• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Hamdan Zoelva: Penuh teror & rayuan suap saat sidang Pilpres!

wirapedia

IndoForum Beginner D
No. Urut
282669
Sejak
25 Feb 2014
Pesan
604
Nilai reaksi
11
Poin
18
kCHZ0.jpg
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, buka-bukaan selama masa proses persidangan sengketa Pemilihan Presiden hingga menelurkan keputusan, selalu mendapat tekanan dan intimidasi teror. Ini disampaikan saat dirinya memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Udayana, Jumat (22/8).

Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya penilaian keputusan sengketa pilpres kepada masyarakat. Apa yang telah diputuskan lembaganya, Hamdan melanjutkan, sepenuhnya mengacu pada bukti dan fakta persidangan. "Satu hal yang pasti, MK memutus sengketa Pilpres 2014 berdasar bukti yang diajukan dalam persidangan," tutur Hamdan saat keluar ruangan.

Pada kesempatan itu, Hamdan mengaku sering mendapat tekanan, bahkan teror selama sengketa pilpres berjalan. Teror yang kerap melandanya adalah melalui pesan singkat (SMS). Namun, menurut dia, hal itu biasa karena setiap keputusan tidak bisa memuaskan semua orang. "Keputusan MK tak dapat memuaskan semua pihak. Sudah menjadi risiko mengemban tugas ini memang penuh dengan teror dan rayuan suap," tuturnya.

Katanya, jauh sebelumnya seluruh keluarga dan handai taulan yang lebih dahulu diamankan. Karena tidak hanya dirinya yang menjadi sasaran, bisa saja keluarga. "Negara ini negara hukum, hormatilah itu," imbuhnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.