Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Welcome to my trit agan and sista, maaf ye kalo agak berantakan, soalnya bertaun-taun main kaskus baru 2x bikin trit, itupun trit perdana pas ada event berhadiah (walopun zonk juga haha).
Sebelumnya agak baiknya untuk disclaimer dulu ya bre, 10 milyar persen trit ini NO SARA, tidak bermaksud menjatuhkan apalagi menghina manusia lain. Trit ini cuma harap menyajikan masalah yg cukup sensitive dari sudut yg berbeda.
To the point aja dehya, permasalahan label melabeli orang diluar islam dengan istilahkafirbanyak mengundang pro & kontra, apalagi banyaknya disparitas yg ada di Indonesia menciptakan isu-isu macam ini jadi terlihat sexy abis.
Nah sekarang kan pertanyaannya itu dua. Satu, bolehkah seorang muslim memberi label kepada orang non-muslim dengan labelkafir?, dua: wajarkah kalo orang non-muslim merasa tersinggung dengan labelkafiryang ditujukan kepada mereka ? siapkan kopi, nyalakan udut biar gak spaneng.
Kita mulai bahas dari terminology dulu kali ya, soalnya ini nih yg paling dasar. Gimana gak ribut coba kalo yg teriak-teriakkafirga paham apakafiritu sendiri, ini asli bahaya. Dan yg di teriakikafirjuga ga paham apa itukafir, kalo ini sih agak maklum kali ya lahwong istilahkafirkan emang dari agama islam, jadi wajar.
Kita ambil istilahkafirdari KBBI aja ye, jadikafiritu adalah orang yg tidak percaya kepada Allah & rasul-nya.Singkatnya, orang yg tidak beragama islam itu emangkafir, karena suka gak suka emang ini yg ada di ajaran islam. Al-Quran pun dalam menyeru orang-orang non-muslim baik dalam konteks yg keras ataupun lembut mereka di seru dengan istilahkafir. Jadi sebenarnya ga ada soal Ketika muslim melabeli non muslim dengan istilahkafir.
Tapi yg jadi soal adalah adanya manusia-manusia yg dangkal ilmunya, tau dikit dalil & tanpa di tafsir, lalu di telan mentah mentah itu dalil sehingga terjadilah seperti hari ini. Ketika katakafirdipakai secara sarkas untuk menghina, membedakan & meng kotak-kotak an, maka jadilah katakafirterdengar horror & menyakitkan. Padahal istilahkafirdipakai supaya dapat membedakan antara muslim & non-muslim, cuma itu. Menurut ane, kenapa isu ini mengundang banyak pro kontra ya karena ini, katakafirdipakai tidak pada tempatnya.ah lu itu orang kafir, tempat lu pasti nereka.Gimana mereka (non-muslim) gak dongkol coba pas denger, iya emang dalam islam semua yg diluar islam itukafir, & orangkafiritu tempatnya neraka, no debat (no sara yee, ini emang keyakinan kami). Tapi kan semua ada caranya, ada kaidah nya, gadapat langsung asal jeplaklu pasti neraka.
Jadi, sebenarnya ga ada masalah ketika muslim melabeli non-muslim dengan sebutankafir. Tapi setidaknya simpan katakafirmu cukup di hatimu saja. Bukan berarti karena mereka non-muslim lalu kita panggil secara terang terang dengan sebutankafir, analoginya seperti ketika kita berjumpa orang miskin deh, kan ga mungkin kita bakal manggilwoy wongmiskin, sini lu, ada nasi buat lu neh.Mereka emang miskin, tetapi manusia mana yg ngga sakit hatinya kalo lu panggil begitu. Agama itu opsi & tidak ada paksaan, maka hargai opsi orang lain kalo lu mau dihargai.
Kita hidup di Indonesia ma boy, berdampingan dengan agama, suku & ras yg lain. Jika memang kita belum pandai ber toleransi setidaknya jaga mulutmu untuk tidak melukai. Sekian dari ane, manusia miskin ilmu. Terima kasih sudah membaca trit ga jelas ini haha. Dan jangan lupa terseyum hari ini.
Sumur: KBBI, wikipedia & tentunya keresahan hati ini haha
Hari ini 22:12
Sebelumnya agak baiknya untuk disclaimer dulu ya bre, 10 milyar persen trit ini NO SARA, tidak bermaksud menjatuhkan apalagi menghina manusia lain. Trit ini cuma harap menyajikan masalah yg cukup sensitive dari sudut yg berbeda.
To the point aja dehya, permasalahan label melabeli orang diluar islam dengan istilahkafirbanyak mengundang pro & kontra, apalagi banyaknya disparitas yg ada di Indonesia menciptakan isu-isu macam ini jadi terlihat sexy abis.
Nah sekarang kan pertanyaannya itu dua. Satu, bolehkah seorang muslim memberi label kepada orang non-muslim dengan labelkafir?, dua: wajarkah kalo orang non-muslim merasa tersinggung dengan labelkafiryang ditujukan kepada mereka ? siapkan kopi, nyalakan udut biar gak spaneng.
Kita mulai bahas dari terminology dulu kali ya, soalnya ini nih yg paling dasar. Gimana gak ribut coba kalo yg teriak-teriakkafirga paham apakafiritu sendiri, ini asli bahaya. Dan yg di teriakikafirjuga ga paham apa itukafir, kalo ini sih agak maklum kali ya lahwong istilahkafirkan emang dari agama islam, jadi wajar.
Kita ambil istilahkafirdari KBBI aja ye, jadikafiritu adalah orang yg tidak percaya kepada Allah & rasul-nya.Singkatnya, orang yg tidak beragama islam itu emangkafir, karena suka gak suka emang ini yg ada di ajaran islam. Al-Quran pun dalam menyeru orang-orang non-muslim baik dalam konteks yg keras ataupun lembut mereka di seru dengan istilahkafir. Jadi sebenarnya ga ada soal Ketika muslim melabeli non muslim dengan istilahkafir.
Tapi yg jadi soal adalah adanya manusia-manusia yg dangkal ilmunya, tau dikit dalil & tanpa di tafsir, lalu di telan mentah mentah itu dalil sehingga terjadilah seperti hari ini. Ketika katakafirdipakai secara sarkas untuk menghina, membedakan & meng kotak-kotak an, maka jadilah katakafirterdengar horror & menyakitkan. Padahal istilahkafirdipakai supaya dapat membedakan antara muslim & non-muslim, cuma itu. Menurut ane, kenapa isu ini mengundang banyak pro kontra ya karena ini, katakafirdipakai tidak pada tempatnya.ah lu itu orang kafir, tempat lu pasti nereka.Gimana mereka (non-muslim) gak dongkol coba pas denger, iya emang dalam islam semua yg diluar islam itukafir, & orangkafiritu tempatnya neraka, no debat (no sara yee, ini emang keyakinan kami). Tapi kan semua ada caranya, ada kaidah nya, gadapat langsung asal jeplaklu pasti neraka.
Jadi, sebenarnya ga ada masalah ketika muslim melabeli non-muslim dengan sebutankafir. Tapi setidaknya simpan katakafirmu cukup di hatimu saja. Bukan berarti karena mereka non-muslim lalu kita panggil secara terang terang dengan sebutankafir, analoginya seperti ketika kita berjumpa orang miskin deh, kan ga mungkin kita bakal manggilwoy wongmiskin, sini lu, ada nasi buat lu neh.Mereka emang miskin, tetapi manusia mana yg ngga sakit hatinya kalo lu panggil begitu. Agama itu opsi & tidak ada paksaan, maka hargai opsi orang lain kalo lu mau dihargai.
Kita hidup di Indonesia ma boy, berdampingan dengan agama, suku & ras yg lain. Jika memang kita belum pandai ber toleransi setidaknya jaga mulutmu untuk tidak melukai. Sekian dari ane, manusia miskin ilmu. Terima kasih sudah membaca trit ga jelas ini haha. Dan jangan lupa terseyum hari ini.
Sumur: KBBI, wikipedia & tentunya keresahan hati ini haha
Hari ini 22:12