• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hal-hal Ini Sebaiknya Jangan Kamu Paksakan!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Hal-hal Ini Sebaiknya Jangan Kamu Paksakan!


Cangkeman.net -"Aku harap begini, saya harap begitu. Ingin ini itu banyak sekali."Begitulah potongan lirik lagu opening salah satu kartun Jepang yg sering terngiang-ngiang di kepala sejak kita masih kecil. Dalam kartun tersebut, apapun yg diharapkan oleh Nobita -tokoh utama dalam kartun tersebut- seakan tidak ada yg mustahil untuk diwujudkan oleh kantong ajaib Doraemon. Hingga tak jarang hal itu terbawa hingga ke kehidupan kita, bahwa semua yg diharapkan harus juga tercapai. Akan tetapi, hidup di dunia nyata yg jauh dari segala keajaiban seperti dalam cerita fiksi, semua harus memahami bahwa ada beberapa hal yg sebaiknya memang tidak dapat dipaksakan.

Berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yg paling sempurna memang tujuan yg baik, siapapun yg mengerjakannya pasti akan mendapatkan kepuasan tersendiri ketika itu berhasil. Akan tetapi, tidak semua hal dapat kita kendalikan hingga melebihi batas kemampuan diri sendiri, ada kalanya kita sebagai manusia juga harus memiliki kontrol untuk memilah mana yg dapat dipaksakan & hal apa saja yg kalau dipaksakan justru sama saja dengantoxic positivity. Hal-hal berikut ini akan berimbas pada akibat yg kurang baik apabila kita memaksanya seperti Nobita yg memaksa Doraemon untuk mengeluarkan sesuatu ajaib dari kantongnya cuma karena keharapan pribadinya.

1. Memaksakan Diri Melupakan Memori Buruk
Menyakitkan memang, saat mau tidak mau harus menerima kenyataan & rasa sakit ketika pikiran tiba-tiba membawa pada suatu pengalaman buruk. Namun otak manusia memang sudah dari sananya akan menyimpan berbagai memori, baik dari yg paling membahagiakan hingga yg paling menyedihkan. Tidak perlu menyangkal semua itu apabila tiba-tiba terbesit mengingat pengalaman kurang menyenangkan. Pengalaman buruk itu tak perlu dipaksa hilang dari ingatan, cukup terima itu dengan perspektif yg tidak menyakitkan. Tidak dapat secara langsung memang, tetapi seiring berjalannya waktu kita akan menyadari bahwa pengalaman tidak menyenangkan itu nantinya dapatmenjadi pembelajaran berharga di masa depan supaya lebih bijak & berhati-hati lagi.

2. Memaksakan Perubahan pada Orang Lain

Kalau ini sih jatuhnya sudah masuk area yangtoxic. Memaksa orang lain mengerjakan ini & itu dengan alasan demi kebaikan mereka tidak selamanya juga baik bagi orang tersebut. Seperti contohnya saat ada orang yg mahir matematika saat di SMA dulu, namun mereka memilih untuk mengambil program studi bahasa karena kesayangannya pada dunia sastra, di mana ternyata ia jangok di bidang matematika karena tuntutan dari keluarganya yg mengharuskan mengikuti les matematika sejak kecil. Tentu sebagai orang yg kenal dekat dengan orang tersebut akan menyayangkan keputusannya & berharap dia juga mau mengikuti sarannya untuk melanjutkan di bidang matematika saja. Akan tetapi, hal tersebut sama sekali bukan ranah kita, karena sama saja dengan memaksakan perubahan pada opsi yg orang lain mau, di mana tentu orang tersebut jauh lebih paham mana yg terbaik untuk dirinya. Sebagai pihak luar cukuplah memberikan dukungan selama itu tidak merugikan siapapun.

3. Memaksakan Orang Lain Untuk Mau Berteman
Ini masih sering juga dijumpai di berbagaicirclepertemanan anak muda Indonesia. Adakalanya mereka akan mengerjakan apa saja untuk memaksa orang lain supaya mau jadi temannya. Duh, jangan lagi deh,Gaes. Karena hubungan pertemanan itu sama seperti kita mencari pasangan, usahakan ya cari yg mau sama mau menjalin hubungan dengan kita. Jika mereka sefrekuensi & mau berteman, tentu tidak perlu ada drama & banyak tuntutan cuma untuk jadi temannya. Tempatkan diri di mana kita tidak cuma dibutuhkan, namun juga dihargai & diperlakukan dengan baik. Tidak mau berteman? Tidak usah dipaksa, cari lagi lingkup pertemanan yg tidaktoxicnamun dapat mendukung perkembangan diri, sedikit tak masalah asal mereka memiliki kualitas yg sama-sama dicari.

4. Memaksakan Diri Untuk Sembuh
Ini biasa ditemukan di kalangan anak muda yg baru mengalami kegagalan di per-bucin-an duniawi. Masih ada loh yg baru putus lalu tidak lama kemudian langsung membawa gandengan baru cuma untuk memanas-manasi mantan. Kalo boleh saya katakan, sungguh tindakan itu tidak selamanya manjur menciptakan si doi panas. Justru akan menciptakan siapa saja yg mengerjakan itu terkesan memaksanakan diri untuk sembuh dari luka yg baru dialami. Kalem saja kawan-kawan, tidak usah terlalu buru-buru untuk terlihat siapa yg lebih duluan sembuh dari masa lalu, karena pada dasarnya waktu & jalan hidup di masa depan akan menyembuhkan itu semua secara bertahap.

5. Memaksakan Gebetan untuk Suka Balik
Aduh. ini poin yg agak-agakmembangsulkan, nyesek sih emang, tetapi ya sebagai makhluk sosial yg berperikemanusiaan, tidak baik juga kalau memaksakan orang yg disukai juga harus menyukai balik, pelanggaran HAM di urusan perasaan namanya. Berharap lebih hingga mengerjakan pendekatan memang boleh, namun bukan berarti harus memaksakan diri yg berujung menciptakan si doi malah risih. Kalau di fase pendekatan yg cukup lama dia tidak juga menunjukkan sinyal akan membalas perasaan, cukup akhiri saja & hentikan sifat denial bahwa ia akan suka seiring berjalannya waktu. Nggak deh beneran, kalau niat mau suka pasti langsung sat-set & ngga akan menciptakan pikiran bertanya-tanya akan perasaannya.

Tulisan ini ditulis oleh Yunita Devika Damayanti diCangkemanpada tanggal 28 Maret 2022.
Hari ini 12:15
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.