• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Habis Nikah, Terbitlah Surat Cerai

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Habis Nikah, Terbitlah Surat Cerai



Tingginya angka perceraian dalam setahun ini,
bikin kita geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak,
perceraian seolah jadi tren masyarakat kita belakangan ini.

Kok dapat, sih?​


Pada jaman old, membangun rumah tangga tidaklah main - main. Orang dulu, lebih mengedepankan keutuhan dari pada perceraian. Mungkin mereka berpedoman pada slogan "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh". Berbeda dengan manusia jaman sekarang, cuma karena masalah sepele, dikit - dikit minta cerai. Padahal kalau mengingat besaran biaya yg dikeluarkan untuk sebuah perkawinan tidaklah sedikit. Belum lagi mempertaruhkan kehormatan dua keluarga.


Lalu apa sebenarnya, yg bikin manusia sekarang merasa yakin memilih perceraian sebagai solusi?​


Ada beberapa kasus perceraian yg dialami beberapa kawan seperkopian. Dari 12 pasangan muda, hampir ke semuanya bercerai di usia perkawinan yg baru seumur jagung. Jagung muda maksudnya. Berikut ulasannya :

Habis Nikah, Terbitlah Surat Cerai

1. Si A menikah pada usia 25th & istrinya berusia 2th dibawahnya. Mereka menjalin kasih sejak SMA hingga ke jenjang kuliah, bahkan sering berkumpul dalam satu kelas. Memilih bercerai karena alasan pekerjaan istrinya sebagai PNS dianggap tidak seimbang dengan suami yg cuma sebagai Ojek Online. Keduanya merasa tidak nyaman karena terbiasa berkumpul dalam hal apapun. Dan tanpa paksaan keduanya bersepakat cerai. Untungnya belum punya anak.

2. Si B menikahi istrinya di usia 28th, sementara istrinya 25th. Setelah pacaran kurang lebih setahun, mereka memberanikan diri untuk menikah. Dua tahun berjalan, rumah tangga masih baik-baik saja. Suaminya harap sekali memiliki anak, tetapi tak pernah berhasil. Dugaannya sih, istrinya mandul. Karena keharapannya itu, akhirnya menceraikan istrinya demi punya anak.

3. Si C, seorang guru olahraga, hamble, & humoris, usianya sekitar 27-28th. Mirip seperti si A, ia menikahi pacarnya yg sedari SMP hingga kuliah tak pernah terpisahakan. Banyak yg memuji mereka jodoh dengan sayang yg sesungguhnya. Tapi, semuanya dibuat menangis melihat realita pasca pesta perkawinan yg baru lewat 3 bulan. Istrinya tergoda brondong tampan yg dikenalnya di Facebook. Saat sedang indehoi, suami & koleganya menggrebeg kamar kost yg biasa ditempati kekasih istrinya. Parah! Tak lama terbitlah surat cerai.

4. Si D & suaminya adalah pasangan yg berasal dari keluarga kaya. Keduanya menikah pada usia 26th dari hasil perjodohan keluarga. Namun, kapal pesiar mereka pecah setelah setahun berjalan. Gaya glamor menciptakan mereka tetap sibuk dengan dunia sebelum mereka menikah. Pertengkaran yg di dasari saling curiga memutuskan perceraian. Padahal mereka mendapat dukungan dari kawan-kawan untuk tidak bercerai. Tapi mau gimana lagi?

5. Si E adalah satu-satunya lelaki diperkopian yg menceraikan istrinya karena sayang. Usianya baru mau 29th, da istrinya sekitar 26th. Sejak istrinya diijinkan bekerja, sejak itulah keretakan rumah tangga dimulai. Kawan-kawannya sudah memberitahu bahwa ada yg aneh dengan istrinya. Pasalnya, sering dijumpai dengan lelaki lain. Namun Si E memilih tidak percaya, hingga ia menjumpainya sendiri. Ketika ditanya, ternyata istrinya mensayangi selingkuhannya. Bukannya marah, justru kawan kami itu mendukung & menyerahkan istrinya. Namun, hak asuh anak tetap pada ayahnya.


Dari beberapa kasus tersebut, mungkin cuma segilintir dari ribuan perkara cerai yg diputus pengadilan.​


Ada keterangan menarik yg kami dapat dari Kepala Kemenag, bahwa dari sekian banyak perceraian, kebanyakan tidak dibekali dengan pengetahuan agama dalam membangun rumah tangga. Sedikit yg mau belajar tentang hukum & anjuran agama. Maka tugas orang tua memberikan nasihat sangatlah penting. Juga pernyataan salah satu kawan lawyer yg sering menangani perceraian, bahwa faktor terbesar penyebab perceraian adalah media sosial.


Adakah yg punya pengalaman serupa?
Share dikomentar ya​
Kemarin 23:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.