indobooker
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 282791
- Sejak
- 21 Mar 2014
- Pesan
- 289
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
Mungkin tak banyak yang tahu siapa Guillermo Ochoa sebelum dia manggung di Piala Dunia. Bahkan negara yang dibelanya, Meksiko, juga tak banyak diperhitungkan di turnamen empat tahunan di Brasil.
Tapi siapa sangka, Ochoa mampu menyihir para pecinta sepakbola dengan aksi-aksi briliannya di bawah mistar gawang. Dua kali gawangnya tetap perawan selama penyisihan grup, termasuk ketika menahan gempuran bertubi-tubi dari Brasil pada matchday kedua yang berakhir imbang tanpa gol. Gawang Ochoa akhirnya kebobolan untuk kali pertama ketika menghadapi Kroasia di partai terakhir, tapi mereka memastikan kemenangan 3-1 sekaligus lolos ke babak 16 besar.
Sayang, meski telah bekerja keras Ochoa harus angkat koper lebih dulu setelah ditaklukkan Belanda di perdelapan-final melalui gol di menit-menit akhir pertandingan.
Penampilan impresif kiper 28 tahun pasti tak luput dari perhatian klub-klub besar. Apalagi dia datang ke Amerika Selatan dengan status bebas agen setelah kontraknya dengan Ajaccio berakhir seiring degradasi klub ke Ligue 2.
Pada 9 Mei 2014, Ochoa masuk dalam skuat final Meksiko untuk Piala Dunia. Dia melakoni debutnya di turnamen terakbar dunia menghadapi Kamerun pada 13 Juni yang berakhir 1-0 untuk El Tri. Empat hari kemudian, di partai kedua melawan Brasil, Ochoa melakukan empat penyelamatan gemilang, termasuk sundulan keras dari Neymar yang kemudian dibandingkan dengan penyelamatan Gordon Banks terhadap Pele pada 1970 dan menyabet man of the match. Ochoa cuma kebobolan satu gol selama fase grup, melawan Kroasia dalam kemenangan 3-1 yang meloloskan Meksiko ke babak 16 besar.
Di fase gugur, dia kembali melakukan sejumlah penyelamatan untuk mempertahankan keunggulan 1-0, sayang Belanda akhirnya bangkit melalui Wesley Sneijder dan penalti Klaas-Jan Huntelaar di menit akhir laga untuk memastikan comeback 2-1. Meski kalah, dia kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga tersebut.
Selain Liverpool, AC Milan, Arsenal dan Atletico Madrid juga membidik tanda tangan pemain 28 tahun. Namun, Ochoa sendiri pernah mengungkapkan keinginannya main di Bundesliga.
Tapi siapa sangka, Ochoa mampu menyihir para pecinta sepakbola dengan aksi-aksi briliannya di bawah mistar gawang. Dua kali gawangnya tetap perawan selama penyisihan grup, termasuk ketika menahan gempuran bertubi-tubi dari Brasil pada matchday kedua yang berakhir imbang tanpa gol. Gawang Ochoa akhirnya kebobolan untuk kali pertama ketika menghadapi Kroasia di partai terakhir, tapi mereka memastikan kemenangan 3-1 sekaligus lolos ke babak 16 besar.
Sayang, meski telah bekerja keras Ochoa harus angkat koper lebih dulu setelah ditaklukkan Belanda di perdelapan-final melalui gol di menit-menit akhir pertandingan.
Penampilan impresif kiper 28 tahun pasti tak luput dari perhatian klub-klub besar. Apalagi dia datang ke Amerika Selatan dengan status bebas agen setelah kontraknya dengan Ajaccio berakhir seiring degradasi klub ke Ligue 2.
Pada 9 Mei 2014, Ochoa masuk dalam skuat final Meksiko untuk Piala Dunia. Dia melakoni debutnya di turnamen terakbar dunia menghadapi Kamerun pada 13 Juni yang berakhir 1-0 untuk El Tri. Empat hari kemudian, di partai kedua melawan Brasil, Ochoa melakukan empat penyelamatan gemilang, termasuk sundulan keras dari Neymar yang kemudian dibandingkan dengan penyelamatan Gordon Banks terhadap Pele pada 1970 dan menyabet man of the match. Ochoa cuma kebobolan satu gol selama fase grup, melawan Kroasia dalam kemenangan 3-1 yang meloloskan Meksiko ke babak 16 besar.
Di fase gugur, dia kembali melakukan sejumlah penyelamatan untuk mempertahankan keunggulan 1-0, sayang Belanda akhirnya bangkit melalui Wesley Sneijder dan penalti Klaas-Jan Huntelaar di menit akhir laga untuk memastikan comeback 2-1. Meski kalah, dia kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga tersebut.
Selain Liverpool, AC Milan, Arsenal dan Atletico Madrid juga membidik tanda tangan pemain 28 tahun. Namun, Ochoa sendiri pernah mengungkapkan keinginannya main di Bundesliga.