Florentina
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 3755
- Sejak
- 26 Jul 2006
- Pesan
- 1.160
- Nilai reaksi
- 156
- Poin
- 63
Hi temen-temen, kita semuakan tau nih, menggunakan toilet duduk. Penting buat yang kebelet mau (maaf: buang air) pakai toilet duduk!! Jika temen-temen menemukan laba-laba Telamo nia Bergaris. Ukuran laba-laba ini sangat kecil banget, sebesar biji jagung dan warnanya sangat unik.
Tiga wanita di Jakarta masuk rumah sakit dalam selang waktu 5 hari, semua dengan gejala yang sama: demam, kedinginan, dan muntah-muntah diikuti oleh otot yang mati rasa, kelumpuhan dan akhirnya kematian, dari luar tak terlihat tanda-tanda trauma. Hasil otopsi menunjukkan kandungan racun dalam darah dan ada luka tusukan di pantat kanannya.
Belakangan diketahui bahwa mereka telah mengunjungi salah satu Restoran yang sama di salah satu Restoran di Jakarta menjelang hari kematian mereka. Depkes langsung menutup Restoran tersebut untuk keperluan penyelidikan. Makanan, air dan sistem AC semua diperiksa tanpa ada hasil. Titik terang muncul ketika pelayan Restoran tersebut dibawa ke Rumah Sakit dan mengatakan bahwa ketiga wanita tersebut tidak makan atau minum selagi di sana, hanya menggunakan toilet.
Saat itulah seorang Toksikolog teringat pada sebuah artikel yang pernah dia baca, pergi ke restoran tersebut, masuk ke dalam kamar mandinya, dan mengangkat dudukan toiletnya... Di bawah kursi tak terlihat pandangan mata, ada seekor laba-laba kecil. Si laba-laba ditangkap dan dibawa kembali ke laboratorium dan di sana diketahui bahwa makhluk tersebut adalah Telamo nia Bergaris Strip Dua / Two-stripped Telamo nia (Telamo nia Dimidiata), dinamakan begitu karena warna dagingnya yang merah.
Bisa laba-laba ini sangat beracun tapi butuh beberapa hari sebelum memunculkan efeknya. Laba-laba ini hidup di tempat-tempat dingin, iklim yang lembab dan dudukan toilet merupakan atmosfer yang sempurna.
Jadi tolong, sebelum memakai toilet duduk angkatlah dudukannya untuk memeriksa apakah ada laba-laba atau tidak.
Tiga wanita di Jakarta masuk rumah sakit dalam selang waktu 5 hari, semua dengan gejala yang sama: demam, kedinginan, dan muntah-muntah diikuti oleh otot yang mati rasa, kelumpuhan dan akhirnya kematian, dari luar tak terlihat tanda-tanda trauma. Hasil otopsi menunjukkan kandungan racun dalam darah dan ada luka tusukan di pantat kanannya.
Belakangan diketahui bahwa mereka telah mengunjungi salah satu Restoran yang sama di salah satu Restoran di Jakarta menjelang hari kematian mereka. Depkes langsung menutup Restoran tersebut untuk keperluan penyelidikan. Makanan, air dan sistem AC semua diperiksa tanpa ada hasil. Titik terang muncul ketika pelayan Restoran tersebut dibawa ke Rumah Sakit dan mengatakan bahwa ketiga wanita tersebut tidak makan atau minum selagi di sana, hanya menggunakan toilet.
Saat itulah seorang Toksikolog teringat pada sebuah artikel yang pernah dia baca, pergi ke restoran tersebut, masuk ke dalam kamar mandinya, dan mengangkat dudukan toiletnya... Di bawah kursi tak terlihat pandangan mata, ada seekor laba-laba kecil. Si laba-laba ditangkap dan dibawa kembali ke laboratorium dan di sana diketahui bahwa makhluk tersebut adalah Telamo nia Bergaris Strip Dua / Two-stripped Telamo nia (Telamo nia Dimidiata), dinamakan begitu karena warna dagingnya yang merah.
Bisa laba-laba ini sangat beracun tapi butuh beberapa hari sebelum memunculkan efeknya. Laba-laba ini hidup di tempat-tempat dingin, iklim yang lembab dan dudukan toilet merupakan atmosfer yang sempurna.
Jadi tolong, sebelum memakai toilet duduk angkatlah dudukannya untuk memeriksa apakah ada laba-laba atau tidak.




