• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hati-hati Kanker Tulang Pada Anak, Begini 3 Cara Deteksinya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Hati-hati Kanker Tulang Pada Anak, Begini 3 Cara Deteksinya

Sumber Gambar:Artificial Intelligence​


Hai semuanya, Shalom Aleichem!
emoticon-Hai


Selamat pagi kalian semuanya!
emoticon-Matahari




Pada kesempatan yg sangat berharga ini, gue, Miss Rora, akan membahas tentang penyakit kanker tulang pada remaja awal (sekitar usia 1014 tahun)
emoticon-Bola
.



Banyak orang mengira bahwa penyakit kanker tulang pada remaja sangat jarang terjadi, sehingga tidak perlu dipikirkan. Padahal, meskipun memang tidak umum, kanker tulang pada usia remaja tetap perlu dikenali sejak dini.

Kabar baiknya, dibandingkan kanker tulang pada orang dewasa, kanker tulang pada remaja memiliki peluang kesembuhan yg jauh lebih baik apabila terdeteksi lebih cepat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, guru, maupun remaja sendiri untuk mengenali tanda-tandanya.

Berikut ini adalah artikel ilmiah yg membahas tentang cara sederhana mendeteksi gejala awal kanker tulang pada remaja.

Selamat menyimak
emoticon-Big Grin
.

Quote:
Sekilas tentang kanker tulang pada remaja​


Kanker tulang primer adalah kanker yg berasal langsung dari jaringan tulang. Dua tipe yg paling sering muncul pada remaja adalah osteosarkoma & sarkoma Ewing.

Kedua tipe kanker ini paling sering muncul pada masa pertumbuhan tulang yg sangat cepat, yaitu masa pubertas. Itulah sebabnya, usia 1014 tahun jadi salah satu periode yg cukup rentan.

Menariknya, hingga saat ini tidak ada penyebab pasti kanker tulang pada remaja. Berbeda dengan beberapa kanker pada orang dewasa yg memiliki faktor risiko jelas seperti merokok, paparan bahan kimia, atau pola hidup tertentu.

Namun, para peneliti menemukan beberapa faktor risiko yg mungkin berperan, misalnya pertumbuhan tulang yg sangat cepat, riwayat genetik tertentu, tinggi badan yg berada jauh di atas rata-rata keluarga, & riwayat terapi radiasi sebelumnya.

Meskipun begitu, beberapa akbar kasus tetap muncul tanpa faktor penyebab yg jelas.

Hal penting yg perlu dipahami adalah bahwa kanker tulang pada remaja tidak dapat dicegah secara spesifik. Oleh karena itulah, deteksi dini jadi sangat penting.

Jika ditemukan lebih awal, pengobatan modern seperti operasi konservatif tulang, kemoterapi, & terapi kombinasi dapat memberikan tingkat kelangsungan hidup lebih dari 6070%, bahkan lebih tinggi pada beberapa kasus.


Quote:
1. Jangan Sepelekan Pegal Hebat pada Kaki atau Tangan​


Banyak remaja awal mengalami pegal atau nyeri pada kaki. Biasanya, hal ini dianggap normal sebagai nyeri pertumbuhan (growing pains) yg memang sangat normal terjadi pada masa pubertas, di mana anak saat itu memang sangat cepat bertumbuh tinggi.

Namun, ada beberapa kondisi yg perlu diwaspadai.

Nyeri yg berhubungan dengan kanker tulang biasanya memiliki karakteristik tertentu, misalnya terasa lebih kuat dibandingkan nyeri biasa, tidak membaik dengan istirahat, semakin parah pada malam hari, & terjadi secara berulang selama beberapa minggu.

Lokasi nyeri juga sering muncul pada tulang yg mengalami pertumbuhan cepat, misalnya tulang paha, tulang kering, tulang lengan atas, & area di sekitar lutut. Pada awalnya, rasa nyeri dapat ringan, tetapi lama-kelamaan jadi semakin intens.

Hal yg menciptakan banyak kasus kanker tulang terlambat terdeteksi adalah karena keluhan ini sering disalahartikan sebagai kelelahan setelah olahraga, cedera ringan, atau nyeri otot biasa, padahal sebenarnya nyeri tersebut berasal dari pertumbuhan tumor pada tulang yg menekan jaringan di sekitarnya.

Oleh karena itu, kalau seorang remaja mengeluhkan nyeri tulang yg tidak kunjung membaik selama beberapa minggu, sebaiknya segera diperiksa oleh dokter.


Quote:
2. Jangan Sepelekan Kesulitan Berjalan Tanpa Sebab yg Jelas​


Tanda kedua yg perlu diperhatikan adalah kesulitan berjalan atau perubahan cara berjalan.

Pada kanker tulang yg terjadi di kaki, tumor dapat melemahkan struktur tulang atau menimbulkan rasa sakit ketika menahan berat badan. Akibatnya, remaja mungkin mulai menunjukkan berbagai gejala, seperti berjalan pincang, enggan berlari, mudah kehilangan keseimbangan, serta sering mengeluh sakit ketika berdiri lama.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika keluhan tersebut muncul tanpa riwayat cedera yg jelas. Misalnya, seorang anak yg sebelumnya suka bermain basket tiba-tiba tidak mau mengikuti pelajaran olahraga, menghindari aktivitas fisik, & sering duduk karena kakinya terasa sakit.

Dalam beberapa kasus, kanker tulang bahkan dapat menyebabkan patah tulang patologis, yaitu patah tulang yg terjadi karena tulang sudah melemah akibat tumor.

Oleh karena itu, perubahan pola berjalan pada remaja yg berlangsung terus-menerus tidak boleh dianggap remeh.

Pemeriksaan sederhana seperti foto rontgen dapat menolong dokter melihat apakah terdapat kelainan pada tulang.


Quote:
3. Waspadai Benjolan yg Aneh di Kaki atau Tangan​


Tanda ketiga yg cukup khas adalah munculnya benjolan di sekitar tulang.

Benjolan ini biasanya terasa keras, tidak sering nyeri pada awalnya, secara perlahan membesar, serta muncul di sekitar sendi akbar seperti lutut atau bahu.

Pada osteosarkoma, misalnya, tumor sering muncul di sekitar bagian bawah tulang paha, bagian atas tulang kering, & bagian atas tulang lengan. Benjolan ini sering kali tidak langsung menimbulkan rasa sakit sehingga mudah diabaikan. Namun, seiring waktu, ukuran benjolan dapat semakin akbar & mulai menimbulkan gejala lain, seperti nyeri saat ditekan, pembengkakan, & kulit terasa hangat di area tersebut.

Jika seseorang menemukan benjolan yg tidak biasa di dekat tulang, khususnya yg terus membesar, maka pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Dokter biasanya akan mengerjakan beberapa tahap pemeriksaan, seperti rontgen tulang, MRI atau CT scan, serta biopsi. Biopsi merupakan pemeriksaan yg paling penting, karena dapat memastikan apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau ganas.


Quote:
Mengapa deteksi dini kanker tulang itu sangat penting?​


Kanker tulang pada remaja memiliki karakteristik unik. Tumor ini dapat tumbuh cukup agresif, tetapi juga merespons pengobatan dengan baik kalau ditemukan lebih awal.

Kemajuan teknologi medis saat ini bahkan memungkinkan banyak pasien menjalani operasi penyelamatan anggota tubuh (limb-salvage surgery) tanpa perlu amputasi.

Selain itu, kemoterapi modern juga sanggup meningkatkan angka kelangsungan hidup secara signifikan.

Data epidemiologi menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk osteosarkoma lokal dapat mencapai sekitar 6075% apabila pengobatan dimulai pada tahap awal.

Sebaliknya, kalau kanker sudah menyebar ke paru-paru atau organ tubuh lain, peluang kesembuhan dapat menurun secara signifikan.

Itulah sebabnya, mengenali tanda-tanda awal kanker tulang jadi sangat penting.


Quote:
KESIMPULAN​


Kanker tulang pada remaja awal memang tidak memiliki penyebab pasti & tidak dapat dicegah secara spesifik. Namun, penyakit ini memiliki peluang kesembuhan yg cukup tinggi kalau terdeteksi sejak dini.

Tiga tanda yg sebaiknya tidak diabaikan adalah:

1) Pegal atau nyeri hebat pada kaki atau tangan yg tidak kunjung membaik.

2) Kesulitan berjalan tanpa sebab yg jelas, termasuk perubahan cara berjalan.

3) Benjolan aneh di sekitar tulang, khususnya di kaki atau lengan.

Jika gejala-gejala tersebut muncul & berlangsung lebih dari beberapa minggu, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. Deteksi dini dapat menolong pengobatan dimulai lebih cepat & meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.

Semoga thread ini dapat menambah wawasan bagi kalian semuanya.

Tetap sehat & tetap peduli pada tanda-tanda yg diberikan oleh tubuh anak
emoticon-Smilie



Quote:
SUMBER​


American Cancer Society. (2023). Bone cancer in children and teens. Atlanta, GA: American Cancer Society.

Isakoff, M. S., Bielack, S. S., Meltzer, P., & Gorlick, R. (2015). Osteosarcoma: Current treatment and a collaborative pathway to success. Journal of Clinical Oncology, 33(27), 30293035.

National Cancer Institute. (2022). Childhood osteosarcoma and malignant fibrous histiocytoma of bone treatment (PDQ)Health professional version. Bethesda, MD: National Institutes of Health.

Ottaviani, G., & Jaffe, N. (2009). The epidemiology of osteosarcoma. Cancer Treatment and Research, 152, 313.

Whelan, J. S., Davis, L. E. (2018). Osteosarcoma, chondrosarcoma, and chordoma. Journal of Clinical Oncology, 36(2), 188193.


@aldo12 @itkgid @swiitdebby
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.