yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Antrean panjang hingga memakan waktu satu jam sampai dua jam tidak bisa dihindari. Sistem buka tutup yang dilakukan tidak menyelesaikan masalah. Itu yang terjadi sampai November 2014.
Kurangnya persiapan dan perencanaan yang matang mengakibatkan kerugian bagi pengguna jalan dan pelaku usaha.
Belum lagi dampak dari kemacetan tersebut yaitu penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat kendaraan antre berjam-jam. Belum juga dari sisi waktu yang terbuang sia-sia.
Pengiriman barang tertunda dan lain sebagainya. "Coba kalau ada jembatan darurat atau jembatan sementara yang disiapkan oleh kontraktor atau Pemerintah Daerah, sehingga tidak sampai ada antrean panjang dan kemacetan," kata Abdillah Sueb, warga Lamongan, saat menunggu antrean melintas di jembatan tersebut, Minggu (24/5/2015).
Jembatan cadangan atau jembatan sementara tersebut, dampaknya tidak banyak pengguna jalan yang dirugikan.
"Bayangkan, dua jam kendaraan tidak bergerak. Berapa waktu yang terbuang, berapa ratus liter BBM yang terbuang sia-sia. Dampak pembangunan tidak bisa dihindari tapi jika bisa diperkecil dampak itu, kan tidak masalah. Biarpun anggaran membengkak. Toh yang untung juga kontraktor juga kan?" katanya.
Cara lain yang dilakukan pengendara mobil untuk menghemat BBM dengan cara mematikan mesin. Rata-rata pengguna mobil tidak mau kepanasan dengan mematikan pendingin mobil.
"Ya itu penyelesaiannya, harus dibuatkan jembatan cadangan. Tidak repotkan, sampingnya jembatan dibuatkan membentang besi baja. Sudah selesai. Itu jika Pemerintah Daerahnya peduli, tidak hanya menyetujui adanya perbaikan. Tapi dampaknya juga diperhatikan to," katanya.
Sementara itu petugas proyek jembatan yang menjaga buka tutup kendaraan melintas memang mengatakan tidak membatasi waktu bagi kendaraan melintas.
"Tidak ada batasan waktu untuk sistem buka tutup. Kendaraan habis ya baru ditutup. Baru satunya dibuka," kata petugas proyek yang tidak mau menyebutkan namanya.
Tingginya arus kendaraan yang melintas di Jl Raya Manyar, yang merupakan banyak kendaraan truk memuat tanah uruk, mobil pribadi dan kendaraan roda dua, menjadikan antrean melintas di jembatan menjadi berjam-jam.
Walaupun Bupati Gresik Sambari Halim Radianto sudah memberikan himbauan agar pengendara yang tidak begitu penting tidak perlu melewati Jl Raya Manyar.
“Hanya kendaraan truk 3/4 dengan lebar kendaraan 2,3 meter yang masih bisa ditoleransi melintasi jalan pantura antara Manyar dan Bungah. untuk menghindari kemacetan. Sebaiknya pengendara mencari jalan alternative lain, kecuali memang sangat perlu untuk melintas disana atau punya tujuan kesana” kata Sambari.