• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Harga Minyak Mentah Kembali Naik

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
LWyc.jpg
Harga minyak mentah naik untuk pertama kali dalam tujuh hari menyusul upaya China untuk meningkatkan perekonomiannya dan Goldman Sachs Group Inc melihat permintaan minyak mentah meningkat sementara persediaan kian terbatas. Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Juni naik 1,09 dollar AS menjadi 92,57 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange, Senin (21/5/2012) waktu setempat.

Harga minyak itu sempat turun 1,2 persen pada 18 Mei lalu menjadi 91,48 dollar AS, yang merupakan penutupan terendah sejak 26 Oktober 2011. Harga minyak Brent untuk penetapan Juli juga naik, yakni 1,67 dollar AS, atau 1,6 persen, menjadi 108,81 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.

Perdana Menteri China, Wen Jiabao, mengatakan, negaranya akan fokus untuk mendorong pertumbuhan perekonomian. Lalu, minggu ini, para pemimpin dari G8 menyarankan agar Yunani tetap berada di zona euro dan memaksimalkan ekspansi ekonominya.

"Pernyataan China dan pertemuan G8 sangat mendukung (harga minyak)," sebut John Kilduff, mitra Again Capital LLC, di New York, Senin waktu setempat.

Kepala Riset Energi Goldman Sachs, David Greely, di New York, mengatakan, permintaan minyak mentah terus naik meskipun ada kekhawatiran mengenai data ekonomi.

"Pasokan minyak benar-benar yang tersedia di pasar kian dibatasi oleh ketidakmampuan Iran untuk memasarkan minyaknya sebagai dampak dari sanksi AS dan Eropa," sebut David.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.