Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jika ada nasihat yg menyebut stress menular antar manusia, nyatanya, stres sebagai energi negatif dapat menular tak cuma ke manusia namun juga ke hewan peliharaan. Sejak masa pandemi berlangsung, karantina berdikari hingga bekerja dari rumah alias work from home energi & persepsi negatif menguat dalam masyarakat. Beberapa di antaranya misal; ketakutan, kecemasan, kekhawatiran, kepanikan, hingga kemarahan & kekecewaan bergumul dalam individu.
Perasaan-perasaan ini juga sangat dipicu oleh banyaknya perubahan mendadak yg harus disesuaikan sebagai akibat dari pandemi Covid-19.Sebut saja perubahan yg terjadi bukanlah perubahan yg direncanakan & sesuai harapan. Beberapa orang mengalami pemutusan hubungan kerja [PHK], beberapa orang lagi mengalami kurangnya pemasukan atau pemotongan gaji.
Tak cuma itu, sejumlah orang lain harus berkutat dengan kecemasan karena sakit atau merawat anggota keluarga yg sakit, baik karena terpapar Covid-19 atau penyakit lainnya. Segala energi negatif akibat pergumulan itu ternyata juga dirasakan hewan peliharaan.
Menurut Animal Communicator Antonius Bagoes, sejak permulaan kerja dari rumah aliaswork from home(WFH) ada sejumlah klien yg menghubungi Bagoes mencoba menemukan hewan peliharaan mereka yg hilang. Jenis hewan peliharaan yg hilang atau kabur ini cukup beragam dari tipe kucing,anjing, hingga reptilia.
Bagoes melatih cara komunikasi dengan hewan peliharaan secara non verbal melalui suara alias audio, visual, juga perasaan ataufeeling. Bagoes memang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan hewan peliharaan sejak SMP melalui penghalusan indera, dia pun melatih kembaliskillitu pada usia dewasa dengan jaringanlinking awareness.
Baca : Waduh, Peradangan Gusi Bisa Picu Serangan Jantung
Dia membeberkan banyak kasus kaburnya hewan peliharaan klien yg menciptakan dia kesulitan dalam mengomunikasikan maksud hewan kepada si pemiliknya. Dia menyebut rata-rata hewan peliharaan itu kabur atas kehendak sendiri & akibat dari persepsi atau energi negatif selama pandemi yg dipantulkan si pemilik hewan.
Setelah saya berkomunikasi dengan para hewan ini, ternyata, mereka ini banyak yg kabur karena mereka terganggu dengan stress atau pressure yg dirasakanowner-nya. Masa pandemi ini banyak orang stres, gaji dipotong, pemasukan dari bisnis berkurang, ada yg kena PHK, sakit, macam-macam. Nah, stres ini memberi efek pada hewan sehingga mereka kabur, ujar Bagoes.
Sebagai seoranghypnotherapist,Bagoes menyebut dalam mengatasi stres masa pandemi & normal baru ini setiap perseorangan perlu mengingat adanya ikatan pada hukum alam. Menurut dia, dalam menghadapi hal-hal yg diluar asa atau bahkan menambah kecemasan & kekesalan, orang-orang harus menyadari ada banyak hal bagian dari alam yg dapat terimbas atas perilaku, persepsi, hingga energi yg dikeluarkan. Salah satu cara yg dilakukan dapat dengan meditasi atau pelatihan alam bawah sadar guna menajamkan indera kepada alam termasuk hewan & tanaman.
Jadi ada baiknya sepanjang masa ini jangan terlalu banyak sedih, terlalu marah, atau terlalu cemas. Apalagi buat yg punya hewan peliharaan, ungkap Bagoes.
Sumber : Hypeabis.id Hari ini 11:31