• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hakikat & Akibat Prank dalam Kehidupan, Jangan Lakukan!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Prank Ajaran Bohong Terselubung

Hakikat & Akibat Prank dalam Kehidupan, Jangan Lakukan!


Bismillah

Semakin kemari, manusia memang semakin cerdas, sayangnya kecerdasan yg dimiliki tidak diimbangi dengan iman & adab yg benar berdasar aturan agama.

Kita sering mendengar istilah prank dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat kita. Kita sering mendengar bahkan sering kita lihat dilakukan oleh banyak orang.

Mulai dari anak-anak hingga dewasa, berlomba-lomba untuk mengerjakannya. Bahkan dibuatlah dengan beragam konten yg diunggah pada sosial media yg mereka miliki.

Padahal fenomena prank jelas-jelas tidak didapati manfaat, bahkan justru menuai banyak kerugian di dalamnya. Diantaranya yaitu:

1. Mengajarkan Berbohong

Kita tahu bahwa berbohong adalah perbuatan yg tidak cuma merugikan, tetapi juga perbuatan yg dilarang oleh agama.

Sementara prank adalah salah satu bentuk atau upaya seseorang untuk mengelabuhi korban prank. Semua dilakukan demi harap melihat orang lain sengsara.

Quote:
Surat An-Nahl Ayat 105


Arab-Latin: Innam yaftaril-kaiballana l yu`minna bi`ytillh, wa ul`ika humul-kibn

Artinya: Sesungguhnya yg mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yg tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, & mereka itulah orang-orang pendusta.​


2. Mengikis Empati

Pelaku prank biasanya akan sangat bahagia & bahagia ketika obyek atau korban berhasil dikelabui, atau ketika korban benar-benar murka atau sengsara.

Dari hal semacam itu, otomatis menjadikan orang kehilangan empati. Dia terbiasa bahagia & tertawa di atas kesedihan orang lain.

Jika semestinya melihat orang sedih atau berduka jadi ikut berduga. Akan tetapi karena saking seringnya melakoni berbahagia di atas duka & kesedihan orang lain. Maka akibat nyatanya yaitu terkikisnya empati.

3. Menyuburkan Dendam

Jika upaya prank yg dilakukan itu mengakibatkan korban kecewa & sakit hati, maka boleh jadi yg mulanya korban akan jadi pelaku, dengan sebab dendam yg ada dalam hatinya.

4. Mengajarkan Dosa Jariyah

Point keempat ini masih sangat dekat hubungannya dengan point ketiga, di mana munculnya dendam, menjadikan korban harap mengerjakan keburukan yg serupa.

Bukankah berbohong, dusta yg bergeser jadi istilah prank, adalah perbuatan buruk yg tidak dibenarkan dalam agama. Lantas sekarang aktivitas tersebut jadi hal biasa. Jadi perlu dipikir ulang ketika hendak mengerjakan apapun itu.

5. Memicu Permusuhan

Ketika seseorang sudah memiliki dendam, lantas ia harap membalas. Akan tetapi, ternyata membalas itu bukan perkara mudah, sehingga tidak berhasil membalas. Untuk beberapa orang akan memilih api permusuhan, hingga tidak ada yg mau mengalah.

Pertikaian pun tidak mudah dihentikan. Kecuali memang salah satu di antara keduanya sanggup meredam amarah. Itulah lima hal yg harus kita perhatikan & kita hindari, semampu kita.

Wassalamualikum​

Penulis: nibrasulhaq
Narasi: opini pribadi​
Kemarin 22:42
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.