yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
"Hari ini harga ayam 1,5-1,6 kg, Rp35 ribu," kata pedagang daging ayam, Surip, Kamis, 29 Mei 2014.
Surip mengatakan bahwa harga ayam potong memang relatif naik turun. Tapi, dia mengaku kali ini naik dari harga semula Rp30 ribu per ekor menjadi Rp35 ribu. Surip pun tak mengetahui penyebab kenaikan harga daging ayam.
"Biasanya paling mentok Rp30 ribu," kata dia.
Surip mendapat pasokan dari daerah Kalimalang dan Kayumanis. Banyaknya 100 ekor ayam per hari. Di tengkulak ayam tak ada informasi apa pun soal kenaikan harga. "Tidak tahu. Cuma, tahu-tahu harganya naik," kata dia.
Penjelasan pemerintah
Pemerintah pun menjawab alasan kenaikan harga ayam potong ini. Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, mengaku telah mengeluarkan surat edaran kepada peternak untuk mengurangi pasokan days old chicken (DOC) sebanyak 15 persen pada pertengahan April. Meskipun mengurangi stok ayam hidup, pemerintah mengklaim kebijakan yang bersifat sementara ini bisa mencegah kenaikan tertinggi saat Lebaran nanti.
"Kami menginginkan saat Lebaran harganya tidak loncat terlalu tinggi," kata dia di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 28 Mei 2014.
Bayu beralasan, peternak diberikan ruang untuk menikmati kenaikan harga terlebih dulu. Sebab, selama empat bulan, peternak ayam mengaku terus merugi.
"Nah, kalau dia rugi terus, karena permintaan tinggi, saat Lebaran akan menggenjot harga yang merugikan konsumen," kata dia.
Pemerintah pun tidak menginginkan peristiwa Lebaran tahun lalu terulang. "Tahun lalu, harga ayam naiknya terlalu tinggi, dari Rp14 ribu ke Rp17 ribu di tingkat peternak, lalu naik Rp19 ribuan. Sehingga di tingkat konsumen, naik Rp26 ribu ke Rp29 ribu dan nanti menjadi Rp30-31 ribu," kata mantan Wakil Menteri Pertanian ini.