• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Harga Minyak Melorot ke Level Terendah 6 Bulan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
PI67.jpg
Harga minyak mentah merosot ke posisi terendah dalam enam bulan menyusul spekulasi investor bahwa peringkat kredit bunk-bunk Spanyol akan terpangkas, serta turunnya keyakinan konsumen Amerika Serikat. Kedua hal ini lantas menggambarkan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi akan turun.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Juni turun 25 sen menjadi 92,56 dollar AS per barrel di Nymex, Kamis (17/5/2012) waktu New York. Ini harga penetapan terendah sejak 2 November 2011. Sedangkan minyak Brent untuk penetapan Juli merosot 2,26 dollar AS, atau 2,1 persen, menjadi 107,49 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.

Lembaga pemeringkat Moody's disebut-sebut akan memangkas peringkat kredit bunk-bunk Spanyol setelah pukul 09.00 PM waktu Madrid. "Kami mendapat data ekonomi yang lembut dan kekhawatiran Eropa membebani ekuitas dan (harga) minyak mentah ditarik untuk turun," sebut Jason Schenker, Presiden Prestige Economics LLC, di Austin, Texas, Kamis waktu setempat.

Lalu, kondisi ekonomi AS pun tidak bagus. Indeks ekonomi umum bunk Sentral Philadelphia, AS, turun. Keyakinan konsumen AS pun turun ke level terendah sejak akhir Januari pada minggu lalu. Menurut kelompok yang berbasis di New York, indeks Conference Board untuk tiga sampai enam bulan ke depan turun 0,1 persen pada bulan April, setelah naik 0,3 persen pada bulan sebelumnya. Padahal, survei Bloomberg memperkirakan indeks akan naik 0,1 persen.

"Kekhawatiran yang meningkat terkait cerita Eropa dan data ekonomi AS yang mengecewakan telah menjadi cerita selama dua minggu ini," tambah Jason.

kompas
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.