• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Hati-Hati! Elpiji 12 Kg Oplosan Marak Lagi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ZRKi6.jpg


Pengoplosan gas dari tabung LPG bersubsidi 3 kg ke non subsidi 12 kg disinyalir kembali marak. Tabung oplosan ini dinilai berbahaya karena sudah melalui proses yang tidak steril.

Pengamat perminyakan, Kurtubi menilai selisih harga yang tinggi antara LPG subsidi dan non subsidi sebagai penyebabnya. Pihak pengoplos bisa mendapatkan untung banyak dengan melakukan cara ini
“Ini memang dampak dari perbedaan harga yang tinggi. Ini memang perlu dikontrol di lapangan. Jangan sampai dioplos,” katanya kepada detikFinance, Sabtu (9/6/2012).

Dengan melakukan pengoplosan, maka didapat selisih sekitar Rp 18.000 tiap tabung 12 kg dibandingkan dengan harga normalnya. Selisih harga ini yang membuat maraknya pengoplosan.

Kurtubi menilai akibat aktivitas pengoplosan tersebut, tabung elpji 12 kg dapat meledak dan membahayakan keselamatan banyak orang. “Justru membahayakan diri sendiri karena bisa meledak,” tambahnya.
Guna meminimalisir aktivitas pengoplosan tersebut, Kurtubi minilai perlu dilakukan pengawasan yang ketat. Selain itu, dia meminta agar masyarakat berpartisipasi aktif mengawasi dan meloporkan aktivitas pengoplosan tersebut, karena menurutnya masyarakat sendiri yang dirugikan.

“Masyarakat kalau tahu ada agen atau penjual yang mengoplos, dihimbau supaya melaporkan ke polisi,” sambungnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.