• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Gubernur Sulsel Tak Akan Tuntut IPDN

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
0954174620X310.jpg


MAKASSAR, KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pasrah menyusul meninggalnya Rinra Sujiwa Syahrul Putra (19) di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, Senin (31/1/2011) dini hari.

Padahal, Rinra sempat ditanya Syahrul di Jakarta soal luka memar di perutnya. Namun ia menjawab ini adalah hal yang biasa di IPDN. "Ini biasa Pak di STPDN," kata Rinra, dikutip kerabat Syahrul yang minta namanya dirahasiakan.

Namun, melalui orang dekatnya, Asdar Muis RMS, Syahrul menyatakan, meski kematian anaknya di dalam kampus masih belum ada konfirmasi resmi pihak IPDN, dia tak akan menuntut pihak IPDN.

"Pak Syahrul pasrah pada Ilahi. Dia tak akan menuntut IPDN," kata Asdar dari Faisal Malik, orang yang selama ini banyak mendampingi Gubernur Sulsel, mengutip penyataan Syahrul.

Sehari sebelum meninggal di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Senin (31/1/2011) dinihari, Rinra Sujiwa Syahrul Putra (19), masih sempat meminta ayahnya untuk tidur berdampingan dengannya.

"Kemarin, Pak Gubernur masih sempat mengantar Rinra ke bandara," kata Asdar mengutip cerita dari Andi Ilhamsyah Gazaling, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel yang juga ikut menemani gubernur ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu sore.

Rinra berada di Makassar untuk liburan akhir pekan, sekitar empat hari. Rinra yang merupakan praja-madya angkatan 2008 di STPDN Jatinangor, langsung masuk ke kampus pada malam harinya.

Setelah masuk di kampus yang masih mengedepankan tradisi senioritas, putra bungsu Syahrul ini meninggal. Syahrul mendapat kabar putranya meninggal, pada Senin pagi, langsung dari pimpinan IPDN di Jatinangor.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.