Creationz
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 6396
- Sejak
- 10 Sep 2006
- Pesan
- 1.516
- Nilai reaksi
- 261
- Poin
- 83
GRESIK, KOMPAS – Harapan petani mendapatkan harga gabah yang tinggi sesuai harga pembelian pemerintah yang baru semakin jauh dari harapan. Bahkan harga gabah kering panen lebih rendah dari harga pembelian pemerintah yang lama Rp 1.730.
Sejumlah petani di Gresik dan Lamongan menjelaskan Minggu (8/4) hanya menikmati harga gabah Rp 1.400 hingga Rp 1.500 per kilogram. Petani di Desa Tebaloan Kecamatan Duduksampeyan Gresik Suparlan (42) menuturkan saat ini petani hanya menikmati harga jual GKP maksimal Rp 1.600 per kg.
Petani di Lamongan semakin terpukul bukan hanya harga jual gabah yang rendah. Puluhan hektar tanaman padi siap panen di Desa Datinawong Kecamatan Babat dan Desa Banjarejo Kecamatan Sukodadi terendam air akibat luapan Kali Sugio Kamis (5/4) lalu.
Bahkan untuk memanen, petani harus menyeret bulir-bulir padi ke tempat yang lebih kering agar gabah bisa dipisahkan dari jerami. Menurut Said warga Desa Banjarejo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan petani semakin merugi. Panenan turun sementara biaya produksi terus naik.
“Kalau begini kualitas produksi dan harga jual rendah karena kandungan air tinggi. Gabah yang dipanen pun tidak kuning emas warnanya tetapi berubah warna menjadi kuning kecoklatan,” kata Said Minggu (8/4).
Menurutnya dengan kondisi seperti itu gabah hanya laku dijual Rp 1.400 per kilogram dari seharusnya sesuai HPP Rp 2.000 per kg. Padahal biaya produksi per hektar Rp 5,5 juta. “Kami belum lagi dipusingkan oleh kemungkinan harga pupuk yang naik pada musim tanam mendatang. Sementara kami belum bisa menikmati HPP gabah yang baru,” ujarnya mengeluh.
Warga Desa Datinawong Kecamatan Babat Zaini (52) berharap pemerintah segera menangani persoalan itu. Apalagi Perum Bulog Subdivisi Regional III Bojonegoro yang membawahi Lamongan Tuban dan Bojonegoro sudah menunjuk rekanan di tiga kabupaten.
“Kami berharap bisa menikmati harga jual gabah yang layak melalui rekanan Bulog yang ditunjuk. Kalau bisa kami mendapat keringnanan. Syarat kadar air kurang 15 persen dikurangi mengingat banyak tanaman yang terendam air,” ujarnya berharap.
Sejumlah petani di Gresik dan Lamongan menjelaskan Minggu (8/4) hanya menikmati harga gabah Rp 1.400 hingga Rp 1.500 per kilogram. Petani di Desa Tebaloan Kecamatan Duduksampeyan Gresik Suparlan (42) menuturkan saat ini petani hanya menikmati harga jual GKP maksimal Rp 1.600 per kg.
Petani di Lamongan semakin terpukul bukan hanya harga jual gabah yang rendah. Puluhan hektar tanaman padi siap panen di Desa Datinawong Kecamatan Babat dan Desa Banjarejo Kecamatan Sukodadi terendam air akibat luapan Kali Sugio Kamis (5/4) lalu.
Bahkan untuk memanen, petani harus menyeret bulir-bulir padi ke tempat yang lebih kering agar gabah bisa dipisahkan dari jerami. Menurut Said warga Desa Banjarejo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan petani semakin merugi. Panenan turun sementara biaya produksi terus naik.
“Kalau begini kualitas produksi dan harga jual rendah karena kandungan air tinggi. Gabah yang dipanen pun tidak kuning emas warnanya tetapi berubah warna menjadi kuning kecoklatan,” kata Said Minggu (8/4).
Menurutnya dengan kondisi seperti itu gabah hanya laku dijual Rp 1.400 per kilogram dari seharusnya sesuai HPP Rp 2.000 per kg. Padahal biaya produksi per hektar Rp 5,5 juta. “Kami belum lagi dipusingkan oleh kemungkinan harga pupuk yang naik pada musim tanam mendatang. Sementara kami belum bisa menikmati HPP gabah yang baru,” ujarnya mengeluh.
Warga Desa Datinawong Kecamatan Babat Zaini (52) berharap pemerintah segera menangani persoalan itu. Apalagi Perum Bulog Subdivisi Regional III Bojonegoro yang membawahi Lamongan Tuban dan Bojonegoro sudah menunjuk rekanan di tiga kabupaten.
“Kami berharap bisa menikmati harga jual gabah yang layak melalui rekanan Bulog yang ditunjuk. Kalau bisa kami mendapat keringnanan. Syarat kadar air kurang 15 persen dikurangi mengingat banyak tanaman yang terendam air,” ujarnya berharap.