Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hai anak bangsa yg mulia
Siapkan 10 PELURU di senapanmu
9 PELURU siapkan untuk PENGKHIANAT
1 PELURU sahaja untuk LAWAN
karena PENGKHIANAT : MUSUH TERBESAR AGAMA & NEGARA
Di antara berbagai fenomena yg dapat kita saksikan dalam kehidupan kemasyarakatan adalah fenomena kehidupan beragama. Menurut para alim ulama, di mana ada masyarakat, pasti di situ ada agama. Atas dasar fenomena ini, maka tidak ada yg menentang pendapat bahwa masyarakat komunis sudah meruntuhkan agama dari kehidupan kemasyarakatan mereka.
Komunis menegakkan kehidupan masyarakat pada asas yg meniadakan Tuhan. Karena bagi kaum komunis, hidup di dunia adalah kehidupan yg bersifat materi. Sebagai masyarakat ateis, kaum komunis menganggap agama sebagai penghambat kemajuan.
Nietzsche, filosof eksistensialis yg beberapa ajarannya dipakai kelompok komunis, menyatakan, agama adalah candu masyarakat. Dewasa ini kita dituntut untuk belajar dari sejarah. Karena pengalaman di masa lalu merupakan kenyataan tak terbantahkan bahwa kaum komunis di Tanah Air saat mereka berjaya tak segan-segan mengerjakan teror & aksi kekerasan kepada kelompok agama & para alim ulamanya.
Sebagai kelompok ateis, mereka juga tidak meyakini adanya hari kebangkitan (qiyamah), yg merupakan salah satu rukun iman dalam Islam. Ini perlu kita tegaskan, karena kalau seseorang tak meyakini adanya masa depan di dunia lain selain dunia ini, di mana amal-amal kebaikan & kejahatan akan diperhitungkan, & yg bersangkutan akan memperoleh imbalan yg setimpal, maka ide bahwa amal-amal kebaikan mesti dikerjakan & kejahatan mesti dihindarkan tidak akan terlintas dalam dirinya.
.
Karena bahaya inilah Alquran mengingatkan manusia tentang hari kebangkitan & pembalasan dalam ratusan ayat & berusaha menepis keraguan tentangnya. Tidak kurang pula banyaknya hadis yg mengingatkan hal ini. Sayid Sabiq, ulama kontemporer Mesir, dalam Islam Kita menulis bahwa fitrah manusia lebih kuat dari segala kekuatan mana pun yg berusaha menghapuskan & mengubah ciri-cirinya.
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yg sudah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yg lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS ar-Rum [30]: 30).
Dalam hadis sahih pun dinyatakan, "Setiap anak dilahirkan menurut fitrahnya." Fitrah manusia lebih kuat dari segala kekuatan mana pun yg berusaha menghapus & mengubah ciri-cirinya. Bila agama punya akar yg dalam di jiwa manusia, maka tidak akan terbayang bila pada suatu hari manusia akan hidup tanpa agama.
Sesungguhnya manusia di masa kini, meskipun ada bujukan-bujukan materialistis yg memalingkannya dari agama, jiwanya tetap merindukan agama yg dapat mengangkatnya kepada kesempurnaan materi & rohaninya. Kini, kita perlu mewaspadai upaya-upaya munculnya kembali kekuatan komunisme supaya sejarah kelam masa lalu tak terulang kembali.
Hari ini 16:54
Siapkan 10 PELURU di senapanmu
9 PELURU siapkan untuk PENGKHIANAT
1 PELURU sahaja untuk LAWAN
karena PENGKHIANAT : MUSUH TERBESAR AGAMA & NEGARA
Nietzsche, filosof eksistensialis yg beberapa ajarannya dipakai kelompok komunis, menyatakan, agama adalah candu masyarakat. Dewasa ini kita dituntut untuk belajar dari sejarah. Karena pengalaman di masa lalu merupakan kenyataan tak terbantahkan bahwa kaum komunis di Tanah Air saat mereka berjaya tak segan-segan mengerjakan teror & aksi kekerasan kepada kelompok agama & para alim ulamanya.
Sebagai kelompok ateis, mereka juga tidak meyakini adanya hari kebangkitan (qiyamah), yg merupakan salah satu rukun iman dalam Islam. Ini perlu kita tegaskan, karena kalau seseorang tak meyakini adanya masa depan di dunia lain selain dunia ini, di mana amal-amal kebaikan & kejahatan akan diperhitungkan, & yg bersangkutan akan memperoleh imbalan yg setimpal, maka ide bahwa amal-amal kebaikan mesti dikerjakan & kejahatan mesti dihindarkan tidak akan terlintas dalam dirinya.
.
Karena bahaya inilah Alquran mengingatkan manusia tentang hari kebangkitan & pembalasan dalam ratusan ayat & berusaha menepis keraguan tentangnya. Tidak kurang pula banyaknya hadis yg mengingatkan hal ini. Sayid Sabiq, ulama kontemporer Mesir, dalam Islam Kita menulis bahwa fitrah manusia lebih kuat dari segala kekuatan mana pun yg berusaha menghapuskan & mengubah ciri-cirinya.
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yg sudah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yg lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS ar-Rum [30]: 30).
Dalam hadis sahih pun dinyatakan, "Setiap anak dilahirkan menurut fitrahnya." Fitrah manusia lebih kuat dari segala kekuatan mana pun yg berusaha menghapus & mengubah ciri-cirinya. Bila agama punya akar yg dalam di jiwa manusia, maka tidak akan terbayang bila pada suatu hari manusia akan hidup tanpa agama.
Sesungguhnya manusia di masa kini, meskipun ada bujukan-bujukan materialistis yg memalingkannya dari agama, jiwanya tetap merindukan agama yg dapat mengangkatnya kepada kesempurnaan materi & rohaninya. Kini, kita perlu mewaspadai upaya-upaya munculnya kembali kekuatan komunisme supaya sejarah kelam masa lalu tak terulang kembali.