Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mengambil alih perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri.
"Namun berhubung perkembangan situasi sudah semakin tidak baik, banyak yang memanipulasi seperti yang kita ketahui bersama, maka presiden akan segera mengambil alih dan menyampaikan penjelasaan kepada rakyat, besok, hari Senin 8 Oktober," ujar Sudi, dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini.
Sudi menyampaikan keterangan pers didampingi Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.
Sudi mengatakan, SBY menyayangkan sikap Polri dan KPK yang hingga hari ini belum juga saling bertemu untuk bersinergi. Padahal pertemuan tersebut telah diagendakan hari ini. "Hari ini presiden dilapori ternyata pertemuan Kapolri dengan KPK belum dapat dilakukan oleh sebab itu diharapkan mereka sudah berjanji pertemuan pimpinan KPK dengan Kapolri akan dilakukan besok. Hari Senin 8 Oktober," kata Sudi.
"Namun berhubung perkembangan situasi sudah semakin tidak baik, banyak yang memanipulasi seperti yang kita ketahui bersama, maka presiden akan segera mengambil alih dan menyampaikan penjelasaan kepada rakyat, besok, hari Senin 8 Oktober," ujar Sudi, dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini.
Sudi menyampaikan keterangan pers didampingi Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.
Sudi mengatakan, SBY menyayangkan sikap Polri dan KPK yang hingga hari ini belum juga saling bertemu untuk bersinergi. Padahal pertemuan tersebut telah diagendakan hari ini. "Hari ini presiden dilapori ternyata pertemuan Kapolri dengan KPK belum dapat dilakukan oleh sebab itu diharapkan mereka sudah berjanji pertemuan pimpinan KPK dengan Kapolri akan dilakukan besok. Hari Senin 8 Oktober," kata Sudi.