Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Prank Ajaran Bohong Terselubung
Bismillah
Semakin kemari, manusia memang semakin cerdas, sayangnya kecerdasan yg dimiliki tidak diimbangi dengan iman & adab yg benar berdasar aturan agama.
Kita sering mendengar istilah prank dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat kita. Kita sering mendengar bahkan sering kita lihat dilakukan oleh banyak orang.
Mulai dari anak-anak hingga dewasa, berlomba-lomba untuk mengerjakannya. Bahkan dibuatlah dengan beragam konten yg diunggah pada sosial media yg mereka miliki.
Padahal fenomena prank jelas-jelas tidak didapati manfaat, bahkan justru menuai banyak kerugian di dalamnya. Diantaranya yaitu:
1. Mengajarkan Berbohong
Kita tahu bahwa berbohong adalah perbuatan yg tidak cuma merugikan, tetapi juga perbuatan yg dilarang oleh agama.
Sementara prank adalah salah satu bentuk atau upaya seseorang untuk mengelabuhi korban prank. Semua dilakukan demi harap melihat orang lain sengsara.
2. Mengikis Empati
Pelaku prank biasanya akan sangat bahagia & bahagia ketika obyek atau korban berhasil dikelabui, atau ketika korban benar-benar murka atau sengsara.
Dari hal semacam itu, otomatis menjadikan orang kehilangan empati. Dia terbiasa bahagia & tertawa di atas kesedihan orang lain.
Jika semestinya melihat orang sedih atau berduka jadi ikut berduga. Akan tetapi karena saking seringnya melakoni berbahagia di atas duka & kesedihan orang lain. Maka akibat nyatanya yaitu terkikisnya empati.
3. Menyuburkan Dendam
Jika upaya prank yg dilakukan itu mengakibatkan korban kecewa & sakit hati, maka boleh jadi yg mulanya korban akan jadi pelaku, dengan sebab dendam yg ada dalam hatinya.
4. Mengajarkan Dosa Jariyah
Point keempat ini masih sangat dekat hubungannya dengan point ketiga, di mana munculnya dendam, menjadikan korban harap mengerjakan keburukan yg serupa.
Bukankah berbohong, dusta yg bergeser jadi istilah prank, adalah perbuatan buruk yg tidak dibenarkan dalam agama. Lantas sekarang aktivitas tersebut jadi hal biasa. Jadi perlu dipikir ulang ketika hendak mengerjakan apapun itu.
5. Memicu Permusuhan
Ketika seseorang sudah memiliki dendam, lantas ia harap membalas. Akan tetapi, ternyata membalas itu bukan perkara mudah, sehingga tidak berhasil membalas. Untuk beberapa orang akan memilih api permusuhan, hingga tidak ada yg mau mengalah.
Pertikaian pun tidak mudah dihentikan. Kecuali memang salah satu di antara keduanya sanggup meredam amarah. Itulah lima hal yg harus kita perhatikan & kita hindari, semampu kita.
Penulis: nibrasulhaq
Narasi: opini pribadi
Kemarin 22:42
Bismillah
Semakin kemari, manusia memang semakin cerdas, sayangnya kecerdasan yg dimiliki tidak diimbangi dengan iman & adab yg benar berdasar aturan agama.
Kita sering mendengar istilah prank dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat kita. Kita sering mendengar bahkan sering kita lihat dilakukan oleh banyak orang.
Mulai dari anak-anak hingga dewasa, berlomba-lomba untuk mengerjakannya. Bahkan dibuatlah dengan beragam konten yg diunggah pada sosial media yg mereka miliki.
Padahal fenomena prank jelas-jelas tidak didapati manfaat, bahkan justru menuai banyak kerugian di dalamnya. Diantaranya yaitu:
1. Mengajarkan Berbohong
Kita tahu bahwa berbohong adalah perbuatan yg tidak cuma merugikan, tetapi juga perbuatan yg dilarang oleh agama.
Sementara prank adalah salah satu bentuk atau upaya seseorang untuk mengelabuhi korban prank. Semua dilakukan demi harap melihat orang lain sengsara.
Quote:
Surat An-Nahl Ayat 105
Arab-Latin: Innam yaftaril-kaiballana l yu`minna bi`ytillh, wa ul`ika humul-kibn
Artinya: Sesungguhnya yg mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yg tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, & mereka itulah orang-orang pendusta.
Surat An-Nahl Ayat 105
Arab-Latin: Innam yaftaril-kaiballana l yu`minna bi`ytillh, wa ul`ika humul-kibn
Artinya: Sesungguhnya yg mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yg tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, & mereka itulah orang-orang pendusta.
2. Mengikis Empati
Pelaku prank biasanya akan sangat bahagia & bahagia ketika obyek atau korban berhasil dikelabui, atau ketika korban benar-benar murka atau sengsara.
Dari hal semacam itu, otomatis menjadikan orang kehilangan empati. Dia terbiasa bahagia & tertawa di atas kesedihan orang lain.
Jika semestinya melihat orang sedih atau berduka jadi ikut berduga. Akan tetapi karena saking seringnya melakoni berbahagia di atas duka & kesedihan orang lain. Maka akibat nyatanya yaitu terkikisnya empati.
3. Menyuburkan Dendam
Jika upaya prank yg dilakukan itu mengakibatkan korban kecewa & sakit hati, maka boleh jadi yg mulanya korban akan jadi pelaku, dengan sebab dendam yg ada dalam hatinya.
4. Mengajarkan Dosa Jariyah
Point keempat ini masih sangat dekat hubungannya dengan point ketiga, di mana munculnya dendam, menjadikan korban harap mengerjakan keburukan yg serupa.
Bukankah berbohong, dusta yg bergeser jadi istilah prank, adalah perbuatan buruk yg tidak dibenarkan dalam agama. Lantas sekarang aktivitas tersebut jadi hal biasa. Jadi perlu dipikir ulang ketika hendak mengerjakan apapun itu.
5. Memicu Permusuhan
Ketika seseorang sudah memiliki dendam, lantas ia harap membalas. Akan tetapi, ternyata membalas itu bukan perkara mudah, sehingga tidak berhasil membalas. Untuk beberapa orang akan memilih api permusuhan, hingga tidak ada yg mau mengalah.
Pertikaian pun tidak mudah dihentikan. Kecuali memang salah satu di antara keduanya sanggup meredam amarah. Itulah lima hal yg harus kita perhatikan & kita hindari, semampu kita.
Wassalamualikum
Penulis: nibrasulhaq
Narasi: opini pribadi