Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
pixabay
Kita selayaknya sepakat kalau tahun 2020 adalah tahun terASUdahlah sepanjang perjalanan hidup. Tapi tentu saja, tak ada yg buruk sempurna. Pasti ada hal-hal baik yg masih kita temui. Walaupun sekecil butiran pasir di pantai, tetapi setidaknya masih ada ye kannn.
Jadi, ini adalah beberapa hal terbaik yg saya dapatkan di 2020
Masih Hidup
Ini adalah hal yg paling utama & mendasar. Walaupun saya rasa agak berlebihan. Karena milyaran orang di muka bumi ini juga masih hidup. Tapi gak ada salahnya ye kan mensyukuri nafas yg masih diberikan oleh Tuhan?
Saya jadi sadar kalau saya sangat jarang atau bahkan tak pernah bersyukur atas hidup diberikan Tuhan. Saya jadi lebih memaknai hidup. Saya jadi terbiasa melihat suatu kejadian dari berbagai perspektif. Bahwa tak semua yg baik itu sering baik. Dan tak semua yg buruk itu sering buruk.
Masih Waras
Yoshhh, booming film Joker tahun 2019 menciptakan kita semua lebih aware tentang kesehatan mental. Membicarakan kesehatan mental jadi hal yg keren. Ya, walaupun jadi banyak yg self diagnosis sih, & ini tentu saja gak keren. Dikit-dikit depresi, dikit-dikit bipolar, dikit-dikit skizo. Ayolah, kalo merasa ada yg gak beres ya curhat sama seseorang. Kalo mentok ya konsul ke psikiater atau psikolog. Jangan main self diagnosis & koar-koar di medsos.
Abis mulai aware & belajar tentang kesehatan mental di 2019, di 2020 ternyata langsung ujian. Layaknya ujian di sekolah, materi & soalnya pasti jauh berbeda.
Pertama kita try out dulu, melihat pemerintah kita dalam menyikapi pandemi yg ASUdahlah. Abis itu langsung ke ujian yg sebenarnya. Ada yg WFH, kerja tpi gaji separo, dirumahkan gak digaji, dipecat, banting setir, kuliah & sekolah online.
Mudah kita jumpai berita siswa/mahasiswa stress karena belajar online. Juga tindak kejahatan yg didasari himpitam ekonomi akibat pandemi. Tak hingga disitu, masih ada kado dari mensos yg korupsi dana bansos. Sungguh mulia, bukan? Saat masyarakat cuma menjalankan 3M, mensos kita 17M lohhh!!! Big respect from me to u, Pak!!!
Berkumpul Dengan Keluarga
Harta yg paling berharga adalah keluarga. Begitu petikan lirik Keluarga Cemara. Walaupun sempat tak harap pulang karena khawatir jadi carrier corona & menulari orang tua. Tapi rasa khawatir orang tua kepada saya lebih besar. Saya kalah, saya akhirnya pulang.
Tentunya saya mengerjakan upaya preventif semaksimal mungkin. Mulai dari pake masker selama perjalanan, makan sekali doang di bus karena takut ada carrier corona & tertular, mandi desinfektan di balai desa, hingga tinggal sendirian di rumah selama 2 minggu.
Saya jadi benar-benar merasakan pulang kali ini. Walaupun tak membawa apa-apa (tiap pulang emang gak pernah bawa apa-apa sih), tetapi saya yakin saya ada di rumah saja sudah sangat cukup bagi orang tua. Walaupun makan cuma sekadar dengan sambal, tetapi kalau bersama keluarga rasanya dapat mengalahkan restoran berlabel. Kali ini saya benar-benar kembali menyandang gelar anak.
Nostalgia
Saya pulang kampung 2 kali dalam setahun. Sekali pulang cuma seminggu. Seminggu sudah pasti kurang untuk melepas rindu, entah itu dengan keluarga, sahabat ataupun dengan pacar orang. Saya kekurangan waktu untuk menikmati hal-hal kecil kesukaan saya.
Tapi kali ini beda. Saya punya waktu yg entah kapan berakhir. Saya jadi dapat puas membeli berbagai jajanan masa kecil saya. Berkumpul dengan kawan SD, di acara pernikahannya. Riding sore bersama Shiro menjelajah persawahan desa. Naik gunung. Nonton Detective Conan pas hari minggu. Tidur di kamar yg dharap banget karena ada di samping kamar mandi. Hal receh yg begitu mewah.
Jadi Vegetarian Liberal
Selama di perantauan, saya hampir tiap hari makan ayam. Entah itu digoreng, digeprek, dismack down atau apalah. Karena katering dari tempat kerja dominan menu ayam. Waktu hari libur pun saya biasa merapel sarapan & makan siang dengan nasi padang lauk ayam bakar.
Namun semenjak ada di home sweet home, menu makan saya berubah total. Menu makan saya tak pernah jauh dari sambal, tahu tempe, lalapan, sawi & kangkung. Pas ditanya ibu mau dimasakin apa pasti saya jawab "sambel bawang aja buk, sama tempe".
Aishhh, ternyata secara tak sadar saya jadi vegetarian selama pandemi. Tapi vegetarian liberal, bebas, kalo lagi ada nasi berkat ya sikat aja ayamnya. Prinsip saya, kalo dapat ya sayur, tetapi kalo gaada sayur ya gapapa.
Menjadi vegetarian liberal ternyata berdampak positif bagi tubuh saya. Tubuh saya jadi lebih enteng & gak gampang linu-linu. Satu ketika teman saya ngajak ngecamp di gunung. Nggak terlalu tinggi sih, tetapi ya dulu abis ngecamp dari sana mesti ritual pembalseman. Waktu itu saya bekerja lebih banyak berdiri, hingga jam 4 sore. Malamnya naik buat ngecamp. Saya sudah berpikir pasti pulang badan rasanya gak karuan, karena lama gak naik gunung+capek kerja+capek mendaki+malamnya ronda. Eh, ternyata capeknya tak semengerikan yg saya bayangkan. Cuma kayak abis balik kerja doang. Saya masih dapat berlarian kesana kemari & tertawa dengan lincah.
Jadi, apa hal terbaik yg kalian dapatkan di tahun 2020 ini?
KEEP READ AND SOUND
Hari ini 19:49