Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
gambar
Dewasa tidak ditentukan oleh usia. Tidak pula dilihat dari jumlah anaknya berapa. Dewasa cuma dapat dilihat dari pembawaannya secara keseluruhan. Termasuk sikap, tingkah laku & cara bicaranya.
Biasanya orang yg mempunyai pribadi dewasa sangat disukai oleh orang-orang disekelilingnya. Mereka suka karena orang yg mempunyai pribadi dewasa lebih nyaman kalau dekat dengannya.
Waktu SMA dulu gw punya teman. Namanya Suci. Dia dua tingkat di atas gw. Selain ketua OSIS dia juga ketua regu Basket di sekolah gw. Dia sangat disukai teman-temannya.
Di manapun dia berada teman-temannya yg lain sering mengikutinya. Dia tidak pernah sendirian. Ketika duduk di taman sekolah, di kantin, atau di mana pun teman-temnnya sering mengelilharapya.
Quote:
gambar
Waktu perdana masuk SMA, waktu masa Orientasi gw paling sering kena sanksi panitia. Gw pernah terlambat ketika apel bendera. Gw disuruh berdiri di depan barisan sambil hormat bendera dengan satu kaki. Rambut gw yg panjang langsung dipotong pada saat itu juga. Malu. Tp mau bagaimana lagi. Paksa pasrah.
Lagi-lagi karena terlambat, gw juga pernah di suruh ngepel koridor sekolah yg panjangnya lumayan. Pada saat kena sanksi tersebut gw kenal yg namanya Suci. Dia yg nyuruh panitia lain untuk menghentikan sanksi yg diberikan ke gw.
"Udah, kasian dia," mengatakan Suci meminta temannya yg jadi panitia. Temannya nurut, padahal cowok.
Sejak itu gw sering memperhatikan Suci. Bukan naksir, cuma penasaran. Dia memang sosok yg di segani. Disenangi teman-temannya. Bukan karena cantik.
Bukan karena kaya yg suka traktir temen-temannya. Tapi karena pembawaannya yg tenang, sangat keibuan. Itulah yg jadi sebab teman-temannya pada suka untuk terus dekat dengannya.
Quote:
gambar
Dia, walaupun masih SMA tetapi sudah memiliki pribadi yg dewasa.
Dewasa tidak dapat dijelaskan secara pasti. Dewasa dapat diliat dari ciri-cirinya. Yang jelas, ciri-ciri tersebut merupakan kebalikan dari sifat yg dimiliki anak-anak.
Ciri-ciri tersebut antara lain.
1. Bisa mengontrol emosi
Emosi dapat diumpamakan seperti permukaan air di lautan. Permukaan air di lautan tidak pernah rata. Permukaan air di lautan sering bergelombang. Gelombangnya kadang kecil, kadang setinggi gunung.
Tergantung apa yg jadi sebab terbentuknya gelombang tersebut. Bisa angin kencang, dapat juga karena gempa yg berpusat di dasar laut.
Emosi juga demikian. Persoalan yg ada di kehidupan dapat menyebabkan emosi seseorang naik. Jika ada sesuatu yg menyinggung maka akan muncul perasaan marah.
Quote:
gambar
Jika ada sesuatu yg menciptakan sedih maka akan menangis. Jika ada sesuatu yg lucu, maka akan tertawa.
Orang yg sudah dewasa dapat mengontorl emosi tersebut. Jika ada sesuatu yg menyinggung kemudian muncul perasaan marah dia dapat mengotrol kemarahannya.
Jika ada sesuatu yg menciptakan sedih dia tidak akan menangis hingga berguling-guling atau teriak-teriak. Jika ada sesuatu yg lucu, dia tidak akan tertawa terbahak-bahak.
Quote:
gambar
2. Selalu menghadapi setiap persoalan yg datang
Hidup memang tak pernah lepas dari persoalan. Besar kecilnya persoalan tersebut tergantung anggapan kita. Persolan kecil dapat jadi akbar kalau kita menganggapnya besar. Sebaliknya persoalan akbar dapat jadi kecil kalau kita menganggap persoalan itu kecil.
Orang dewasa akan hadapi & selesaikan setiap persoalan yg datang. Dia tidak akan lari ataupun menghindarinya.
Quote:
gambar
3. Bertanggung jawab
Bertanggung jawab punya cakupan yg sangat luas. Masing-masing orang punya tanggung jawab sendiri-sendiri. Berbeda-beda.
Tanggung jawab yg paling sederhana, yg tidak semua orang menyadarinya adalah tanggung jawab pada diri sendiri. Kita diberi mata, diberi hidung, telinga, mulut, tangan, kaki & seterusnya. Kita diberi tanggung jawab untuk memlihara semua yg sudah dititipkan.
Melukai diri, atau mengkonsumsi narkoba yg berakibat merusak organ yg ada di tubuh & otak adalah merupakan hal yg tidak bertanggung jawab pada diri. Begitu pula dengan perbuatan-perbuatan lainnya yg dapat mengakibatkan diri dihakimi masa atau dijebloskan ke panjara.
Hanya anak-anak remaja saja yg mau mengerjakan itu. Orang dewasa tidak mungkin mengerjakan itu.
3 hal di atas dapat jadi bahan renungan, khusunya untuk TS pribadi.
Benarkah saat ini kita sudah jadi dewasa?
Sumber: renungan pribadi
Hari ini 20:04