• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Haruskah Mengikuti Opini Mayoritas ?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Haruskah Mengikuti Opini Mayoritas ?

Ilustrasi orang bingung | google.com​

SAHABATKASKUS - Terkadang opini yg ada pada sekelompok orang bertentangan dengan opini pribadi,

Walaupun sudah merasa berpendapat yg benar, namun pendapat yg benar itu dianggap sesuatu yg bodoh atau hal yg menggangu menurut pendapat sekelompok orang.

Pada kondisi seperti itulah muncul pemikiran haruskah mengikuti pendapat sekelompok orang, supaya dapat diterima dikelompok tersebut serta tidak dipandang sebagai pribadi yg aneh.

Melalui thread ini ane mengajak agan & sista sekalian mempelajari & menanggapi beberapa kisah yg pernah ane alami. Cikedot kita mulai dari yg pertamax.

1​

Haruskah Mengikuti Opini Mayoritas ?

Ilustrasi bahu jalan | google.com​

Pernah suatu ketika teman ane bicara mengenai apa yg terjadi pada dirinya hari itu.
Dia bercerita didepan ane & beberapa teman lainnya, kalau dia hendak naik dari bahu jalan (kondisi bahu jalan sangat rendah dibanding jalan) ke jalan, lalu dia dikejutkan oleh klakson kendaraan yg berada diatas jalan (sedang melaju lurus pada jalur), teman tersebut merasa kalau dari bahu jalan naik ke jalan tidak perlu perhatikan pengendara yg diatas jalan.
Kemudian ane tanyakan pada teman tersebut, apa yg jadi dasar bahwa pendapat dia benar, teman tersebut berpendapat bahwasanya semestinya yg mau naik kejalan (dari bahu jalan) harusnya didahulukan, dengan dasar bahwa kalau mau naik kejalan tersebut lebih sulit, sementara yg berada dijalan kan tidak sulit, dia berpendapat seperti itu.
Lalu ane berikan pendapat semestinya yg berada dijalanlah yg didahulukan sebab mereka dalam keadaan fokus pada kecepatannya & justru kalau ada gangguan tiba tiba dari arah badan jalan maka itu berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Namun pada akhirnya seluruh yg mendengar cerita tersebut tidak setuju dengan pendapat ane, kebanyakan dari mereka berpendapat yg dari bahu jalan lebih sulit naik kejalan kalau yg dijalan kan enak apalagi mobil.
Dalam hal ini bagaimana pendapat dari agan & sista ?

2​

Haruskah Mengikuti Opini Mayoritas ?

Ilustrasi persimpangan traffic light | google.com​

Kejadian ini ane alami saat berada di persimpangan empat, sebelumnya ane cerita dulu soal persimpangan tersebut.
Persimpangan tersebut pada jam jam tertentu sering terjadi kemacetan, hal itu disebabkan oleh karena tidak adanya rambu rambu berupa lampu lalulintas di persimpangan tersebut.
Setiap ane liwat dipersimpangan tersebut, sering merasa ini persimpangan harus diberi lampu lalulintas sebab persimpangan itu adalah pertemuan dari 3 jalur utama, sehingga pada waktu tertentu jadi macet dikarenakan masing masing merasa berhak didahulukan.
Singkat cerita, akhirnya persimpangan tersebut dipasang lampu lalulintas.
Wah bakal lancar nih persimpangan & sudah sewajarnya lah itu dipasang menurut pendapat ane.
Ternyata pendapat itu salah, saat lampu merah ane berhenti, langsung aja pengendara dibelakang pada ribut & bunyiin klakson, teriak supaya jalan.
Sempat ane balas teriakan mereka dengan berkata bahwa sedang menyala lampu merah.
Justru pada berkata kalau ane bodoh dari dulu tidak ada lampu lalulintas, & dianggap kalau sudah mengganggu jalan mereka.
Akhirnya ane mengalah menerobos lampu lalulintas tersebut.
Dan uniknya tak berapa lama setelah kejadian tersebut si lampu lalulintas pun mengalah, hingga hari ini sang lampu lalulintas sudah tak menyala lagi.
Dalam hal ini bagaimana pendapat agan & sista ?

3

Haruskah Mengikuti Opini Mayoritas ?

Yamaha rx125 twin | Kompas.com​

Ada teman ane yg hobby otomotif, dia bercerita didepan ane & teman teman kalau di jaman dulu (sekitar tahun 1980) di indonesia sudah ada yg namanya mesin twin (dua piston), & dia pernah lihat kepunyaan kerabatnya dengan merk yamahmud rx125 twin.
Karena ane tak tau diam aja, tetapi buka gugle & setelah mencari ternyata emang ada yamahmud rx125 twin tersebut.
Namun reaksi teman lainnya justru beda, mereka berpendapat sesuai yg mereka ketahui soal yamahmud RX.
Akhirnya pada debat tuh, walau seperti biasa yg sendirian bakal diserang habis hadapatn, & benar saja akhirnya teman itu diam seribu bahasa.
Ane berpikir ternyata apabila seorang yg mengetahui sesuatu berada pada tempat mayoritas orang yg tak tau, maka seorang yg mengetahui itu justru dianggap sibodoh yg mengada ada.
Bagaimana pendapat agan & sista dalam hal ini ?

Begitu banyak hal hal yg kita anggap sudah sesuai dengan keadaan ataupun aturan yg benar namun dianggap salah oleh kebanyakan orang, bagikan juga pengalaman agan & sista serta komentarnya atas 3 kisah yg saya alami.

Bukan untuk menyebutkan bahwa diri pribadi lebih benar, tetapi sebagai tolak ukur bagaimana cara pandang orang orang kebanyakan yg berada diluar lingkungan hidup ane.
Mungkin orang orang dilingkungan ane yg emang sedikit aneh, atau ane yg aneh.
emoticon-Ngakak



Terimakasih atas kunjungannya & komentar serta pengalaman yg dibagikan di kolom komentar.
emoticon-Bingung
emoticon-Bingung
emoticon-Bingung


Berdasarkan opini/pengalaman pribadi
pic:gugle​
Hari ini 12:54
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.