• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Harga Minyak Dunia Kembali Turun

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Harga minyak mentah jatuh untuk hari kedua karena spekulasi bahwa kemungkinan bunk Sentral AS mengeluarkan stimulus tambahan kian kecil menyusul keyakinan konsumen dan aktivitas bisnis masyarakat AS tumbuh secara tak terduga.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengantaran September turun 1,72 dollar AS, atau 1,9 persen, menjadi 88,06 dollar AS per barel, di New York Mercantile Exchange, Selasa waktu setempat atau Rabu (1/8/2012) pagi. Harga minyak Brent untuk penetapan September pun merosot 1,28 dollar AS, atau 1,2 persen, menjadi 104,92

dollar AS per barel di ICE Futures Europe exchange, London. Survei Bloomberg terhadap sejumlah ekonom menyebutkan bunk Sentral AS mungkin akan melupakan pembelian aset skala besar untuk putaran ketiga pada pertemuan dua hari yang berlangsung mulai Selasa waktu setempat. Lantaran, keyakinan konsumen AS naik untuk pertama kali dalam lima bulan pada bulan Juli.

Sebuah barometer aktivitas bisnis pun naik dengan kecepatan yang tinggi. Barometer dari Institute for Supply Management-Chicago Inc meningkat menjadi 53,7 pada Juli dari 52,9 pada Juni. Angka yang semakin besar dari 50 menandakan pertumbuhan.

"Sejumlah harapan untuk pelonggaran the Fed (bunk Sentral AS) telah keluar dari pasar, dan karena itulah kamu melihat aksi jual," sebut John Kilduff, mitra dari Again Capital LLC yang berbasis di New York.

Menurut John, karena sejumlah data ekonomi yang sedikit meningkat, bunk Sentral AS mungkin tidak melihat urgensi untuk melakukan tambahan stimulus moneter.
8VfiP.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.