Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gus Dur dalam Kacamata Tokoh Lintas Agama
Jakarta,NU Online
Sejumlah tokoh lintas agama menyampaikan testimoni melalui tayangan video dalam Haul ke-13 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Sabtu (17/12/2022) malam. Mereka adalah Rohaniawan Katolik Frans Magnis Suseno, Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Budi Tanuwibowo, Sedulur Sikep Gun Rotno, & Tokoh Masyarakat Sunda Wiwitan Dewi Kanti.
Rohaniawan Katolik Frans Magnis Suseno mengenang Gus Dur sebagai sosok yg dapat membicarakan hal-hal keagamaan dengan begitu mengesankan, & meskipun seorang muslim tulen tetapi pikirannya terbuka.
"Saya sering merasa dekat dengan beliau, kami dapat membicarakan hal-hal keagamaan yg bagi saya begitu mengesankan. Gus Dur itu di satu pihak seorang muslim tulen, di lain pihak sama sekali terbuka, & di situ saya ketemu dengan suatu Islam yg mengesankan, sangat positif pada saya," ujarnya.
Frans mengatakan bahwa sebelumnya, Katolik tidak memiliki banyak hubungan dengan Nahdlatul Ulama. Namun, sejak Gus Dur jadi ketua umum, Katolik dapat berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Sementara perasaan Katolik kepada Nahdlatul Ulama bukan cuma aman, tetapi akrab.
Tak jauh berbeda, Ketua Umum Pengurus Pusat Matakin Budi Tanuwibowo mengenang Gus Dur sebagai sosok yg tampil vokal dalam membela Konghucu.
"Suatu ketika ada utusan golongan, Konghucu nggak mendapat. Kemudian Gus Dur meminta saya untuk demo, anda di depan nanti saya di belakang. Ternyata ketika dengan wartawan segala macam, beliau yg malah tampil di depan, lebih membela, lebih vokal ketimbang kami-kami yg waktu itu terus terang masih takut-takut," ujarnya.
Salah satu kalimat Gus Dur yg masih diingat oleh Budi Tanuwibowo adalah "Matakin bagi saya adalah mataku, & orang yg mau menyakiti Matakin akan berhadapan dengan saya."
Sementara itu Gun Rotno dari Sedulur Sikep mengenang ketika Gus Dur terpilih jadi Presiden, Sedulur Sikep diundang ke Istana. Lalu ketika Isu Buloggate menyerang Gus Dur, dari Sedulur Sikep berdoa supaya Gus Dur mengatasi masalah tersebut.
"Bahwa yg namanya jujur, berani, itu memang banyak rintangannya. Hampir secara dekat, sedulur-sedulur sikep komunikasi, tahu harus berbuat apa, & memposisikan apa saat itu," ungkapnya.
Berbeda dengan Rotno, Tokoh Masyarakat Sunda Wiwitan Dewi Kanti mengenang Gus Dur sebagai sosok yg sanggup menemukan titik temu antara kemanusiaan & kebangsaan.
"Sebagai hubungan persahabatan yg berbasis pada titik temu kemanusiaan, & kebangsaan saya kira. Mengapa demikian? Karena basis yg kami perjuangkan sesuai dengan ajaran leluhur kami, ada nilai kemanusiaan, & spirit kebangsaan. Di situlah Gus Dur juga melihat apa yg jadi perjuangan kami, ada titik temu dengan beliau yah," ujarnya.
Ia juga melihat Gus Dur sebagai sosok dalam garda terdepan ketika melihat ketidakadilan, & Gus Dur dengan sangat memahami bagaimana nilai-nilai tradisi sebenarnya jadi jembatan titik temu antara agama, & tradisi.
Kontributor: Malik Ibnu Zaman
Editor: Syakir NF
https://www.nu.or.id/nasional/gus-du...as-agama-wujxh Kemarin 23:34
Jakarta,NU Online
Sejumlah tokoh lintas agama menyampaikan testimoni melalui tayangan video dalam Haul ke-13 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Sabtu (17/12/2022) malam. Mereka adalah Rohaniawan Katolik Frans Magnis Suseno, Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Budi Tanuwibowo, Sedulur Sikep Gun Rotno, & Tokoh Masyarakat Sunda Wiwitan Dewi Kanti.
Rohaniawan Katolik Frans Magnis Suseno mengenang Gus Dur sebagai sosok yg dapat membicarakan hal-hal keagamaan dengan begitu mengesankan, & meskipun seorang muslim tulen tetapi pikirannya terbuka.
"Saya sering merasa dekat dengan beliau, kami dapat membicarakan hal-hal keagamaan yg bagi saya begitu mengesankan. Gus Dur itu di satu pihak seorang muslim tulen, di lain pihak sama sekali terbuka, & di situ saya ketemu dengan suatu Islam yg mengesankan, sangat positif pada saya," ujarnya.
Frans mengatakan bahwa sebelumnya, Katolik tidak memiliki banyak hubungan dengan Nahdlatul Ulama. Namun, sejak Gus Dur jadi ketua umum, Katolik dapat berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Sementara perasaan Katolik kepada Nahdlatul Ulama bukan cuma aman, tetapi akrab.
Tak jauh berbeda, Ketua Umum Pengurus Pusat Matakin Budi Tanuwibowo mengenang Gus Dur sebagai sosok yg tampil vokal dalam membela Konghucu.
"Suatu ketika ada utusan golongan, Konghucu nggak mendapat. Kemudian Gus Dur meminta saya untuk demo, anda di depan nanti saya di belakang. Ternyata ketika dengan wartawan segala macam, beliau yg malah tampil di depan, lebih membela, lebih vokal ketimbang kami-kami yg waktu itu terus terang masih takut-takut," ujarnya.
Salah satu kalimat Gus Dur yg masih diingat oleh Budi Tanuwibowo adalah "Matakin bagi saya adalah mataku, & orang yg mau menyakiti Matakin akan berhadapan dengan saya."
Sementara itu Gun Rotno dari Sedulur Sikep mengenang ketika Gus Dur terpilih jadi Presiden, Sedulur Sikep diundang ke Istana. Lalu ketika Isu Buloggate menyerang Gus Dur, dari Sedulur Sikep berdoa supaya Gus Dur mengatasi masalah tersebut.
"Bahwa yg namanya jujur, berani, itu memang banyak rintangannya. Hampir secara dekat, sedulur-sedulur sikep komunikasi, tahu harus berbuat apa, & memposisikan apa saat itu," ungkapnya.
Berbeda dengan Rotno, Tokoh Masyarakat Sunda Wiwitan Dewi Kanti mengenang Gus Dur sebagai sosok yg sanggup menemukan titik temu antara kemanusiaan & kebangsaan.
"Sebagai hubungan persahabatan yg berbasis pada titik temu kemanusiaan, & kebangsaan saya kira. Mengapa demikian? Karena basis yg kami perjuangkan sesuai dengan ajaran leluhur kami, ada nilai kemanusiaan, & spirit kebangsaan. Di situlah Gus Dur juga melihat apa yg jadi perjuangan kami, ada titik temu dengan beliau yah," ujarnya.
Ia juga melihat Gus Dur sebagai sosok dalam garda terdepan ketika melihat ketidakadilan, & Gus Dur dengan sangat memahami bagaimana nilai-nilai tradisi sebenarnya jadi jembatan titik temu antara agama, & tradisi.
Kontributor: Malik Ibnu Zaman
Editor: Syakir NF
https://www.nu.or.id/nasional/gus-du...as-agama-wujxh Kemarin 23:34