• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gus Yaqut, Menteri Borobudur

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Sebuah keputusan yg luar biasa berani sekaligus mengagumkan adalah ide yg muncul dari Menteri Agama yg baru ditunjuk Presiden Joko Widodo beberapa bulan yg lalu. Yaqut Cholil Qoumas atau lebih akrab disapa dengan panggilan Gus Yaqut, mengharapkan situs candi Borobudur tidak cuma dijadikan sebagai destinasi wisata, melainkan jadi rumah ibadah umat Buddha seluruh dunia.


Tidak cuma wisatawan yg akan datang berkunjung ke candi Borobudur, banyak para peziarah yg juga datang untuk menjalankan ritual ibadah, sumber inspirasi, serta mempelajari ajaran & nilai-nilai kebajikan. Gebrakan positif Gus Yaqut, banyak kalangan mengapresiasi atas poin-poin kemanfaatan yg dihasilkan bagi pariwisata unggulan nantinya.

Langkah progresif & ide yg brilian dari Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor itu, mengingatkan saya pada sejarah masa lalu tentang candi Borobudur sebagai simbol toleransi & kebhinekaan bangsa Indonesia. Tidak cuma itu, situs candi Borobudur yg berada di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu, menjadiiconspiritualitas berdasarkan proses panjang sejarahnya.

Perlu diketahui, sebagai khazanah wawasan keindonesiaan sekaligus memahami ide Gus Yaqut yg cemerlangtentang pusat rumah ibadah umat Buddha DuniaIndonesia atau Nusantara pada masa lalu, berdiri dua kerajaan akbar yg merupakan pusat keagamaan Buddha & Hindu. Apa saja persatuan & disparitas dari kedua kerajaan tersebut?

Kerajaan Mataram Kuno yg didirikan oleh Dinasti Sanjaya berdiri tegak. Dinasti Sanjaya beserta masyarakatnya menganut agama Hindu. Pada masa kejayaan Dinasti Sanjaya, berdiri juga Dinasti Syailendra yg didirikan oleh Garung. Dinasti Syailendra memiliki corak agama Buddha. Menurut Gus Muwafiq dalam bukunya,Islam Rahmatan Lil Alamin: Berasal dari Arab tetapi Islam Bukan Arab(2019), sekitar Tahun 825 M, akhirnya dua Wangsa ituWangsa Sanjaya & Wangsa Syailendraberebut pengaruh & terjadilah perang akbar yg menghancurkan kedua Wangsa tersebut.

Karena lelahnya perang, raja Sanjaya yg bernama Panukuh turun dari tahtanya & kemudian pergi mengembara hingga akhirnya jadi seorang seniman arsitektur. Kemudian ia muncul kembali & diketahui dengan sebutan Resi Gunadharma (nama yg kemudian diabadikan sebagai nama universitas pada zaman modern kekinian). Karena raja Sanjaya mundur dari tahtanya, Garung mengukuhkan diri sebagai penguasa akbar & menobatkan dirinya dengan sebutan Samaratungga.

Setelah berkuasanya Dinasti Syailendra yg beragama Buddha, Samaratungga memiliki angan-angan membangun sebuah Candi akbar sebagai simbol kejayaannya. Namun unuk mewujudkan impiannya itu, Samaratungga menunjuk arsitektur untuk membangunnya. Dan Panukuh atau Resi Gunadharma yg kemudian jadi arsitek proyek pembangunan Candi Buddha yg akbar itu.

Karena Resi Gunadharma beragama Hindu, maka struktur pembangunan Candi Buddha tersebut memiliki tabiat & bernuansa kental Hindu. Lalu candi itu diberi nama Sambara Budura & kemudian lebih diketahui dengan candi Borobudur. Setelah pembangunan rampung, putri raja Samaratungga yg cantik bernama Pramudawardhani, jatuh hati kepada Resi Gunadharma. Awalnya ditentang oleh ayahnya, tetapi akhirnya ayahnya luluh & merestui perkawinan yg diadakan secara megah & agung itu, meski keduanya berbeda agama.

Setelah Resi Gunadharma menikahi putri raja Syailendra, kedua bangsa itu hidup rukun dengan tingkat pluralisme & kebahagiaan yg tak tertandingi. Resi Gunadharma kemudian jadi raja di kerajaan Buddha bergelar Maharaja Sri Rakai Pikatan. Seorang resi bernama Kumbhayoni meminta Maharaja Sri Rakai Pikatan untuk membangun sebuah candi yg kira-kira kemegahannya setara dengan Candi Borobudur. Rakai Pikatan menyetujui & mengutus putranya bernama Lokapala untuk membangunnya. Candi kedua yg dibangun kemudian diketahui dengan Candi Prambanan.

Kedua agama itu hidup penuh kedamaian & toleran hingga akhirnya gunung Merapi meletus yg mengakibatkan porak porandanya kawasan di sekitar kedua candi. Mereka banyak mengungsi ke luar jauh. Yang lari ke wilayah Timur, dipimpin oleh Mpu Sindok hingga akhirnya menciptakan suatu Wangsa yg dinamakan Isyana. Bangsa Isyana ini kemudian membangun sebuah kerajaan akbar di Kediri & Singosari.

Kerajaan di wilayah Timur, Barat, Utara, maupun di seluruh Nusantara, tidak lagi mempersoalkan agama, baik itu Buddha ataupun Hindu. Semua hidup berdampingan secara rukun, damai, & tenang. Hal itu tidak lain atas jasa akbar kedua elite bangsa yg sudah berhasil mendamaikan kedua keyakinan yg sebelumnya dirundung pertempuran.

Maka tidak heran di kemudian hari, kerajaan terbesar Nusantara, kerajaan Majapahit mengeluarkan sebuah keputusan legitimasi yg amat fundamental bagi nilai-nilai persatuan. Keputusan itu diberi nama Bhineka Tunggal Ikadari bahasa sansakertayang secara harfiah berarti Beraneka Satu Itu. Beraneka satu itu secara semoboyan terminologi makna kontemporer berarti beranekaragamras, suku, budaya, Wangsa atau bangsa, agama, & kepercayaantetapi tetap satu kesatuan, satu tujuan.

Dengan demikian, bangsa Indonesia antik adalah sebuah bangsa yg besar, bangsa dengan peradaban besar. Karena setelah Majapahit mengpakai pilar Bhineka Tunggal Ika, bangsa Indonesia tidak boleh lagi saling berebut pengaruh; harus hidup rukun; lingkungan nyaman & adem ayem; guyub dengan penuh nilai etik tinggi; solid dalam gotong royong yg koheren dengan nilai bangsa yg satu, terlepas dari segala perbedaan; selaras & seimbang dalam harmoni perdamaian. Terlepas dari segala disparitas di antara mereka, termasuk berbeda keyakinan agama.

Fakta sejarah tersebut dibuktikan dengan artefak yg masih kita nikmati di era digital sekarang ini. Itulah sebetulnya sebuah konsep atau ide yg jadi asa Gus Yaqut. Sebuah pesan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban dunia. Apalagi bangsa Indonesia yg kini mayoritas beragama Islam, perlu melihat lebih luas mengenai sejarah sekaligus bangga pada bangsanya sendiri. Sebagaimana bangsa lain kini, seperti Persia yg bangga kepada kejayaan raja-raja masa lalunya.

Tidak dapat dimungkiri, Indonesia akan dikagumi dunia. Mengapa demikian? Jika bangsa Arab adalah satu bangsa, terdiri dari beberapa negara. Eropa yg satu bangsa, ditopang beberapa negara. Sedangkan Indonesia, terdiri dari puluhan bangsa, dijunjung cuma dengan satu negara, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. Afghanistan yg terdiri dari tujuh suku & satu keyakinan agama saja, perang tak berkesudahan, hingga sekarang ini.

Secara logika tentu akan sangat sulit untuk mempersatukan seluruh bangsa yg tegak dalam satu negara. Parawaliyullahdi zaman ke-14 & 15 yg datang ke Nusantara, harus berpikir keras dengan melihat realita bangsa yg berbeda-beda, bersuku-suku, berkasta-kasta, akan tetapi dapat bersatu dalam satu kawasan & wilayah yg sama.

Norma & kehidupan sosiologis yg berlangsung, sudah sesuai dengan syariat Islam. Hanya beberapa saja yg dihilangkan & disamaratakan statusnya, seperti sekat-sekat hamba-raja atau kawulo-gusti, hamba sahaya, abdi dalem & seterusnya. Ditambah perjuangan era Bung Karno yg berupaya lepas dari penjajahan kolonial. Membangun dasar negara yg disebut Pancasila.

Namun demikian, untuk mewujudkan rencana candi Borobudur sebagai tempat ibadah umat Buddha dunia, Gus Yaqut perlu mengkomunikasikan berbagai pihak terkait, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, & seluruh suprastruktur politik & pemerintahan terkait candi Borobudur.

Candi Borobudur yg merupakan kuil sekaligus monumen terbesar di dunia, dapat mendatangkan wisatawan & peziarah yg cukup menjanjikan bagi pemasukan negara. Selain itu, Candi Borobudur akan memberikan sebuah pesan ke seluruh dunia bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yg dapat mengejawantahkan sikap & nilai pluralisme serta toleransi dalam kehidupan berbangsa & bernegara.

Sesuai dengan asa & pesan kebangsaan Ansor Banser, Panglima Tertinggi Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Menag Gus Yaqut, bahwa bangsa Indonesia tidak didirikan oleh cuma satu agama. Semua berkontribusi bagi bangsa Indonesia. Candi Borobudur sebagai destinasi ibadah umat Buddha adalah salah satu apresiasi konkret dari Menag Gus Yaqut. []

NB. Tulisan juga di upload di link berikut:https://www.kadrun.id/2021/02/03/gus-yaqut-menteri-borobudur/


Hari ini 10:34
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.