Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perayaan hari Janda Internasional Pertama berlangsung pada 2005.
Pada 2010, mereka mengajukan hari peringatan ini ke PBB. Mereka mengungkapkan dalam bukunyaInvisible, Forgotten Sufferers: The Plight of Widows Around theWorld(2010) ada setidaknya 245 juta janda di seluruh dunia, sekitar 115 juta di antaranya berada di garis kemiskinan & mengalami stigma sosial & kekurangan uang karena kehilangan suaminya.
Pada 21 Desember 2020, PBB secara resmi mengadopsi 23 Juni sebagai Hari Janda Internasional. Di 2010, seremoni ke-6 dilakukan di Rwanda, Sri Lanka, Amerika Serikat, Inggris, Nepal, Suriah, Kenya, India, Bangladesh, & Afrika Selatan.
Dalam lamannya, PBB mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya hari janda adalah untuk memberikan perhatian pada suara & pengalaman para janda demi menggalang dukungan unik yg mereka butuhkan.
Hari ini diungkapkan PBB, adalah kesempatan untuk bertindak menuju pencapaian hak penuh & pengakuan bagi para janda. Kehilangan pasangan untuk selamanya sudah sangat menghancurkan hati, namun wanita di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang masih menghadapi masalah lain yaitu perjuangan jangka panjang untuk kebutuhan dasar mereka, hak asasi manusia, & martabat.
Beberapa di antaranya adalah memberikan mereka informasi tentang akses ke bagian yg adil dari warisan, tanah, & sumber daya produktif mereka; pensiun & proteksi sosial yg tidak didasarkan pada status perkimpoian saja; pekerjaan yg layak & upah yg sama; & peluang pendidikan & pelatihan.
Memberdayakan janda untuk menghidupi diri sendiri & keluarga mereka juga berarti mengatasi stigma sosial yg menciptakan pengucilan, & praktik diskriminatif atau berbahaya.
PBB juga meminta pemerintah masing -masing negara untuk memastikan hak para janda dipenuhi. Hak ini tercantum dalam hukum internasional, termasuk Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan & Konvensi tentang Hak-Hak Anak.
"Pandemi baru saja memperburuk keadaan selama beberapa bulan terakhir dengan kehilangan orang terkasih, & satu yg kemungkinan meninggalkan puluhan ribu wanita baru saja jadi janda pada saat mereka terputus dari dukungan sosial-ekonomi & (bantuan) keluarga mereka."
"Pengalaman dari pandemi masa lalu, misalnya HIV / AIDS & Ebola, menunjukkan bahwa para janda sering kali ditolak hak warisnya, properti mereka diambil setelah kematian pasangannya, & dapat menghadapi stigma & diskriminasi ekstrem, sebagai 'pembawa' penyakit. Di seluruh dunia, wanita jauh lebih keciluntuk memiliki akses ke pensiun hari tua daripada pria, sehingga kematian pasangan dapat menyebabkan kemelaratan bagi wanita."
Diperkirakan ada 258 juta janda di seluruh dunia, & hampir satu dari sepuluh hidup dalam kemiskinan ekstrem. Tetapi, diperkirakan jumlah sebenarnyamungkin jauh lebih tinggi & terus bertambah karena virus corona & efeknyapada kesehatanmasih terus terjadi hingga saat ini.
"Dan dalam konteks COVID-19, para janda tidak boleh ditinggalkan dari pekerjaan kita untuk "membangun kembali kehidupan yg lebih baik". Mari kita memastikan bahwa pemulihan kita memprioritaskan kebutuhan unik mereka & mendukung masyarakat supaya lebih inklusif, ulet, & setara untuk semua," tulis PBB.Sumber CNN
Kemarin 20:55