Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Obat herbalsudah diketahui sejak zaman kuno. Salah satu negara yg terkenal dengan sistem pengobatan tradisionalnya adalah Cina. Negara ini sudah jadi pusat obat herbal terbesar & tertua di dunia sehingga tidak heran kalau banyak orang yg mengpakainya sebagai pengobatan alternatif, selain pengobatan medis.
Mengapa banyak orang lari ke pengobatan tradisional dengan mengpakaiobat tradisionalberbahan herbal? Selain karena harganya murah & sudah terbukti khasiatnya, juga relatif kondusif karena tidak mempunyai efek samping yg membahayakan tubuh pemakainya.
Apa yg dimaksud dengan obat tradisional? Menurut lamanhttps://id.wikipedia.org, pengertian obat tradisional adalah obat-obatan yg diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Lalu apa yg dimaksud dengan herbal? Pengertian herbal adalah tanaman atau tumbuhan yg mempunyai manfaat untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit tertentu. Artinya, semua tipe tanaman yg mengandung bahan atau zat aktif yg berguna untuk pengobatan dapat digolongkan sebagai herbal.
Umumnya, bagian tumbuhan yg sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk pengobatan tradisional adalah akar, rimpang, batang, daun, bunga, & buah. Bahan-bahan tersebut dipakai secara tuggal atau sendiri-sendiri maupun dengan cara menggabungkan berbagai tipe tumbuhan yg sama-sama memiliki efek pengobatan, lalu diracik & dijadikan sebagai ramuan obat herbal. Penyajiannya pun beragam, seperti dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia, atau tablet.
Bahan obat herbal (sumber:www.dekoruma.com)
Bahan obat herbal banyak tumbuh di hutan liar (sumber: https://phinemo.com)
Sebelum memilih mengpakai obat herbal, sebaiknya Anda pelajari dulu asal usul produknya. Pastikan kalau produk obat herbal yg akan dipakai tersebut legal atau memiliki izin edar dari lembaga yg berwenang, seperti Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM). Badan ini merupakan lembaga resmi pemerintah yg bertugas mengawasi peredaran obat-obatan & makanan di Indonesia.
Undang-undang Terkait Obat Tradisional
Menurut Djojosugito (1985), dalam masyarakat tradisional, obat tradisional dikelompokkan jadi dua bagian yaitu obat atau ramuan tradisional & cara pengobatan tradisional. Obat tradisional adalah obat yg turun-temurun dipakai oleh masyarakat untuk mengobati beberapa penyakit tertentu & dapat diperoleh secara bebas di alam.
Saat ini perkembangan pengobatan tradisional sudah sangat pesat, khususnya yg mengpakai obat herbal. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin menjamurnya peredaran obat herbal dengan berbagai merk ditawarkan secara online melalui marketplace. Jika tidak diatur & diawasi peredarannya, bukan mustahil akan menciptakan masyarakat terkecoh karena maraknya peredaran obat herbal palsu atau obat herbal ilegal yg belum memiliki hak edar dari BPOM
Sumber ilustrasi: https://feedmesmart.com/
Pemerintah merasa perlu menciptakan aturan perundang-undangan yg mengatur & mengawasi produksi & peredaran produk-produkobat tradisionalagar masyarakat terhindar dari hal-hal yg dapat menimbulkan masalahkesehatan. Adanya peraturan yg jelas tentu akan memudahkan pemerintah dalam mengawasi peredarannya sehingga masyarakat terlindungi dari praktik-praktik curang yg dilakukan oknum penyelenggara sistem pengobatan tradisional.
Menurut UU Kesehatan RI No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan & Sediaan Farmasi yg dimaksud Sediaan Farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional, & kosmetika. Dalam Undang-undang ini juga disebutkan bahwa hakekat obat atau pengertian obat adalah bahan atau campuran yg diperpakai untuk mendiagnosa, mencegah, mengurangi, menghilangkan atau menyembuhkan penyakit, luka atau kelainan badaniah & mental pada manusia atau hewan, mempercantik badan atau bagian badan manusia.
Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yg berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran & bahan-bahan tersebut yg secara tradisional sudah dipakai untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 246/Menkes/Per/V/1990, tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional & Pendaftaran Obat Tradisional. Namun, dalam perkembangannya obat tradisional kebanyakan berupa campuran yg berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga diketahui denganobat herbal. Khusus untuk Obat herbal terbagi atas tiga tipe yaitu jamu, obat herbal terstandarisasi, & fitofarmaka.
Jamu merupakan bahan obat alam yg sediaannya masih berupa simplisia dimana khasiatnya & keamanannya terbukti secara empiris berdasarkan pengalaman turun-temurun. Ramuan ini dapat disebut jamu apabila sudah dipakai masyarakat melewati 3 generasi.
Obat Herbal Terstandar (OHT) merupakan sediaan obat bahan alam yg keamanan & khasiatnya sudah dibuktikan secara ilmiah dengan uji praklinik. Selain itu, bahan baku yg dipakai juga sudah terstandarisasi.
Fitofarmaka merupakan sediaan obat bahan alam yg khasiat & keamanannya sudah di uji secara praklinik & klinik. Dari uji inilah dapat diketahui kesamaan efek obat pada hewan percobaan & manusia.
Sebuah obat herbal dapat dinyatakan kondusif apabila sudah dibuktikan keamanannya secara ilmiah melalui serangkaian uji klinis. Obat herbal juga harus diuji dosis, cara penggunaan, efektivitas, monitoring efek samping, & interaksinya dengan senyawa obat lain. Fitofarmaka adalah satu-satunya golongan obat herbal yg sudah lulus semua uji praklinis & klinis pada manusia.
SistemPengobatan Tradisional Cina
Pada 2015 lalu, salah seorang ilmuwan pengobatan tradisional Cina, Youyou Tu berhasil meraih penghargaan nobel di bidang kedokteran untuk penemuan obat yg secara signifikan sanggup mengurangi tingkat kematian akibat penyakit malaria. Uniknya, Youyou Tu adalah ilmuwan yg tidak memiliki gelar kedokteran atau ilmu medis lainnya.
Berbeda dengan sistem pengobatan medis secara umum, pengobatan tradisional Cina lebih berfokus pada keterkaitan antara pikiran, tubuh, & jiwa. Bukan melihat pada suatu penyakit atau gejala yg mengisolasi suatu penyakit. Terbukti banyak masyarakat Cina yg berumur panjang. Mereka sangat peduli kepada pola hidup sehat & rajin mengonsumsi obat-obatan tradisional seperti herbal & jamu asli Cina.
Obat-obatan Cina (sumber: Kompas.com)
Dulu, sebelum dunia medis berkembang pesat, masyarakat Cina mengenal tabib sebagai orang yg pakar dalam sistem pengobatan tradisional. Tabiblah yg memeriksa, mendiagnosa, & memberikanobat herbalterhadap pasien yg menderita sakit. Bahkan, hingga kini di Jakarta, masih ada sistempengobatan tradisional Cina. Banyak pasien yg datang untuk berobat. Mereka masih mencariobat tradisionalkarena lebih alami dibanding obat medis & tidak memiliki efek samping yg serius.
Yopimesa Yudi, salah seorang praktisi pengobatan tradisional Cina mengatakan, "Menurut ilmu pengobatan tradisional Cina kuno, ilmu pengobatan yg terbaik adalah obat yg dapat menjaga keseimbangan fungsi organ tubuh atau diketahui dengan Yin Yang Wu Xing. Sekarang diakui oleh ilmu kedokteran di dunia sebagai sistem adaptogen."
Meracik obat (sumber: https://www.businessinsider.com)
Menurut Yudi, adaptogen adalah bahan tidak berbahaya yg mendorong peningkatan ketahanan tubuh untuk melawan racun. Adaptogen singkatan dari adaptasi kepada sel genetik tubuh.
"Jadi simplisia yg dapat berfungsi menormalisasi fungsi organ tubuh, enzim, serta sel dalam tubuh tanpa memberikan efek samping, walau dimakan dalam jumlah banyak. Itu adalah simplisia simplisia terbaik yg dipakai dalam pengobatan tradisional Cina sejak ribuan tahun lalu hingga saat ini," tambah Direktur PTDaun Terataiini menjelaskan.
Mengapa obat herbal yg memiliki sistem adaptogen dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit?
"Menurut ilmu kedokteran & secara logika tidak masuk akal. Simplisia yg memiliki sistem adaptogen harus mengandung kandungan mineral germanium & polisakarida. Germanium berfungsi untuk menormalisi fungsi organ organ tubuh serta keseimbangan seluruh enzim dalam tubuh & polisakarida berfungsi untuk menormalisasi sel dalam tubuh. Keseimbangan fungsi organ, enzim, & sel maka imun tubuh akan meningkat & dapat menyembuhkan penyakit atau menangkal penyakit. Adaptogen hingga saat ini masih terus dalam penelitian ilmuwan di dunia untuk melawan penyakit," pungkas Yudi.
Tips Memilih Obat Herbal
Tidak semua obat herbal yg beredar di pasaran kondusif dipakaii. Mengapa? Karena banyak beredar obat herbal palsu yg tidak direkomendasikan olehBPOM. Bahkan, tidak jarang obat herbal abal-abal tersebut diberi zat kimia yg berbahaya bagikesehatan.
Contoh kasus seperti yg pernah terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat. Seperti diberitakan dari laman kompas.com, Reski Alif (2), balita korban peredaran obat herbal palsu menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (19/5/2018). Alif meninggal dunia pukul 9.30 WITA dalam kondisi sesak napas. Perutnya membengkak & badannya kurus kering.
Alif sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mamuju pada pertengahan Januari 2018. Saat itu, kondisi kesehatan Alif menurun. Badannya kurus setelah mengonsumsi obat herbal tanpa merek. Setelah dirawat dalam beberapa waktu, Alif kemudian menjalani perawatan di rumah atas saran dokter.
Damri, Kakek Alif menceritakan, awalnya orangtua Alif membeliobat herbaldari pedagang keliling seharga Rp 1,2 juta. Saat itu, orangtua Alif tidak memahami apa obat tersebut. Namun, kondisi Alif malah memburuk setelah rutin mengonsumsi obat tersebut.
KapalaBPOM, Mamuju Neti Nurmuliati, sempat memeriksa langsung botol obat yg sudah dikonsumsi Alif. Nurmiati menjelaskan, obat yg diberikan kepada Alif memang palsu karena tidak memiliki nama. Obat tersebut memang mencantumkan nomor registrasi BPOM, tetapi nomor itu hasil menjiplak dari nomor pendaftaran obat herbal lain yg sudah resmi.
"Sejak mengkonsumsi obat herbal palsu, kondisnya tak pernah pulih lagi hingga meninggal dunia," mengatakan Damri.
Berkaitan dengan hal tersebut maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui cara mendeteksi apakah obat herbal tersebut palsu atau asli. Cara mendeteksinya sebagai berikut.
Pertama, kita wajib memeriksa kemasannya. Pastikan kemasan tidak robek, gompal, penyok, berlubang, berkarat, atau bocor. Lalu periksa juga kapan produk tersebut dibuat & kapan tanggal kedaluwarsanya. Pastikan juga ada informasi lain yg terpasang pada label obat herbal, seperti nama obat, nama & alamat pabrik atau distributor, daftar bahan komposisi obat secara lengkap, saran penyajian, dosis, & jumlah bahan aktif, serta nomor izin edar dari BPOM.
Kedua, baca & teliti label kemasannya. Apakah ada kontraindikasi & larangan? Bagaimana cara pakainya yg benar? Apakah ada batasan takaran per harinya? Apa saja bahan aktif yg mungkin terkandung di dalamnya? Produsen obat herbal bertanggung jawab kepada semua informasi yg dipublikasikan sehingga tidak menyesatkan konsumen.
Ketiga, pastikan produk herbal yg harap dibeli memiliki izin edar dari BPOM. Untuk memastikan keasliannya, kita dapat mengecek kebenaran nomor edar yg tercantum di laman http://cekbpom.pom.go.id. Jika mengpakai racikan dari herbalis, pastikan bahwa herbalis tersebut memiliki izin praktik & terdaftar resmi di DinasKesehatan.
Keempat, perhatikan logo golongan obatnya. Berdasarkan ketentuan BPOM,obat tradisionaldibagi jadi 3 kategori, yaitu Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), & Fitofarmaka.
Terakhir, perlu diingat penggunaan produk herbal sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter. Keputusan untuk memilih produk herbal perlu disesuaikan dengan beberapa faktor seperti: efek klinis yg terbukti berkhasiat & didukung oleh bukti dari penelitian yg sesuai standar, efek samping serta risiko penggunaan produk herbal, & kesesuaian harga.
***
Jumari Haryadi Kohar
Penulis, trainer, & motivator
Jumari Haryadi atau biasa disebut J.Haryadi adalah seorang penulis, trainer kepenulisan, & juga seorang motivator. Pria berdarah Kediri (Jawa Timur) & Baturaja (Sumatera Selatan) ini memiliki hobi membaca, menulis, fotografi, & traveling. Suami dari R.Yanty Heryanty ini memilih profesi sebagai penulis karena menulis adalah passion-nya. Bagi J.Haryadi, menulis sudah menyatu dalam jiwanya. Sehari saja tidak menulis, maka dirinya akan merasa ada sesuatu yg tidak lengkap. Oleh sebab itu pria berpostur tinggi 178 Cm ini akan sering berusaha menulis setiap hari untuk memenuhi nutrisi jiwanya yg dahaga kepada ilmu. Dunia menulis sudah dirintisnya secara profesional sejak 2007. Meskipun relatif belum lama, tetapi J.Haryadi sudah berhasil menerbitkan puluhan buku & ratusan artikel buah karyanya. Selain itu, ayah empat anak ini pun sering menolong kliennya menulis buku, baik sebagai editor, co-writer, maupun sebagai ghostwriter. Jika Anda butuh jasa profesionalnya dihidang kepenulisan
Hari ini 21:43
Mengapa banyak orang lari ke pengobatan tradisional dengan mengpakaiobat tradisionalberbahan herbal? Selain karena harganya murah & sudah terbukti khasiatnya, juga relatif kondusif karena tidak mempunyai efek samping yg membahayakan tubuh pemakainya.
Apa yg dimaksud dengan obat tradisional? Menurut lamanhttps://id.wikipedia.org, pengertian obat tradisional adalah obat-obatan yg diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Lalu apa yg dimaksud dengan herbal? Pengertian herbal adalah tanaman atau tumbuhan yg mempunyai manfaat untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit tertentu. Artinya, semua tipe tanaman yg mengandung bahan atau zat aktif yg berguna untuk pengobatan dapat digolongkan sebagai herbal.
Umumnya, bagian tumbuhan yg sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk pengobatan tradisional adalah akar, rimpang, batang, daun, bunga, & buah. Bahan-bahan tersebut dipakai secara tuggal atau sendiri-sendiri maupun dengan cara menggabungkan berbagai tipe tumbuhan yg sama-sama memiliki efek pengobatan, lalu diracik & dijadikan sebagai ramuan obat herbal. Penyajiannya pun beragam, seperti dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia, atau tablet.
Bahan obat herbal (sumber:www.dekoruma.com)
Bahan obat herbal banyak tumbuh di hutan liar (sumber: https://phinemo.com)
Sebelum memilih mengpakai obat herbal, sebaiknya Anda pelajari dulu asal usul produknya. Pastikan kalau produk obat herbal yg akan dipakai tersebut legal atau memiliki izin edar dari lembaga yg berwenang, seperti Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM). Badan ini merupakan lembaga resmi pemerintah yg bertugas mengawasi peredaran obat-obatan & makanan di Indonesia.
Undang-undang Terkait Obat Tradisional
Menurut Djojosugito (1985), dalam masyarakat tradisional, obat tradisional dikelompokkan jadi dua bagian yaitu obat atau ramuan tradisional & cara pengobatan tradisional. Obat tradisional adalah obat yg turun-temurun dipakai oleh masyarakat untuk mengobati beberapa penyakit tertentu & dapat diperoleh secara bebas di alam.
Saat ini perkembangan pengobatan tradisional sudah sangat pesat, khususnya yg mengpakai obat herbal. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin menjamurnya peredaran obat herbal dengan berbagai merk ditawarkan secara online melalui marketplace. Jika tidak diatur & diawasi peredarannya, bukan mustahil akan menciptakan masyarakat terkecoh karena maraknya peredaran obat herbal palsu atau obat herbal ilegal yg belum memiliki hak edar dari BPOM
Sumber ilustrasi: https://feedmesmart.com/
Pemerintah merasa perlu menciptakan aturan perundang-undangan yg mengatur & mengawasi produksi & peredaran produk-produkobat tradisionalagar masyarakat terhindar dari hal-hal yg dapat menimbulkan masalahkesehatan. Adanya peraturan yg jelas tentu akan memudahkan pemerintah dalam mengawasi peredarannya sehingga masyarakat terlindungi dari praktik-praktik curang yg dilakukan oknum penyelenggara sistem pengobatan tradisional.
Menurut UU Kesehatan RI No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan & Sediaan Farmasi yg dimaksud Sediaan Farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional, & kosmetika. Dalam Undang-undang ini juga disebutkan bahwa hakekat obat atau pengertian obat adalah bahan atau campuran yg diperpakai untuk mendiagnosa, mencegah, mengurangi, menghilangkan atau menyembuhkan penyakit, luka atau kelainan badaniah & mental pada manusia atau hewan, mempercantik badan atau bagian badan manusia.
Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yg berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran & bahan-bahan tersebut yg secara tradisional sudah dipakai untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 246/Menkes/Per/V/1990, tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional & Pendaftaran Obat Tradisional. Namun, dalam perkembangannya obat tradisional kebanyakan berupa campuran yg berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga diketahui denganobat herbal. Khusus untuk Obat herbal terbagi atas tiga tipe yaitu jamu, obat herbal terstandarisasi, & fitofarmaka.
Jamu merupakan bahan obat alam yg sediaannya masih berupa simplisia dimana khasiatnya & keamanannya terbukti secara empiris berdasarkan pengalaman turun-temurun. Ramuan ini dapat disebut jamu apabila sudah dipakai masyarakat melewati 3 generasi.
Obat Herbal Terstandar (OHT) merupakan sediaan obat bahan alam yg keamanan & khasiatnya sudah dibuktikan secara ilmiah dengan uji praklinik. Selain itu, bahan baku yg dipakai juga sudah terstandarisasi.
Fitofarmaka merupakan sediaan obat bahan alam yg khasiat & keamanannya sudah di uji secara praklinik & klinik. Dari uji inilah dapat diketahui kesamaan efek obat pada hewan percobaan & manusia.
Sebuah obat herbal dapat dinyatakan kondusif apabila sudah dibuktikan keamanannya secara ilmiah melalui serangkaian uji klinis. Obat herbal juga harus diuji dosis, cara penggunaan, efektivitas, monitoring efek samping, & interaksinya dengan senyawa obat lain. Fitofarmaka adalah satu-satunya golongan obat herbal yg sudah lulus semua uji praklinis & klinis pada manusia.
SistemPengobatan Tradisional Cina
Pada 2015 lalu, salah seorang ilmuwan pengobatan tradisional Cina, Youyou Tu berhasil meraih penghargaan nobel di bidang kedokteran untuk penemuan obat yg secara signifikan sanggup mengurangi tingkat kematian akibat penyakit malaria. Uniknya, Youyou Tu adalah ilmuwan yg tidak memiliki gelar kedokteran atau ilmu medis lainnya.
Berbeda dengan sistem pengobatan medis secara umum, pengobatan tradisional Cina lebih berfokus pada keterkaitan antara pikiran, tubuh, & jiwa. Bukan melihat pada suatu penyakit atau gejala yg mengisolasi suatu penyakit. Terbukti banyak masyarakat Cina yg berumur panjang. Mereka sangat peduli kepada pola hidup sehat & rajin mengonsumsi obat-obatan tradisional seperti herbal & jamu asli Cina.
Obat-obatan Cina (sumber: Kompas.com)
Dulu, sebelum dunia medis berkembang pesat, masyarakat Cina mengenal tabib sebagai orang yg pakar dalam sistem pengobatan tradisional. Tabiblah yg memeriksa, mendiagnosa, & memberikanobat herbalterhadap pasien yg menderita sakit. Bahkan, hingga kini di Jakarta, masih ada sistempengobatan tradisional Cina. Banyak pasien yg datang untuk berobat. Mereka masih mencariobat tradisionalkarena lebih alami dibanding obat medis & tidak memiliki efek samping yg serius.
Yopimesa Yudi, salah seorang praktisi pengobatan tradisional Cina mengatakan, "Menurut ilmu pengobatan tradisional Cina kuno, ilmu pengobatan yg terbaik adalah obat yg dapat menjaga keseimbangan fungsi organ tubuh atau diketahui dengan Yin Yang Wu Xing. Sekarang diakui oleh ilmu kedokteran di dunia sebagai sistem adaptogen."
Meracik obat (sumber: https://www.businessinsider.com)
Menurut Yudi, adaptogen adalah bahan tidak berbahaya yg mendorong peningkatan ketahanan tubuh untuk melawan racun. Adaptogen singkatan dari adaptasi kepada sel genetik tubuh.
"Jadi simplisia yg dapat berfungsi menormalisasi fungsi organ tubuh, enzim, serta sel dalam tubuh tanpa memberikan efek samping, walau dimakan dalam jumlah banyak. Itu adalah simplisia simplisia terbaik yg dipakai dalam pengobatan tradisional Cina sejak ribuan tahun lalu hingga saat ini," tambah Direktur PTDaun Terataiini menjelaskan.
Mengapa obat herbal yg memiliki sistem adaptogen dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit?
"Menurut ilmu kedokteran & secara logika tidak masuk akal. Simplisia yg memiliki sistem adaptogen harus mengandung kandungan mineral germanium & polisakarida. Germanium berfungsi untuk menormalisi fungsi organ organ tubuh serta keseimbangan seluruh enzim dalam tubuh & polisakarida berfungsi untuk menormalisasi sel dalam tubuh. Keseimbangan fungsi organ, enzim, & sel maka imun tubuh akan meningkat & dapat menyembuhkan penyakit atau menangkal penyakit. Adaptogen hingga saat ini masih terus dalam penelitian ilmuwan di dunia untuk melawan penyakit," pungkas Yudi.
Tips Memilih Obat Herbal
Tidak semua obat herbal yg beredar di pasaran kondusif dipakaii. Mengapa? Karena banyak beredar obat herbal palsu yg tidak direkomendasikan olehBPOM. Bahkan, tidak jarang obat herbal abal-abal tersebut diberi zat kimia yg berbahaya bagikesehatan.
Contoh kasus seperti yg pernah terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat. Seperti diberitakan dari laman kompas.com, Reski Alif (2), balita korban peredaran obat herbal palsu menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (19/5/2018). Alif meninggal dunia pukul 9.30 WITA dalam kondisi sesak napas. Perutnya membengkak & badannya kurus kering.
Alif sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mamuju pada pertengahan Januari 2018. Saat itu, kondisi kesehatan Alif menurun. Badannya kurus setelah mengonsumsi obat herbal tanpa merek. Setelah dirawat dalam beberapa waktu, Alif kemudian menjalani perawatan di rumah atas saran dokter.
Damri, Kakek Alif menceritakan, awalnya orangtua Alif membeliobat herbaldari pedagang keliling seharga Rp 1,2 juta. Saat itu, orangtua Alif tidak memahami apa obat tersebut. Namun, kondisi Alif malah memburuk setelah rutin mengonsumsi obat tersebut.
KapalaBPOM, Mamuju Neti Nurmuliati, sempat memeriksa langsung botol obat yg sudah dikonsumsi Alif. Nurmiati menjelaskan, obat yg diberikan kepada Alif memang palsu karena tidak memiliki nama. Obat tersebut memang mencantumkan nomor registrasi BPOM, tetapi nomor itu hasil menjiplak dari nomor pendaftaran obat herbal lain yg sudah resmi.
"Sejak mengkonsumsi obat herbal palsu, kondisnya tak pernah pulih lagi hingga meninggal dunia," mengatakan Damri.
Berkaitan dengan hal tersebut maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui cara mendeteksi apakah obat herbal tersebut palsu atau asli. Cara mendeteksinya sebagai berikut.
Pertama, kita wajib memeriksa kemasannya. Pastikan kemasan tidak robek, gompal, penyok, berlubang, berkarat, atau bocor. Lalu periksa juga kapan produk tersebut dibuat & kapan tanggal kedaluwarsanya. Pastikan juga ada informasi lain yg terpasang pada label obat herbal, seperti nama obat, nama & alamat pabrik atau distributor, daftar bahan komposisi obat secara lengkap, saran penyajian, dosis, & jumlah bahan aktif, serta nomor izin edar dari BPOM.
Kedua, baca & teliti label kemasannya. Apakah ada kontraindikasi & larangan? Bagaimana cara pakainya yg benar? Apakah ada batasan takaran per harinya? Apa saja bahan aktif yg mungkin terkandung di dalamnya? Produsen obat herbal bertanggung jawab kepada semua informasi yg dipublikasikan sehingga tidak menyesatkan konsumen.
Ketiga, pastikan produk herbal yg harap dibeli memiliki izin edar dari BPOM. Untuk memastikan keasliannya, kita dapat mengecek kebenaran nomor edar yg tercantum di laman http://cekbpom.pom.go.id. Jika mengpakai racikan dari herbalis, pastikan bahwa herbalis tersebut memiliki izin praktik & terdaftar resmi di DinasKesehatan.
Keempat, perhatikan logo golongan obatnya. Berdasarkan ketentuan BPOM,obat tradisionaldibagi jadi 3 kategori, yaitu Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), & Fitofarmaka.
Terakhir, perlu diingat penggunaan produk herbal sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter. Keputusan untuk memilih produk herbal perlu disesuaikan dengan beberapa faktor seperti: efek klinis yg terbukti berkhasiat & didukung oleh bukti dari penelitian yg sesuai standar, efek samping serta risiko penggunaan produk herbal, & kesesuaian harga.
***
Jumari Haryadi Kohar
Penulis, trainer, & motivator
Jumari Haryadi atau biasa disebut J.Haryadi adalah seorang penulis, trainer kepenulisan, & juga seorang motivator. Pria berdarah Kediri (Jawa Timur) & Baturaja (Sumatera Selatan) ini memiliki hobi membaca, menulis, fotografi, & traveling. Suami dari R.Yanty Heryanty ini memilih profesi sebagai penulis karena menulis adalah passion-nya. Bagi J.Haryadi, menulis sudah menyatu dalam jiwanya. Sehari saja tidak menulis, maka dirinya akan merasa ada sesuatu yg tidak lengkap. Oleh sebab itu pria berpostur tinggi 178 Cm ini akan sering berusaha menulis setiap hari untuk memenuhi nutrisi jiwanya yg dahaga kepada ilmu. Dunia menulis sudah dirintisnya secara profesional sejak 2007. Meskipun relatif belum lama, tetapi J.Haryadi sudah berhasil menerbitkan puluhan buku & ratusan artikel buah karyanya. Selain itu, ayah empat anak ini pun sering menolong kliennya menulis buku, baik sebagai editor, co-writer, maupun sebagai ghostwriter. Jika Anda butuh jasa profesionalnya dihidang kepenulisan
Hari ini 21:43