• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hal-hal yg Merusak Bahasa di Nusantara

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bahasa Indonesia yg kita pakai sekarang ini berasal dari bahasa Melayu yg sudah dipakai sebagai bahasa penghubung segala suku di Nusantara. Bahasa ini sudah dipakai selama beribu-ribu tahun lamanya, khususnya di jalur perdagangan.

Bahasa Melayu sudah bercampur dengan bahasa Sansekerta. Selain dengan bahasa Sansekerta, bahasa Melayu juga menyerap kata-kata dari bahasa beberapa suku dari negeri China & bahasa suku-suku di Nusantara.

Sangkalan:
Pembahasan ini berasal dari pengalaman pribadi sepanjang hidup

Aku bukan sastrawan atau pujangga
Hanya mengemukakan pendapat

Mari kita mulai...
Spoiler for Penjajahan orang asing:

Hal-hal yg Merusak Bahasa di Nusantara


Sesudah Majapahit runtuh, banyak orang dahaga kekuasaan yg mendirikan kerajaan masing-masing. Nusantara yg terpecah-pecah jadi banyak kerajaan kecil menciptakan Nusantara lemah. Sehingga orang-orang asing yg tamak berhasil menjajah Nusantara.

Hasilnya, beberapa akbar dari kita cuma dapat membaca & menulis aksara Latin yg sudah jelas berasal dari daerah Latium, di Italia. Dahulu aksara Latin menyebar di Eropa. Kemudian para penjajah dari Eropa menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia.

Sebelum aksara Latin, aksara Arab pernah menggusur penggunaan aksara Pallawa & aksara Kawi dalam menuliskan bahasa Melayu.

Seharusnya kita tetap mempertahankan aksara peninggalan nenek moyang dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuk penjajahan bukan cuma kepada kekuasaan, ada pula penjajahan kepada budaya.


Spoiler for Istilah asing dalam pelajaran:

Hal-hal yg Merusak Bahasa di Nusantara


Disadari atau tidak, pelajaran bahasa Indonesia sendiri mengpakai istilah-istilah asing dalam membahas sesuatu. Misalnya saja dalam membahas mengatakan kerja, mengatakan benda, perumpamaan, & lain-lain.

Contohnya seperti:
Kata kerja = mengatakan verbal
Pemanusiaan = Personifikasi
Penghalusan = ameliorasi
Pengkasaran = peyorasi
Tertulis = tekstual
Dan berbagai macam kata-kata asing yg dimasukkan ke dalam pelajaran

Hal-hal seperti ini menciptakan nilai ulangan pelajaran bahasa Indonesia menurun tajam di masa SMP. Di SD sering dapat dapat 9, di SMP tidak jauh dari 6. Kenapa tidak mengpakai istilah dari bahasa Melayu saja?

Pengalaman pribadi. Beruntung di SMA sudah tidak seperti ini, cuma saja pelajarannya menciptakan para siswa merasa seperti seorang sastrawan.


Spoiler for Tayangan di Layar Kaca:

Hal-hal yg Merusak Bahasa di Nusantara


Dulu pernah ada acara lagu yg menampilkan pembaca acara untuk membahas lagu-lagu yg akan ditayangkan. Sayangnya, sang pembawa acara berbicara dengan mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Ditambah lagi acara itu dianggap sebagai tontonan pergaulan anak muda masa kini.

Acara-acara lain pun masih ada yg mengikuti jejaknya hingga ini. Sebagian orang terkenal di layar kaca yg semestinya jadi contoh baik dalam berbicara malah jadi contoh sebaliknya. Membuat bahasa aneh sendiri atau malah menuturkan bahasa Inggris supaya kelihatan gaya.

Dan yg tidak kalah parahnya, acara masak-memasak di layar kaca. Para pakar tata boga di acara itu malah menyebut istilah-istilah tata boga Nusantara dengan istilah tata boga dari bahasa asing. Mengganti banyak sebutan dengan kata-kata yg berasal dari Eropa.

Seharusnya mereka mengpakai bahasa Melayu atau bahasa daerah lain di Nusantara untuk menyebutkan istilah-istilah tata boga & nama-nama bahan masakan. Hal ini malah membingungkan penonton.

Mana ada orang berbelanja bahan makanan di warung dengan menyebutkan nama-nama asing seperti yg mereka dengar di acara itu.


Spoiler for Lingkaran Pertemanan:

Hal-hal yg Merusak Bahasa di Nusantara


Lingkaran pertemanan pun ikut berpengaruh dalam membentuk gaya bahasa seseorang. Misalnya kalau berteman dengan anak jaksel, anda jado sok Inggris. Sedangkan kalau berteman dengan wibu gadungan, anda jadi sok Jepang. Hanya berlaku dari gaya bahasa.

Tutur mengatakan mereka yg menggelikan itu cukup mengganggu. Bagi mereka, hal itu menciptakan dirinya terlihat lebih pintar dari orang lain. Sedangkan bagi orang diluar kalangan itu, seperti orang yg belum lancar bicara.

Hal ini diperparah oleh orang-orang yg merasa dirinya memiliki pengaruh kuat. Mereka yg menamakan kaumnya sebagai influenza. Tingkah laku mereka di dunia maya sering ditiru oleh angkatan muda masa kini.


Dan akar dari semua ini adalah...
Spoiler for Malas mencari padanan kata:

Hal-hal yg Merusak Bahasa di Nusantara


Sudah begitu lama para pakar bahasa mencarikan padanan mengatakan yg cocok. Tetapi, sepertinya ada beberapa kecil yg membawa kepentingan pribadi sehingga masih ada kata-kata baru yg dipaksakan.

Kita pun sebagai warga biasa sebaiknya tidak sekedar mengandalkan para guru & para pakar bahasa untuk mencari kata-kata padanan tersebut. Kita dapat menciptakannya sendiri dari kata-kata dalam bahasa Melayu, Sanskerta, & bahasa daerah di Nusantara.

Contohnya seperti...

Blu-ray Disc = Cakram Sinar Biru
Video Game = Permainan Gambar Berbunyi
Motor = Jentera
Piston = Batang torak
Televisi = Layar Kaca
Android = Manusia buatan

Dan masih banyak lagi beragam istilah serapan asing yg dapat diganti dengan kata-kata yg berasal dari peninggalan nenek moyang kita.

Yang terjadi malah sebaliknya. Ada sekelompok orang yg jadi pelopor dalam penggantian kata-kata Nusantara dengan kata-kata asing.

Misalnya...

Perkiraan = Es Timasi (minuman apa ini?)
Bacaan = Li Terasi (bumbu masak)
Sumbangan = Donasi (kue yg berlubang di tengah?)
Keuangan = Finan sial (kemalangan)

Perhatian = Atensi
Pertemuan = Miting
Penyajian = Presentasi
Aku = Ane, eke
Kamu = ente, ye
Terimakasih = Syukron, teng kiyu
Kediaman = Domisili
Perkumpulan = Organisasi
Lembaga = Instansi
Sarana = Fasilitas, platform

Dan masih banyak lagi...

Orang-orang tertentu bahagia mengerjakannya supaya dirinya tampak lebih pintar dari orang lain.


Ini hanyalah curahan hati sekaligus berbagi pengalaman selama hidup. Mulai dari lulus TK, masuk SD, hingga lulus SMA, & bekerja di beberapa macam pekerjaan.

Meskipun ada yg menertawai pembahasan ini, saya tidak terlalu peduli. Semoga kita semua tersadarkan.

Kalau harap berbincang-bincang, tulis saja di ruang ulasan.

Rinka Hari ini 15:07
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.