Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
MerahPutih.com - Harga bahan pokok dipastikan akan naik efek dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi.
"Ketika BBM ini naik akan berimplikasi kepada bahan pokok yg masih secara konvensional dilakukan perindustrian," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan saat dikonfirmasi, Minggu (4/9).
Reynaldi mengatakan, kenaikan kebutuhan bahan pokok akan terasa naik durasi satu pekan ke depan usai harga BBM naik.
"Nanti akan kami hitung berapa sebenarnya presentase naiknya beberapa komunitas ini," paparnya.
Ketika ditanya, apakah IKAPPI akan turun kejalan bersamaan dengan buruh, mahasiswa & lainnya untuk menolak kenaikan BBM, pihaknya mengaku akan merumuskan terlebih dahulu kajiannya.
"Ya kami sedang merumuskan kajian litbang internal DPP kami, karena memang belum resmi kami rilis terkait rekomendasi yg akan kami hinggakan kepada pemerintah," ujarnya.
Lanjut dia, mengatakan ia, pihaknya akan menahan diri untuk mengerjakan aksi unjuk rasa. Sebab, ia akan mengerjakan berkoordinasi terlebih dahulu sebelum mengerjakan aksi demontrasi menolak naiknya harga BBM.
"Tentu upaya-upaya untuk turun kejalan atau mengerjakan aksi (menolak kenaikan BBM) tentu kami akan mengerjakan koordinasi terlebih dahulu karena keadaan hari ini begitu sulit & cukup berat bagi pedagang. Dan kami menahan diri dulu turun kejalan lihat keadaan kedepan," tutupnya.
Pemerintah sudah memutuskan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi. Kebijakan tersebut berlaku mulai Sabtu (3/8) pukul 14.30 WIB.
Untuk BBM tipe Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 per liter, kemudian solar dari Rp 5.150 per liter naik jadi Rp 6.800 per liter. Lalu Pertamax semula Rp 12.500 per liter naik jadi Rp 14.500 per liter.
Sumber Hari ini 11:41