yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Badan Pusat Statistik mencatat terjadi penurunan harga Gabah Kering kualitas panen (GKP), giling (GKG), dan rendah di tingkat petani dan penggilingan bila dibandingkan bulan sebelumnya di 2012 ini. Itu berdasarkan survei BPS terhadap 1.183 observasi transaksi penjualan gabah di 20 provinsi terpilih.
"Di tingkat petani terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu, yakni GKP 0,60 persen, GKG 1,05 persen, dan rendah 0,21 persen. Sementara di tingkat penggilingan juga demikian GKP 0,73 persen, GKG 0,80 persen, dan rendah 0,19 persen," kata Kepala BPS di pada jumpa pers di kantornya di Jakarta, Senin (3/9/2012).
Ia menjelaskan, adapun perincian harga masing-masing kualitas gabah setelah penurunan, yakni kualitas GKP di tingkat petani sebesar Rp 3.862,13 per kilogram dan di penggilingan Rp 3.929,02, kualitas GKG di petani Rp 4.377,74 dan di penggilingan Rp 4.452,91, lalu kualitas rendahnya di petani Rp 3.574,28 dan di tingkat penggilingan Rp 3.647,87.
Ia menambahkan, selama Agustus 2012, harga tertinggi di tingkat petani senilai Rp 5.000 per kilogram berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus, Ciherang, Talun, dan Siam di Kapuas Timur, Kalimantan Timur. Sementara harga terendah senilai Rp 2.800 berasal dari gabah kualitas GKP varietes Ciherang di Cipanas, Banten.
Lalu di tingkat penggilingan, harga tertinggi kualitas GKP varietes yang sama senilai Rp 5.150 di Dusun Selatan (Barito Selatan, Kalimantan Tengah). Sementara terendah Rp 2.900 berasal dari gabah GKP dan rendah varietes Ciherang di Cipanas Banten.
"Dari 956 observasi terhadap harga gabah kualitas GKP dan GKC, terdapat 0,35 persen kasus harga gabah kualitas GKP di tingkat petani dan 0,73 persen kasus harga gabah GKG dan GKP di pengilingan berada di bawah HPP. Kualitas GKP di tingkat penggilingan umumnya implikasi dari kasus harga gabah kualitas sama di tingkat petani," jelasnya.
"Di tingkat petani terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu, yakni GKP 0,60 persen, GKG 1,05 persen, dan rendah 0,21 persen. Sementara di tingkat penggilingan juga demikian GKP 0,73 persen, GKG 0,80 persen, dan rendah 0,19 persen," kata Kepala BPS di pada jumpa pers di kantornya di Jakarta, Senin (3/9/2012).
Ia menjelaskan, adapun perincian harga masing-masing kualitas gabah setelah penurunan, yakni kualitas GKP di tingkat petani sebesar Rp 3.862,13 per kilogram dan di penggilingan Rp 3.929,02, kualitas GKG di petani Rp 4.377,74 dan di penggilingan Rp 4.452,91, lalu kualitas rendahnya di petani Rp 3.574,28 dan di tingkat penggilingan Rp 3.647,87.
Ia menambahkan, selama Agustus 2012, harga tertinggi di tingkat petani senilai Rp 5.000 per kilogram berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus, Ciherang, Talun, dan Siam di Kapuas Timur, Kalimantan Timur. Sementara harga terendah senilai Rp 2.800 berasal dari gabah kualitas GKP varietes Ciherang di Cipanas, Banten.
Lalu di tingkat penggilingan, harga tertinggi kualitas GKP varietes yang sama senilai Rp 5.150 di Dusun Selatan (Barito Selatan, Kalimantan Tengah). Sementara terendah Rp 2.900 berasal dari gabah GKP dan rendah varietes Ciherang di Cipanas Banten.
"Dari 956 observasi terhadap harga gabah kualitas GKP dan GKC, terdapat 0,35 persen kasus harga gabah kualitas GKP di tingkat petani dan 0,73 persen kasus harga gabah GKG dan GKP di pengilingan berada di bawah HPP. Kualitas GKP di tingkat penggilingan umumnya implikasi dari kasus harga gabah kualitas sama di tingkat petani," jelasnya.