• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gus Dur Sinyalir MUI Penyebab Munculnya Fundamentalisme

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. 666
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

666

IndoForum Junior B
No. Urut
19114
Sejak
19 Jul 2007
Pesan
2.522
Nilai reaksi
67
Poin
48
Gus Dur Sinyalir MUI Penyebab Munculnya Fundamentalisme

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak luput dari kritikan Gus Dur saat menyampaikan catatan akhir tahunnya. MUI dianggapnya sebagai penyebab munculnya fundamentalisme dan radikalisme. Ini karena pernyataan MUI soal ajaran agama yang harus dilindungi.

"Munculnya fundamentalisme atau radikalisme ini diakibatkan oleh MoU sendiri yang mengatakan ajaran agama harus dilindungi. Beberapa waktu lalu Sekjen MUI Ikhwan Syam mengatakan MUI kan tugasnya bikin fatwa. Pendapat tersebutsaya bantah dalam tulisan saya yang akan terbit," ujar Gus Dur.

Gus Dur menyampaikan hal itu dalam acara Catatan Akhir Tahun Gus Dur di Hotel Santika, Jalan KS Tubun, Jakarta, Minggu (30/12/2007).

Harusnya yang dilakukan MoU tidak hanya sekadar mengeluarkan fatwa saja. Gus Dur juga mengkritisi pemakaian kata sesat yang sering dikeluarkan MUI dalam fatwanya. Masalah-masalah aliran kepercayaan seharusnya tidak lagi ditangani MUI melainkan Pakem, sehingga tidak mudah dikatakan sesat. Sebab di dalam Pakem banyak pihak yang terlibat seperti kejaksaan, polisi dan sebagainya.

"Contoh di Tasikmalaya, beberapa waktu lalu aliran Wahidiyah yang sebenarnya hanya kumpulan pembaca salawat, tapi oleh MUI setempat disebut sesat," katanya.

Padahal UU menjamin kebebasan berbicara dan kemerdekaan berpendapat. Menurut Gus Dur, orang sudah lupa Indonesia bukan negara Islam. Indonesia adalah negara nasional. "Jadi bubarkan MUI, dia bukan satu-satunya lembaga kok, masih banyak lembaga lain seperti NU, Muhammadiyah. Jadi jangan gegabah keluarkan pendapat," cetusnya.

Dalam refleksi akhir tahunnya, Gus Dur juga menyoroti soal utang pemerintah yang mencapai 600 miliar dolar AS. Persoalan utang ini dinilainya sebagai imbas globalisasi yang telah mengubah nilai-nilai dasar yang kita anut.

"Misalkan anak-anak kita sudah nggak mau lagi makan nogosari dan mendut (sejenis kue), maunya Kentucky atau Hoka-Hoka Bento, sehingga muncullah fundamentalisme yang menjawab globalisasi. Kalau negara-negara barat memaksakan idelogi mereka, kaum fundamentalis berbendapat mereka harus bisa memaksakan apa yang mereka anut, sehingga dalam hal ini kita harus bisa mencari orientasi pembangunan yang lebih benar," beber Gus Dur.

http://www.detiknews.com/index.php/...2/tgl/30/time/142953/idnews/872802/idkanal/10
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.