• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Hari Ini Tedjowulan Masuk Keraton

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
knRPr.jpg
SOLO – Maha Patih KGPH Panembahan Agung Tedjowulan hari ini akan resmi masuk Keraton Surakarta bertepatan dengan acara Tinggalan Jumenengan Dalem SISKS PB XIII Hangabehi. JuruBicaraDwi TunggalRaja Solo, KRH Bambang Pradotonagoro memastikan Maha Patih akan hadir dalam acara tersebut.

Dia berharap acara penobatan tahta raja tersebut tidakakanterjadihalyangdapat memalukan nama Keraton Solo. ”PanembahanAgung dalam acara Jumenengan PB XIII juga akan didampingi oleh Ibu Mooryati Sudibyo dan Nina AkbarTandjung,”ungkapnya. Sementara itu,secara resmi Tedjowulan juga telah mengirim surat permohonan maaf ke Keraton. Surat itu kemarin diantar Bambang ke Pemkot Surakarta. Sesuai kesepakatan sebelumnya, surat permohonan maaf Tedjowulan itu akan disampaikan oleh Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) ke keraton.

”Sudah saya sampaikan surat itu (permohonan maaf) dari Panembahan Agung kepada Pak Wali Kota. Nantinya beliau yang akan mengatur ke dalamnya (keraton),” ujar Bambang. Berhubung Jokowi tidak di tempat dan sedang berada di Jakarta, maka surat tersebut dititipkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Suharto. Kabar sebelumnya sempat menyebutkan bahwa sejumlah pihak kasentanan tidak mempermasalahkan surat itu, karena Maha Patih Tedjowulan sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf secara lisan kepada PB XIII Hangabehi.

Dia menegaskan bahwa surat ini ada juga bukan karena adanya intervensi atau apa pun. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo Budi Suharto memaparkan, sebelumnya sesuai dengan kesepakatan, surat permohonan maaf dari Maha Patih Tedjowulan ini disampaikan kepada PB XIII Hangabehi dan kasentanan melalui Muspida. Tujuannya hanya untuk menjaga kondusifitas yang ada di dalam Keraton Solo yang kini mulai terbangun kembali dengan baik.

Dari Sekda, surat itu kemudian diserahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solo Ricardo Sitinjak untuk kemudian diserahkan kepada kasentanan dan PB XIII Hangabehi. Sementara itu berdasarkan keterangan dari Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat KPEddy S Wirabhumi menyatakan, surat itu telah diterimanya dan saat ini sedang dalam proses.

Obral Gelar

Dalam rangkaian acara Tingalan Jumenengan Dalem SISKS PB XIII Hangabehi, kemarin pagi ada sejumlah orang yang mendapatkan kekancingan atau wisuda maupun menerima gelar dari Keraton Solo. Karena jumlahnya yang banyak, kegiatan ini sampai terbagi dalam tiga tempat. Pertama,di Sasono Putro,dimana di kediaman Raja Keraton Solo tersebut, PB XIII Hangabehi sendiri menyerahkan langsung kekancingan kepada sekitar 50 orang dari kerajaankerajaan yang ada di Malaysia, Hong Kong,Australia, hingga Bangladesh yang dilakukan secara tertutup.

Kedua, di Bangsal Semorokotho,di mana ada sejumlah 12 orang abdi dalem yang diberikan kekancingan. Ketiga, di Sasono Sidikoro, dimana ada beberapa kerabat dan sentana dalem yang diberikan kekancingan dan gelar dengan minimal pemberian gelar Kanjeng Raden Arya (KRA). Di lokasi ketiga ini Sekretaris Mahkamah Agung Nur Hadi kini berhak menyandang gelar KRA,begitu pula dengan Bupati Kapuas Muhammad Mawardi yang juga diberikan gelar KRA, menyusul Ketua Kadin Batam Nada Fata Soraya yang mendapatkan gelar Kanjeng Mas Ayu serta mantan Direktur PDAM Surakarta, Sudiyanto yang dianugerahi gelar KRA.

”Terbaginya tempattempat itu lebih kepada efisiensi saja mengingat yang menerima kekancingan banyak,” urai Wirabhumi. Namun Wirabhumi belum membeberkan berapa menteri dan pejabat pemerintah dari pusat yang juga akan diberikan gelar sebagai bentuk penghormatan kepada mereka.Saat ini baru Ketua DPR Marzuki Alie yang sudah memberikan kepastian dalam surat resminya. Mengenai keputusan Jokowi yang tidak bersedia menerima gelar dari Keraton Solo,pihaknya sangat menghargai hal itu.

Utusan Raja SISKS PB XIII di Malaysia Dato’ Seri Dr Muhammad Rosli Che Wan mengungkapkan bahwa ada 70 orang rombongan yang sebagian besar dari Malaysia datang ke Kota Surakarta.50 orang di antaranya menerima kekancingan dan dari 50 tersebut, 10 orang menerima gelar untuk pertama kalinya, sedangkan lainnya menerima upgrade gelar atau peningkatan gelar.Bermacam gelar diberikan,mulai dari Mantri, Panewu, Bupati Anom hingga KRT dengan rentang usia penerima dari 15 hingga 73 tahun. Di samping Malaysia,di dalamnya juga terdapat 13 orang yang berasal dari Hongkong, 1 orang dari Australia, dan 2 orang dari Bangladesh.

”Yang menerima tidak banyak, ada sekitar 10 orang. Umumnya yang menerima yaitu pemimpin partai, pemimpin agama, hingga businessman,” kata Rosli di Best Western Premier Hotel (BWPH)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.