roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Rabu, 12 November 2008 | 14:14 WIB
MANGGAR, RABU — Belum selesai masalah penggerebekan pengangkutan pasir timah, warga lingkungan Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, dihantui kabar mengenai munculnya sosok mirip manusia, tetapi tanpa kepala.
Kabar yang sulit dinalar akal sehat, tetapi meresahkan itu berembus beberapa hari terakhir. Menurut cerita yang beredar dari mulut ke mulut, ada warga yang melihat bayangan sosok tanpa kepala itu dan ada warga yang kerasukan makhluk halus.
Perangkat desa setempat pun turun tangan menenangkan kecemasan warga. Mereka terus mencoba menelusuri isu ini. Merebak kabar, sosok itu seperti mayat seorang nelayan yang ditemukan tanpa kepala beberapa waktu lalu di kawasan perairan daerah tersebut.
"Memang ada kabar seperti itu, kami masih menunggu pihak keluarganya. Untuk lokasi anggota tubuh almarhum lainnya yang hilang kita belum tahu ada di mana," ungkap Kepala Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Asis yang dibenarkan oleh Kepala Dusun Malanglepau, Desa Mengkubang, Sudarsono saat ditemui Bangka Pos, Selasa (11/11).
Sudarsono mengatakan, kabar hantu gentayangan itu telah merebak sejak beberapa hari belakangan menyusul penemuan mayat nelayan tanpa kepala. "Saat ini warga mulai resah, belum selesai persoalan pasir timah kemarin, muncul lagi masalah ini. Kami berharap warga dapat tenang dan tidak terlalu resah ataupun panik sehingga jadi ketakutan untuk keluar rumah," harap Asis.
Asis menuturkan, sebelumnya ada warga yang mengaku melihat mayat di sekitar Pantai Batu Gadok. Belakangan diketahui identitas mayat itu, yakni Atang (28), seorang nelayan asal Lampung yang tinggal di kawasan Pilang, Tanjungpandan. Beberapa hari kemudian tidak jauh dari lokasi penemuan mayat, warga memergoki adanya kegiatan pengangkutan pasir timah ilegal dan orang-orang yang diduga terkait dalam pengangkutannya.
Ketika mendapat informasi penemuan jenazah saat itu, Asis segera mengabarkannya kepada pihak desa. Ia lalu bergabung dengan warga lainnya membantu melakukan pencarian tubuh mayat itu di sekitar pesisir pantai. Berulang kali menyisir pantai, Asis bersama warga tidak menemukan sosok jenazah seperti informasi yang mereka terima.
"Jadi, saya dan warga langsung meninggalkan pantai lewat kebun warga. Saat berada di persimpangan jalan menuju kebun warga yang menjadi tempat lokasi penggerebekan dugaan penyelundupan itu, kami menemukan sebuah truk dan ternyata di dalam bak truk itu sudah ada mayat dibungkus dengan tikar plastik," ungkapnya.
Menurut Asis, mayat itu semula akan dimakamkan di sekitar Dusun Burung Mandi sesuai permintaan beberapa rekan almarhum Atang. Pihak tokoh masyarakat dan tokoh agama kemudian berembuk dan memutuskan untuk tidak menerima jenazah itu dimakamkan di wilayah Dusun Burung Mandi. Tokoh masyarakat dan agama setempat mempertimbangkan harus ada visum dari dokter, mengingat kondisi fisik mayat sebagian sudah hancur. Keputusan ini juga dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Oleh karena itu, kata Asis, mayat itu lalu dibawa ke RSUD Kabupaten Beltim dan kemudian dimakamkan di TPU Dusun Pancur, Desa Padang, Manggar. "Saya masih ingat orang-orang yang mengantarkan jenazah itu, di antaranya orang-orang yang kita amankan bersama warga karena dugaan kasus penyelundupan pasir timah," ujar Asis.
Menurut Asis, banyak warga yang mulai curiga dan bertanya-tanya apa hubungan antara temuan mayat, pencurian pasir timah, dan isu hantu gentayangan di wilayah Dusun Burung Mandi belakangan ini.
Ia pun berharap pemerintah daerah turun tangan membantu menangani masalah itu sehingga tidak berlarut-larut. Masyarakat pun diiimbau agar tetap tenang dan tidak perlu cemas.
MANGGAR, RABU — Belum selesai masalah penggerebekan pengangkutan pasir timah, warga lingkungan Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, dihantui kabar mengenai munculnya sosok mirip manusia, tetapi tanpa kepala.
Kabar yang sulit dinalar akal sehat, tetapi meresahkan itu berembus beberapa hari terakhir. Menurut cerita yang beredar dari mulut ke mulut, ada warga yang melihat bayangan sosok tanpa kepala itu dan ada warga yang kerasukan makhluk halus.
Perangkat desa setempat pun turun tangan menenangkan kecemasan warga. Mereka terus mencoba menelusuri isu ini. Merebak kabar, sosok itu seperti mayat seorang nelayan yang ditemukan tanpa kepala beberapa waktu lalu di kawasan perairan daerah tersebut.
"Memang ada kabar seperti itu, kami masih menunggu pihak keluarganya. Untuk lokasi anggota tubuh almarhum lainnya yang hilang kita belum tahu ada di mana," ungkap Kepala Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Asis yang dibenarkan oleh Kepala Dusun Malanglepau, Desa Mengkubang, Sudarsono saat ditemui Bangka Pos, Selasa (11/11).
Sudarsono mengatakan, kabar hantu gentayangan itu telah merebak sejak beberapa hari belakangan menyusul penemuan mayat nelayan tanpa kepala. "Saat ini warga mulai resah, belum selesai persoalan pasir timah kemarin, muncul lagi masalah ini. Kami berharap warga dapat tenang dan tidak terlalu resah ataupun panik sehingga jadi ketakutan untuk keluar rumah," harap Asis.
Asis menuturkan, sebelumnya ada warga yang mengaku melihat mayat di sekitar Pantai Batu Gadok. Belakangan diketahui identitas mayat itu, yakni Atang (28), seorang nelayan asal Lampung yang tinggal di kawasan Pilang, Tanjungpandan. Beberapa hari kemudian tidak jauh dari lokasi penemuan mayat, warga memergoki adanya kegiatan pengangkutan pasir timah ilegal dan orang-orang yang diduga terkait dalam pengangkutannya.
Ketika mendapat informasi penemuan jenazah saat itu, Asis segera mengabarkannya kepada pihak desa. Ia lalu bergabung dengan warga lainnya membantu melakukan pencarian tubuh mayat itu di sekitar pesisir pantai. Berulang kali menyisir pantai, Asis bersama warga tidak menemukan sosok jenazah seperti informasi yang mereka terima.
"Jadi, saya dan warga langsung meninggalkan pantai lewat kebun warga. Saat berada di persimpangan jalan menuju kebun warga yang menjadi tempat lokasi penggerebekan dugaan penyelundupan itu, kami menemukan sebuah truk dan ternyata di dalam bak truk itu sudah ada mayat dibungkus dengan tikar plastik," ungkapnya.
Menurut Asis, mayat itu semula akan dimakamkan di sekitar Dusun Burung Mandi sesuai permintaan beberapa rekan almarhum Atang. Pihak tokoh masyarakat dan tokoh agama kemudian berembuk dan memutuskan untuk tidak menerima jenazah itu dimakamkan di wilayah Dusun Burung Mandi. Tokoh masyarakat dan agama setempat mempertimbangkan harus ada visum dari dokter, mengingat kondisi fisik mayat sebagian sudah hancur. Keputusan ini juga dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Oleh karena itu, kata Asis, mayat itu lalu dibawa ke RSUD Kabupaten Beltim dan kemudian dimakamkan di TPU Dusun Pancur, Desa Padang, Manggar. "Saya masih ingat orang-orang yang mengantarkan jenazah itu, di antaranya orang-orang yang kita amankan bersama warga karena dugaan kasus penyelundupan pasir timah," ujar Asis.
Menurut Asis, banyak warga yang mulai curiga dan bertanya-tanya apa hubungan antara temuan mayat, pencurian pasir timah, dan isu hantu gentayangan di wilayah Dusun Burung Mandi belakangan ini.
Ia pun berharap pemerintah daerah turun tangan membantu menangani masalah itu sehingga tidak berlarut-larut. Masyarakat pun diiimbau agar tetap tenang dan tidak perlu cemas.
