• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gunung Merapi Semburkan Abu, Ini Penjelasannya

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Jc053.jpg

SLEMAN - Abu tipis yang keluar dari kawah Gunung Merapi tidak dipengaruhi oleh hujan yang terus menerus akhir-akhir ini, melainkan karena adanya akumulasi gas di dalam gunung dan langsung terlepas.

Yulianto, petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Kabupaten Sleman, DIY, menerangkan, setiap embusan yang keluar dari kawah menghasilkan hujan abu. Mengenai arahnya ke mana, tergantung dari tiupan angin.

“Setelah erupsi 2010, karakteristik telah berubah. Dulu ada sumbat lava, tapi sekarang hanya tinggal kecil. Akibatnya, setiap ada tekanan langsung terlepas,” jelasnya, Jumat (14/6/2013).

Sebagaimana diketahui, hujan abu tipis keluar dari kawah Gunung Merapi sekira pukul 09.15 WIB pagi. Daerah yang terkena dampak hujan abu adalah Pandan Retno dan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Abu tipis tersebut disebabkan karena embusan asap setinggi 100 meter. Warna asap putih kecokelatan dan condong ke arah barat.

Sebelumnya atau pada Senin, 10 Juni 2013, hujan abu tipis juga terjadi di Ngadirojo, Tlogo Lele, Selo, Boyolali.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Heru Saptono, mengatakan, pihaknya mempunyai empat early warning system (EWS) untuk memantau peningkatan aktivitas Merapi. Sistem peringatan dini tersebut berada di Kalitengah Lor, Srunen, Desa Glagaharjo; Tangkisan, Desa Umbulharjo; dan Batur, Kepuharjo.

“EWS tersebut dikendalikan dari posko utama Pakem atau kantor BPBD Sleman,” ucapnya.

Selain itu, lima EWS lain milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) berada di Kalitengah Kidul, Kaliadem, Tunggularum, Turgo, dan Kaliurang.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.