• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hati-Hati, Cemas Bikin Cepat Tua

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
APAKAH Anda sering merasa sangat cemas atau mengkhawatirkan suatu hal secara berlebihan? Jika ya, segeralah ubah kebiasaan tersebut. Pasalnya, terlalu cemas atau merasa khawatir mempercepat proses penuaan.

Ya, sebuah studi terbaru menemukan hubungan antara rasa cemas dan sebuah fobia pada telomere. Telomere merupakan penutup pada ujung kromosom yang melindungi materi genetik dari kerusakan.

"Banyak orang bertanya-tanya apakah stres bisa mempercepat penuaan atau tidak. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bentuk stres psikologis, fobia kecemasan, dengan mekanisme penuaan itu sendiri," tutur Dr. Olivia Okereke dari Brigham and Women's Hospital di Boston, seperti dikutip dari My Health News Daily, Rabu (25/7/2012).

Semakin tua, biasanya telomere seseorang semakin pendek. Di antara sebagian orang pada usia yang sama, telomere yang memendek juga sering dikaitkan dengan risiko kanker, serangan jantung, demensia, dan risiko kematian yang lain.

Meskipun demikian, peneliti menyebutkan studi mereka hanya menyebutkan hubungan, bukan sebab akibat, dan ada kemungkinan bahwa orang dengan telomere pendek umumnya telah mengalami stres yang sama.

Okereke dan tim peneliti lain menganalisis informasi dari 5.243 wanita berusia 42-69 tahun. Untuk memeriksa fobia kecemasan para wanita itu, peneliti memberikan berbagai pertanyaan seperti, “Apakah Anda tidak punya alasan saat takut ketinggian?” dan “Apakah Anda suka panik di tengah keramaian?”

Dari hasil pertanyaan tersebut, peneliti menemukan hubungan antara nilai tertinggi dalam kuesioner dengan telomere yang lebih pendek.

Perbedaan panjang telomere pada wanita yang disebabkan karena fobia bisa dibandingkan dengan dua telomere wanita normal yang terpaut usia enam tahun.

Studi yang telah dilaporkan dalam jurnal PLoS ONE ini pun bahkan mempertimbangkan gaya hidup koresponden, seperti merokok, BMI, kekuatan fisik, dan usia ayah saat mereka dilahirkan. Hanya masalah pengalaman depresi yang tidak ikut dihitung dalam penelitian karena dianggap bisa memengaruhi hasil studi.
ZjH1J.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.