Di Semarang melalui kampanye penukaran 1 kaleng cat Dulux yang tidak terpakai dengan 1 pohon. Melalui kegiatan Dulux Eco Creativecity Dulux berhasil menyumbangkan 2000 pohon trembesi yang di tanamkan di 16 Kecamatan di Semarang. Penanaman pohon ini masih dalam rangka memperingati Lingkungan Hidup yang juga turut dihadiri oleh Bapak Walikota Semarang Drs. H Soemarmo HS M.Si.
Seremonial Dulux Eco Creativecity sebagai puncak dari keseluruhan program Dulux Eco Creativecity yang telah berlangsung sejak May-Juni lalu; diadakan pada tanggal 19 Juni lalu dan bertajuk "Bertindak Sekarang Hijaukan Semarang” ini merupakan ajakan Dulux kepada masyarakat Semarang untuk meningkatkan rasa cinta lingkungan. Seremonial ini diawali dengan kegiatan gowes bareng oleh bapak Walikota dan jajaran Dulux serta masyarakat.
Bertempat di Taman Mentri Supeno (dulunya dikenal dengan nama "Taman KB") ini, Dulux juga menampilkan stand Pameran Eco Creative yang memamerkan hasil karya anak negeri yang kreatif dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Universitas, serta BLH Semarang. Sebut saja pemanfaatan energi panas yang berasal dari buah labu dimana 8 potongan labu air berukuran 5 centimeter dapat menghasilkan listrik 4,2 volt dan mampu menghidupkan Lampu LED. WOW! Ini dapat menjadi alternatif energi.
Yang lebih mencengangkan ternyata Pembangkit Listrik Tenaga Labu (PLTL) ini diperkenalkan oleh insan-insan muda siswa dari SMP Nasima! Terdapat juga kreasi pemanfaatan limbah kulit jagung, kulit bawang, botol mineral, kertas koran, stick es krim menjadi berbagai macam hiasan. Karya daur ulang sampah ini dapat memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Masyarakat dan juga para pencinta sepeda ramai menghadiri acara ini yang meriah dengan berbagai stand makanan. Tak lupa juga terdapat acara hiburan yang semakin membuat semarak suasana.
Sebuah band perkusi dimana peralatan perkusinya terbuat dari Kaleng bekas cat Dulux mengawali acara hiburan kemudian dilanjutkan dengan penampilan The Dance Company dengan lagunya "Papa Rock N Roll", atau yang lebih dikenal "Papa gak pulang beibeh". Untuk adik-adik terdapat lomba menggambar dan mewarnai, tentu saja tetap mengusung tema lingkungan. Ah, satu lagi yang kreatif adalah mengajak kepedulian masyarakat akan lingkungan dengan pengumpulan tanda tangan di sehelai stiker berbentuk daun yang kemudian di tempel pada banner raksasa berbentuk pohon.
Selain penanaman pohon di acara ini, Dulux juga mengkreasikan kaleng-kaleng bekas cat menjadi tempat sampah sebagai wujud lain kepedulian lingkungan. Kaleng cat Dulux yang berhasil di kumpulkan dalam program pengumpulan kaleng cat bekas, dibersihkan dan dihias menjadi tempat sampah yang menarik. Melalui acara ini Dulux mengajak peran serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan: satu kaleng cat Dulux yang sudah tidak terpakai akan memberikan banyak andil dalam penghijauan kota Semarang. Jadi, jangan buang kaleng cat tak terpakai yang kamu miliki, tukarkan dengan pohon atau kreasikan menjadi tempat sampah yang menarik dan hijaukan bumi kita. Bertindak sekarang demi bumi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan seremonial ini, Dulux berharap dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan dan mengajak masyarakat untuk tetap konsisten menyuarakan cinta lingkungan demi Semarang yang lebih baik lagi.
Seremonial Dulux Eco Creativecity sebagai puncak dari keseluruhan program Dulux Eco Creativecity yang telah berlangsung sejak May-Juni lalu; diadakan pada tanggal 19 Juni lalu dan bertajuk "Bertindak Sekarang Hijaukan Semarang” ini merupakan ajakan Dulux kepada masyarakat Semarang untuk meningkatkan rasa cinta lingkungan. Seremonial ini diawali dengan kegiatan gowes bareng oleh bapak Walikota dan jajaran Dulux serta masyarakat.
Bertempat di Taman Mentri Supeno (dulunya dikenal dengan nama "Taman KB") ini, Dulux juga menampilkan stand Pameran Eco Creative yang memamerkan hasil karya anak negeri yang kreatif dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Universitas, serta BLH Semarang. Sebut saja pemanfaatan energi panas yang berasal dari buah labu dimana 8 potongan labu air berukuran 5 centimeter dapat menghasilkan listrik 4,2 volt dan mampu menghidupkan Lampu LED. WOW! Ini dapat menjadi alternatif energi.
Yang lebih mencengangkan ternyata Pembangkit Listrik Tenaga Labu (PLTL) ini diperkenalkan oleh insan-insan muda siswa dari SMP Nasima! Terdapat juga kreasi pemanfaatan limbah kulit jagung, kulit bawang, botol mineral, kertas koran, stick es krim menjadi berbagai macam hiasan. Karya daur ulang sampah ini dapat memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Masyarakat dan juga para pencinta sepeda ramai menghadiri acara ini yang meriah dengan berbagai stand makanan. Tak lupa juga terdapat acara hiburan yang semakin membuat semarak suasana.
Sebuah band perkusi dimana peralatan perkusinya terbuat dari Kaleng bekas cat Dulux mengawali acara hiburan kemudian dilanjutkan dengan penampilan The Dance Company dengan lagunya "Papa Rock N Roll", atau yang lebih dikenal "Papa gak pulang beibeh". Untuk adik-adik terdapat lomba menggambar dan mewarnai, tentu saja tetap mengusung tema lingkungan. Ah, satu lagi yang kreatif adalah mengajak kepedulian masyarakat akan lingkungan dengan pengumpulan tanda tangan di sehelai stiker berbentuk daun yang kemudian di tempel pada banner raksasa berbentuk pohon.
Selain penanaman pohon di acara ini, Dulux juga mengkreasikan kaleng-kaleng bekas cat menjadi tempat sampah sebagai wujud lain kepedulian lingkungan. Kaleng cat Dulux yang berhasil di kumpulkan dalam program pengumpulan kaleng cat bekas, dibersihkan dan dihias menjadi tempat sampah yang menarik. Melalui acara ini Dulux mengajak peran serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan: satu kaleng cat Dulux yang sudah tidak terpakai akan memberikan banyak andil dalam penghijauan kota Semarang. Jadi, jangan buang kaleng cat tak terpakai yang kamu miliki, tukarkan dengan pohon atau kreasikan menjadi tempat sampah yang menarik dan hijaukan bumi kita. Bertindak sekarang demi bumi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan seremonial ini, Dulux berharap dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan dan mengajak masyarakat untuk tetap konsisten menyuarakan cinta lingkungan demi Semarang yang lebih baik lagi.