiannya.

Kejadian resistensi GO terhadap antimikrobial tersebut ditunjukkan dari kadar resistensi ciprofoxacin yang mengalami peningkatan sebesar 14% pada tahun 2004 menjadi 21% pada tahun 2005. Resistensi penisilin mengalami peningkatan dari 11,4% pada tahun 2004 menjadi 17,9% pada tahun 2005.

Kadar resistensi relatif pada wanita, stabil dari 5,2% pada tahun 2004 menjadi 6,3% pada tahun 2005 dan laki-laki heterosexual dari 10,3% pada tahun 2004 menjadi 11,8% pada tahun 2005. Namun kejadiannya mengalami peningkatan yang bermakna pada laki-laki homosexual yaitu dari 26,2% tahun 2004 menjadi 42,4% pada tahun 2005.

Profesor Charetine Ison tim peneliti dari sebuah agency mengatakan, peningkatan resistensi penisilin dan ciprofloxacin menjadi perhatian dan mulai dipilihkannya terapi pengganti terhadap infeksi tersebut. Beberapa yang dapat digunakan adalah ceftriaxone atau cefixim.

Rekomendasi yang ditetapkan pada tahun 2002 adalah penggunaan antibiotik cephalosporin. Setelah program ini menunjukkan bahwa terapi dengan antibiotik floroquinolon seperti ciprofloxacin mengalami peningkatan resisten. Ceftriaxone atau cefixime dapat digunakan tanpa melakukan tes laboratorium terlebih dahulu.

Ketika pasien diterapi GO, dokter seharusnya telah yakin bahwa terapi yang diberikannya tidak boleh gagal, yaitu dengan pemberian cephalosporin, ceftriaxone atau cefixime. Namun bila pasien infeksi masih belum jelas merupakan infeksi GO sebaiknya dianjurkan melakukan tes laboratorium terhadap resistensi antibiotik.

Meningkatnya resistensi antibiotik dan kenyataan bahwa infeksi GO dapat terjadi tanpa gejala menjadi perhatian kita. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa resistensi GO tampaknya terjadi lebih besar pada laki-laki gay karena kondisinya lebih banyak berhubungan dengan faktor seperti melakukan kegiatan sexual secara bebas.

Dari cerita tersebut sudah barang tentu harus mulai kembali menggalakkan penggunaan kondom, baik saat berhubungan dengan pasangan baru maupun dengan pasangan tetapnya, dengan tujuan tidak menularkan penyakit tersebut kepada pasangannya. Selain itu bila merasa mengalami risiko terinfeksi, disarankan rutin mengunjungi klinik genitourinary ataupun dokter.

GO dapat terjadi tanpa gejala, penampakannya dapat seperti seorang yang tidak mengalami infeksi.Jika gejalanya ada pada wanita biasanya menimbulkan rasa nyeri dan sensasi terbakar ketika akan berkemih atau dari vaginanya akan mengeluarkan cairan kuning atau darah. Gejala ini terjadi dalam 2-10 hari setelah terinfeksi. Laki-laki lebih sering menunjukkan gejala, misalnya keluar cairan dari penis, ataupun rasa sakit saat sedang berkemih.

Jika GO ini tidak diterapi dapat menimbulkan komplikasi seperti pelvic inflamatory disease, nyeri pelvik kronik, kehamilan ektopik atau infertility. Infeksi yang terjadi selama kehamilan dapat memicu terjadinya abortus spontan, bayi lahir prematur atau komplikasi pada janin.
 
nah tuh buat para cowok baca baik baik tuh /gg nice artikel chika lanjut trs ya /no1
 
untung gw jajanya ciki,astor, tango,permen, dll

bukan jajan yang lain /gg /gg /gg /gg /gg
 
sama kayak gue dunk om monk~...... /gg btw udh terbukti kan ini :-" rasain loe para lelaki yg suka jajan :-" :-"
 
=)) cc titi kejam amat /heh

Makanya buat para cowo.... ga ada jaminan loh walau pake "pengaman" juga kemungkinan tetap tertular masi tetap ada....
Jadi lebih baik jajan makanan aja deh daripada jajan yg aneh2 :p
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.