• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hari Pertama Sekolah, Malah Bikin Maslah!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
SATU

(Lanjutan)​


Bel masuk sudah terdengar 15 menit lalu, namun beberapa kelas masih belum penuh, penyebabnya tidak lain karena hujan yg baru saja turun.

"Tolong sapu habis airnya, nanti bapak tergelincir!" kritik seorang guru kepada regu piket.

Guru tersebut akhirnya masuk kedalam setelah lantai sudah benar-benar kering, begitupun dengan ruang kelas yg sudah dipenuhi semua murid menciptakan suasana sedikit gaduh.

Seketika kelas hening saat guru tersebut masuk & memulai percakapan, "Assalamualaikum ... Selamat pagi!" sapa guru itu dengan semangat.

"Pagi! Pagi! Pagi!" jawab murid kompak penuh semangat.

"Anak-anak, kita kedatangan murid baru, silahkan perkenalan dulu." pinta pak guru.

Tanpa basa-basi pemuda yg masuk bersama guru tersebut langsung berbicara untuk memperkenalkan diri, "Hai guys, my name is- eh sorry maksudnya, Perkenalkan nama saya El-Reno Ramadhiano panggil aja Reno. Saya pindahan dari Jakarta."

Pipinya memerah, Ia tersipu malu karena sudah mengenalkan dirinya dengan bahasa Inggris, maklum Ia masih terbiasa dengan kultur sekolahnya yg dulu.

"Sebelum duduk, ada yg mau bertanya?" sahut guru itu.

Tak satupun murid yg hendak bertanya, namun seorang gadis berambut panjang mengacungkan tanganya penuh semangat, dengan paras datar. Menyebabkan jantung Reno berdegup kencang, bukan karena takut, melainkan masih malu-malu untuk berkata banyak.

"Salsa, silahkan bertanya" mengatakan guru itu.

"Oh... salsa" batin Reno sambil mengangguk.

"Aa Tampan, lo punya jam tangan kan?" tanya gadis itu aneh.

"Punya." jawab Reno singkat.

"Terus tadi kenapa kesiangan? Ngehambat peljaran tahu!" Ujar Salsa sedikit memojokkan.

"Di jalan huj-"

"Gue tahu kok, makannya pak Ferri masuknya telat, baru masuk aja udah telat." sambungnya.

beberapa orang berkata,"Cie ... Perhatian."

Reno menjawab, "Tadi Huj-"

"Alah ... alesan lo" potong Salsa.

"Lo gak lih-"

"Yasudah Reno, anda duduk saja." Akhirnya guru itu mengakhiri percakapan mereka berdua.

"Dimana pak?" tanya reno sopan.

"Euh ... -berpikir- Azril, pindah kebelakang, biar Reno yg duduk disitu.

"Ashiaappp" tanggap Azril senang.

Reno akhirnya duduk di bangku yg tepat bersebelahan dengan Salsa, pandangannya terpaku pada Salsa yg masih menampilkan raut benci, Reno bingung ada masalah apa Ia denganya. tetapi pandangannya kini beralih saat Pak Ferri memulai pembelajaran.

"Baik, Anak-anak. Sebelumnya bapak minta maaf kalau datangnya sedikit ngaret, -melirik Salsa yg sedang mengikuti ucapannya tanpa suara- karena harus menunggu Reno di kantor. Sebagai wali kelas bapak harus bertanggung jawab, kita akan belajar dengan penambahan waktu sesuai lamanya waktu ngaret, seperti yg dulu pernah bapak katakan."

Beberapa orang ada yg merespon senang, ada juga yg merespon 'Yahh ... gegara si Salsa nih.' ada juga yg menganngguk-angguk seperti Reno.

"Sekarang, keluarkan buku catatan Kimia kalian, kemudian perhatikan Bapak kedepan." pintanya

Kelas kembali gaduh ketika semua murid membuka tasnya, Reno heran kenapa kelas IPA seberisik ini, berbeda dengan kelas IPA pada umumnya.

"Ngambilnya pake tangan, bukan pake suara!" bentak guru itu.

Kelas kembali hening, semua murid sudah mengeluarkan buku catatannya. Sedangkan guru itu sedang mengambil spidol, lalu mendekat ke papan tulis & menuliskan sebuah judul "ALKALI"

"Anak-anak, buka halaman 57, hari ini kita akan belajar materi Bab 3 tentang Unsur Golongan Utama yaitu Alkali, kemarin bapak suruh kalian baca dirumah, sekarang siapa yg mau menjelaskan terlebih dahulu?" tanya pak Ferri.

Semua murid clingak-clinguk kanan kiri, tidak ada satupun yg mau menjelaskan, hingga akhirnya seseorang berkata.

"Tunjuk saja si anak baru Pak, sekalian jadi hukumannya karena sudah masuk telat!" Lagi-lagi Salsa bersuara & meminta guru itu menunjuk Reno, memangnya dia siapa?

"Baik kalau begitu ... Reno, silahkan kedepan, anda sudah belajar kan?"

Ia terkejut, batinnya berkata, "why must me?" Reno menggeleng heran, untungnya Ia pernah mempelajari materi tersebut, dengan malu-malu akhirnya Ia maju ke depan untuk menjelaskan.

"Oke Fine- eh, baik sebelumnya apa kabar teman-teman, semoga sehat selalu. -beberapa orang menyapanya dengan senyuman- Langsung saja ya. Setahu saya Alkali itu zat logam yg sangat reaktif, khususnya dengan air. Dalam SPU Alkali terdapat di golongan 1A yg warnanya putih dan-"

"Maaf pak guru yg so tampan, Eh- kalau boleh nanya seberapa reaktif alkali itu?" potong Salsa dengan senyuman licik.

"Husss!" Pak Ferri merespon.

Tiba-tiba Salsa memotong penjelasan & bertanya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Ada apa dengan gadis ini, sikapnya sangat tidak sopan, bawaanya bikin Illfeel Reno saja, padahal Ia baru saja mengenalnya.

"Tunggu tanggal maninya!" Batin Reno, memandang kesal Salsa, Salsa pun membalasnya dengan tatapan antagonisnya.

"Sereaktif sayangku padamu Sal, tetapi kamunya gak peka!" jawab Azril ngasal.

"Bucin Lo!" balas Salsa kesal sambil membanting penghapus ke sumber suara, Azril menghindar sambil terkekeh.

"Sudah-sudah, anda ini Zril ... Zril ... sering saja begitu. Kamu juga Salsa, kebiasaan suka motong omongan orang. Yasudah, Ren, Silahkan dijawab pertanyaanya." pinta pak Ferri dengan raut kesal.

"Contohnya, tangan kita kan ngandung air .... nah zat Alkali ini gak boleh dipegang langsung. Karena seperti tadi zat ini mudah reaktif dengan air, efeknya mungkin dapat saja tangan kita iritasi"

"Ohhh ...." Salsa membelalakan matanya dengan paras cerewet.

Reno kembali membalas tatapannya sebal, begitupun salsa yg tersenyum mengejek, gadis itu memang menyebalkan ya.

"Anak-anak, bagaimana, sudah jelas?" tanya guru itu.

Semua menjawab, "Jelas pak ...."

"Baik, sekarang anda duduk Reno, biar bapa yg melanjutkan." pintanya.

Kini giliran guru itu yg menjelaskan, Reno lega, akhirnya Ia dapat fokus belajar.

Tapi, sejujurnya Reno sangat kesal hari ini, Ia tidak yakin kedepannya bagaimana, apakah Reno akan bertahan dengan gadis annoying itu, akankah gadis itu terus menganggu, atau malah jadi sesesorang yg special bagi Reno?

Baca selengkapnya di sini :
https://my.w.tt/lia3kAZVccb Hari ini 17:35
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.