Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dua puluh lima November merupakan hari ulang tahun Bapak / Ibu guru Indonesia, baik tingkatan dasar hingga atas. Berbagai hiruk pikuk mengenai kegiatan hari guru , banyak di selenggarakan. Tak jarang ada juga perlombaan-perlombaan antar guru, baik yg mengpakai fisik hingga yg harus mikir. Semuanya itu bagian dari memeriahkan hari guru. Guru (bahasa Sanskerta: yg berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, & mengevaluasi peserta didik. (sumber : wikipedia)
Ada yg mendapatkan kado dari muridnya, ada yg mengpakai momen hari guru untuk silaturahmi antar warga sekolah dengan masyarakat. Menurut sumber yg ane pernah baca Hari Guru Nasional ditetapkan Presiden Soeharto pada tanggal 25 November 1994, dengan sebuah Keputusan Presiden, yaitu Kepres Nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional. PGRI sendiri terbentuk pada 25 November 1945, yg digagas oleh Rh. Koesnan, Djajeng Soegianto, Amin Singgih, Soetono, Soemidi Adisasmito, Ali Marsaban, & Abdullah Noerbambang. Sebelum jadi persatuan para guru, perkumpulan ini bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Setelah bulan Agustus 1945 Indonesia merdeka, 3 bulan setelahnya lahirlah PGRI. Sekaligus memudahkan kita semua ingat ulang tahun yg ke berapa, sebab hampir sama dengan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Nah gansist ane amati untuk akhir-akhir ini semakin kesini semakin luntur. Pemberitaan mengenai perjuangan seorang guru-guru dalam mengabdikan ilmunya tidak begitu fenomenal seperti sebelum-sebelumnya. Bahkan beberapa media cenderung mencari berita-berita yg lebih menantang, hingga menimbulkan rasa harap tahu yg berlebih. Kemudian berita apa saja yg jadi bayang-bayang semunya makna hari guru kali ini :
1. Bayang-bayang gelombang ke 3
2. UU Cipta Kerja buruh vs pemerintah
3. Anggota DPR RI dengan ketika keluar di pesawat
4. Toilet & PCR sama-sama tidak gratis
5. Vanesa beserta sisa-sisa harta
Menurut ane baca & pahami memang ke lima pemberitaan itu sering banyak muncul di berbagai media, dengan berbagai judul yg menggiring kita untuk membuka. Berita menakutkan akan gelombang ke tiga menghiasi bayang-bayang kita.
Antara mau menikmati liburan semester gasal dengan cuma bertahan di rumah. Orang awam seperti ane cuma dapat melindungi di sendiri. Ketika harus pergi bagimana kita dapat antisipasi. Keriuhan kaum buruh yg dipermainkan para pemangku kebijakan, yg berjuang untuk mendapatkan haknya yg layak. Memang mereka para pejuang berangkat petang pulang petang (jika lembur), patut kita apresiasi supaya tidak terjadi ketimpangan ekonomi. Masih ingat juga mengenai peristiwa keriuhan di pesawat terbang. Semuanya memiliki kepentingan masing-masing, ada yg harap keluar cepat-cepat.
Ada yg harus sabar mengantri, yg sama-sama harap keluar.
Siapa yg sudah kebelet ke toilet tetapi ngga jadi karena tidak memiliki uang kecil? mari sini kita berkumpul. Sebuah berita yg jenaka dimana sebelumnya cuma adem ayem kondusif sentausa bagi pengusaha, tiba-tiba tersengat ketika orang nomer satu di BUMN menyidak. Bahkan beberapa tempat tidak cuma dua ribu rupiah cuma untuk ke kamar mandi, mandi sudah kena empat ribu. Untung kemarin tidak melewati yg ada tulisanya itu. Jiwa kalkulatornya akan muncul nominal-nominal hehe
. Bisa-dapat hingga delapan puluh juta dalam setahun. Bagi ane delapan puluh juta tidak dapat lepas dengan salah satu seniman ini, memang jejak digital tidak dapat dihapus. Terlepas dari kontroversinya di dunia hiburan, melihat perjuangan seorang ibu demi kebaikan anaknya sangat salut sekali ane. Saat harus menjalani masa-masa di jeruji besi tetap dapat memompa asi untuk si buah hati.
Pemerintah tah kalah sigapnya dengan antisipasi jauh-jauh hari, bahkan beredar berita sudah mempersiapkan hampir seribu lebih rumah sakit untuk antisipasi covid-19 beserta varian-varian terbarunya.
Ane sendiri juga sebenarnya belum tahu juga kalau upah buruh ini naik, kalau orang awam ya mikir buruknya kalau pengusaha tidak sanggup membayar upah buruhnya yg tinggi. Bukanya mereka akan cabut ke daerah lain yg UMK nya masih rendah. Kalau masih mau di Indonesia tidak masalah tetapi kalau harus memindahkan pabriknya ke luar Indonesia?. Mari yg tahu mengenai Upah buruh dengan penguasa eh salah pengusaha.
Damai memang begitu indah rasanya, sama-sama merendah mempersilahkan siapa yg harus keluar dahulu. Budaya kita ketimuran tak dapat dipungkiri lagi sudah tergerus arus budaya barat. Meskipun akhirnya budaya barat kembali ke timur lagi tetapi timurnya ke arah utara buka kembali ke Indonesia. Dimana cowok-cowok sekarang tampil dengan gaya maskulin mulai berpakaian hingga potongan rambut hehe.
Semoga akan berbanding lurus dengan toilet gratis, test pcr juga gratis. Memang sudah turun harga tesnya, kalau melihat perekonomian saat ini rasanya uang segitu masih sangat berarti. Bagaimana perjuangan calon ASN P3k gaji tidak seberapa harus tes mengpakai itu dulu (PCR).
Kita tahu betapa tulus ikhlasnya kepada keluarga, meskipun keluarga besarnya saat sedang terkena musibah tidak ada. Tetapi tetap tidak melupakan asal usulnya dari siapa. Pemberitaan di media hingga saat ini juga masih ramai. Ane berharap gansist supaya dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya, tidak saling memiliki tetapi bagaimana si gala ini harus benar-benar segala-galanya.
Hidup guru seluruh Indonesia, semoga pandemi berlalu berita-berita buruk mengenai guru juga berlalu. Semoga keberhasilan, prestasi menghiasi media sana sini. Berbanding lurus dengan salary
yg harus di berikan pemangku kebijakan.
Guruku Sayang Guruku Malang#18
Hari ini 10:34
Nah gansist ane amati untuk akhir-akhir ini semakin kesini semakin luntur. Pemberitaan mengenai perjuangan seorang guru-guru dalam mengabdikan ilmunya tidak begitu fenomenal seperti sebelum-sebelumnya. Bahkan beberapa media cenderung mencari berita-berita yg lebih menantang, hingga menimbulkan rasa harap tahu yg berlebih. Kemudian berita apa saja yg jadi bayang-bayang semunya makna hari guru kali ini :
1. Bayang-bayang gelombang ke 3
2. UU Cipta Kerja buruh vs pemerintah
3. Anggota DPR RI dengan ketika keluar di pesawat
4. Toilet & PCR sama-sama tidak gratis
5. Vanesa beserta sisa-sisa harta
Menurut ane baca & pahami memang ke lima pemberitaan itu sering banyak muncul di berbagai media, dengan berbagai judul yg menggiring kita untuk membuka. Berita menakutkan akan gelombang ke tiga menghiasi bayang-bayang kita.
Pemerintah tah kalah sigapnya dengan antisipasi jauh-jauh hari, bahkan beredar berita sudah mempersiapkan hampir seribu lebih rumah sakit untuk antisipasi covid-19 beserta varian-varian terbarunya.
Ane sendiri juga sebenarnya belum tahu juga kalau upah buruh ini naik, kalau orang awam ya mikir buruknya kalau pengusaha tidak sanggup membayar upah buruhnya yg tinggi. Bukanya mereka akan cabut ke daerah lain yg UMK nya masih rendah. Kalau masih mau di Indonesia tidak masalah tetapi kalau harus memindahkan pabriknya ke luar Indonesia?. Mari yg tahu mengenai Upah buruh dengan penguasa eh salah pengusaha.
Damai memang begitu indah rasanya, sama-sama merendah mempersilahkan siapa yg harus keluar dahulu. Budaya kita ketimuran tak dapat dipungkiri lagi sudah tergerus arus budaya barat. Meskipun akhirnya budaya barat kembali ke timur lagi tetapi timurnya ke arah utara buka kembali ke Indonesia. Dimana cowok-cowok sekarang tampil dengan gaya maskulin mulai berpakaian hingga potongan rambut hehe.
Semoga akan berbanding lurus dengan toilet gratis, test pcr juga gratis. Memang sudah turun harga tesnya, kalau melihat perekonomian saat ini rasanya uang segitu masih sangat berarti. Bagaimana perjuangan calon ASN P3k gaji tidak seberapa harus tes mengpakai itu dulu (PCR).
Kita tahu betapa tulus ikhlasnya kepada keluarga, meskipun keluarga besarnya saat sedang terkena musibah tidak ada. Tetapi tetap tidak melupakan asal usulnya dari siapa. Pemberitaan di media hingga saat ini juga masih ramai. Ane berharap gansist supaya dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya, tidak saling memiliki tetapi bagaimana si gala ini harus benar-benar segala-galanya.
Hidup guru seluruh Indonesia, semoga pandemi berlalu berita-berita buruk mengenai guru juga berlalu. Semoga keberhasilan, prestasi menghiasi media sana sini. Berbanding lurus dengan salary