Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hai Agan & Sista
Memakai gamis, gaun, rok lebar, atau hijab lebar, itu sudah biasa sekarang. Di mana-mana kita melihat orang memakai pakaian tersebut. Akan tetapi, ada yg perlu diperhatikan kalau memakai pakaian yg seperti itu, Sis. Hal ini demi keselamatan kita & orang lain.
Gansis pernah lihat ibu-ibu pakai hijab lebar boncengan motor, yg hijabnya hingga nutupin lampu seinnya? Ane pernah, Gan. Cukup sering malah.
Foto: setia.id
Nah, ini tuh bahaya, Gansis. Apalagi kalau berkendara di jalan raya yg cukup padat. Di mana ketika pengemudi hendak berbelok, sudah menyalakan lampu sein, akan tetapi karena ketutupan hijab, pengendara lain pun tak melihat tanda itu. Dan terjadilah kecelakaan.
Atau Agan & Sista pernah melihat atau pernah mengalami rok/celana kulotnya terlilit rantai sepeda motor? Ini juga bahaya, Gansis! Untung kalau yg bawa motor pelan, kalau kencang gimana? Bisa-dapat terpental ke aspal dibuatnya.
Gamis & kain jarik yg dijadikan gendongan bayi juga harus diwaspadai, Gansis. Apalagi buat wanita yg memakai gamis atau gaun, lalu boncengan motor & duduknya menghadap ke samping. Kudu berhati-hati itu.
Foto: infosekayu
Kenapa ane mengingatkan ini ke Agan & Sista semua? Karena ibu ane pernah mengalaminya, Gansis!
Waktu itu hari perdana puasa tahun 2015. Menit-menit jelang berbuka. Abah & Ibu ane baru aja balik beli takjil di Pekan Kamis. Nah, kondisinya waktu itu rumah ane ada dekat tanjakan--di mana habis dari tanjakan di pinggirnya itu rumah ane.
Abah ane udah hampir sampe di bagian atas tanjakan, Gansis. Artinya dikit lagi sampe rumah. Bahkan ane & adik-adik ane yg nungguin mereka di teras, dapat melihat Abah & Ibu ane.
Waktu itu ane seneng bukan main, liat Ibu ane megang bungkusan gede yg isinya takjil (maklum banyak soalnya ane lima bersaudara). Etapi, dalam sepersekian detik, motor Abah disalip sama pengendara lain. Abah ane yg kaget pun oleng & jatuh dengan posisi tangan masih megang tuas gas.
Nah, ibu ane yg make gamis sampe nutupin tumit, masuklah gamisnya ini ke sela jari-jari motor. Btw, jari-jarinya yg besi kecil-kecil itu, ya. Dan kebetulan juga, ada satu jari-jari yg udah copot. Gamisnya nyangkut di situ, keputer, sehingga telapak kaki ibu ane akhirnya ikutan keputer, ketusuk jari-jari yg copot tadi.
Itu orang-orang yg lewat pada histeris semua. Mereka pada naruh motor di halaman rumah ane & bantuin orang tua ane. Ane yg melihat itu pun ikutan turun & mendekat. Ane syok banget. Telapak kaki ibu ane robek parah. Bagian telapak & punggung kakinya hampir kepisah. Jadi, kayak sepatu atau sandal yg lemnya meleleh karena panas. Ane auto pingsan. Soalnya ane gak kuat liat darah banyak.
Kira-kira begini telapak kaki ibu ane dulu waktu kecelakaan.
Sadar-sadar, ane udah di rumah tetangga sedangkan ibu ane udah dibawa ke puskesmas. Soalnya ane tinggal di desa & rumah sakit biasa jaraknya jauh banget. Ane ngotot pengen ke puskesmas buat liat ibu ane. Akhirnya, ane dianterinlah sama tetangga. Di puskesmas, dari balik jendela ane liat ibu ane kakinya lagi dijahit.
Singkat cerita, lebih kurang 80 jahitan tertempel di telapak kaki ibu ane, buat nempelin lagi daging telapak dengan beserta tumit yg udah hampir terpisah dari penampangnya. Sampe sekarang, telapak kaki ibu ane bakas luka itu masih gak kuat buat dibawa jalan berlama-lama.
Itu ibu ane, Gansis. Terus tante ane juga pernah mengalami hal begini. Tepatnya waktu lebaran. Beliau boncengan sama suaminya, sambil menggendong bayi 1 tahun pake jarik. Karena bayinya rewel, nggak mau dipakein gendongan, sama tante dilepaslah gendongan ini. Tanpa sadar, ternyata jarik ini ngejuntai ke bawah & kejepitlah dirantai.
Kalian tahukan gimana endingnya? Ya, jarik itu diputer sama rantai, yg otomatis ngecekek tante ane karena jarik itu disampirin di bahu gitu. Tante ane jatuh sama bayinya. Parahnya, Om ane kok gak sadar? Beliau sadar karena orang-orang udah pada teriak manggil dia.
Dari cerita Om, kira-kira ada lima meter tante ane keseret, sedangkan bayinya ini jatuh tersungkur di aspal. Jadi, bayinya gak ikut terseret juga. Alhamdulillah, Tuhan masih sayang tante ane, soalnya orang-orang mengira tante ane udah gak ada waktu itu.
Ya, gara-gara tragedi tersebut, tante ane mengalami luka parah di paras & leher. Adik ane (anak tante) juga dapat luka di wajah, tangan, & lutut. Alhamdulillah-nya, luka-luka itu gak terlalu serius.
Nah, gara-gara kejadian itu, Gansis. Ane kalo naik motor, boncengan, ane gak mau pake gamis atau rok. Kalaupun pake rok, ane sertain dengan celana panjang di dalamnya, jadi pas boncengan, roknya ane angkat tinggi-tinggi, & duduknya pun gak ngadep samping.
Foto: semua tentang motor.
Tujuan ane sharing di sini, ya biar kita semua berhati-hati. Keluarga ane pernah mengalami. Gak cuma satu, tetapi dua. Makanya, ane takut kalau keluarga orang lain juga mengalami hal yg sama.
Kasian, Gaes kalau hingga ada yg kecelakaan gara-gara kasus gamis atau rok terlilit rantai ini. Syukur kalau lukanya gak parah. Lha, kalau parah kayak ibu & tante ane? Gawat, Gaes!
Kayaknya, itu aja cerita ane. Semoga dapat diambil hikmahnya, ya, Gansis. Hari ini 11:44